
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi memerintahkan intervensi pasar untuk melakukan stabilitas harga kebutuhan hingga usai lebaran mendatang, karena masih ada sejumlah barang kebutuhan diatas harga acuan pembelian (HAP).
Pemantauan Media Indonesia Minggu (22/2) harga sejumlah kebutuhan pokok masih tinggi di sejumlah pasar tradisional di daerah di Jawa Tengah, bahkan berspekulasi harga Ajan semakin melambung menjelang Lebaran Idul Fitri mendatang sering dengan peningkatan kebutuhan warga pada hari besar tersebut.
Hingga memasuki hari kelima bulan Ramadhan, harga kebutuhan pokok masih terhitung tinggi di pasar tradisional terutama untuk komoditas cabai yang berkisar Rp80 ribu-Rp90 ribu per kilogram, bawang merah Rp60 ribu-Rp65 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp31 ribu per kilogram, daging ayam potong Rp40 ribu per kilogram.
Selain itu harga sayuran seperti sawi, kol, bayam dan lainnya Rp5.000-Rp7.000:per kilogram.beras medium Rp14 ribu-Rp15 ribu per kilogram. “Harga kebutuhan barang masih tinggi, bahkan mungkin akan naik kembali jelang lebaran mendatang,” ujar Fatimah,45, pedagang sembako di Pasar Dargo, Kota Semarang.
Hal serupa juga diungkapkan Nana,50, pedagang grosir bawang di Pasar MAJT Kota Semarang bahwa pasokan bawang merah berkurang akibat hujan masih mengguyur sejumlah sentra bawang di Jawa Tengah seperti Brebes, Pati, Demak, Grobogan dan Temanggung, sehingga harga masih tinggi.
Stok ada tetapi kebutuhan barang pada bulan Ramadhan ini meningkat, ungkap Suryanto, pedagang di Pasar Ungaran, Kabupaten Semarang sehingga harga bertahan tinggi, bahkan khusus cabai harga masih tinggi terutama jenis cabai rawit merah yang mencapai Rp80 ribu-Rp90 ribu, sedangkan cabai jenis lain berkisar Rp50 ribu-Rp65 ribu per kilogram.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengintruksikan intervensi pasar untuk dapat mengendalikan harga kebutuhan, terutama khusus harga barang kebutuhan yang masih diatas HAP dengan menggelar operasi pasar dan gerakan pangan murah (GPM) di seluruh daerah di Jawa Tengah.
“Harga barang kebutuhan mulai stabil, tetapi ada sejumlah barang kebutuhan diatas HAP, maka saya perintahkan Direktur Jawa Tengah Argo Berdikari (JTAB) untuk menggelar operasi pasar yang langsung ditindaklanjuti di 308 titik hingga Maret mendatang,” ujar Ahmad Luthfi.
Usai blusukan di Pasar Projo Ambarawa, Ahmad Luthfi mengatakan ketika terjadi pergerakan harga dan guna menstabilkan harga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan intervensi pasar sehingga akan menjaga data beli warga terutama menghadapi lebaran mendatang karena kebutuhan yang meningkat.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah Sri Broto Rini mengungkapkan bahwa Jawa Tengah mengalami surplus pangan terutama beras, namun permintaan yang meningkat sejak memasuki bulan Ramadhan ini menjadikan harga terdongkrak naik.
“Ketersediaan 12 komiditas strategi pangan di Jawa Tengah aman di bulan Ramadhan ini, neskipunvada kenaikan pada sejumlah barang kebutuhan,” tutur Sri Broto Rini.
Meningkatnya harga kebutuhan terutama cabai dan bawang merah, ungkap Sri Broto Rini, karena didorongnya harga di provinsi lain seperti cabai di Jakarta menyentuh Rp100 ribu per kilogram, sehingga harga di pasaran di Jawa Tengah ikut terdongkrak naik. “Dengan operasi, pasar diperkirakan akan segera kembali stabil,” tambahnya. (H-2)

