
PADA Desember 2025 akan terjadi sejumlah fenomena astronomi. Dari hujan meteor hingga puncak musim dingin.
Berikut adalah daftarnya peristiwa langit yang tidak boleh dilewatkan beserta perkiraan tanggalnya:
1. Bulan Purnama Dingin (Bulan Dingin)
- Waktu Perkiraan: Awal Desember (sekitar 5 Desember).
- Fenomena: Bulan Purnama tahun terakhir ini, secara tradisional disebut Bulan Dingin karena menandai masuknya musim dingin di belahan Bumi Utara. Dalam beberapa tahun, Bulan ini juga bertepatan dengan Supermoon (Bulan tampak lebih besar dan terang).
2. Puncak Hujan Meteor Geminid
- Waktu Perkiraan: Malam 13 Desember hingga dini hari 14 Desember.
- Fenomena: Geminid dianggap sebagai salah satu hujan meteor paling spektakuler. Meteor ini berasal dari asteroid puing-puing 3200 Phaethon. Jika kondisi cuaca mendukung, pengamat bisa melihat puluhan meteor per jam, terlihat dari seluruh Indonesia.
3. Solstis Musim Dingin (Titik Balik Matahari Musim Dingin)
- Waktu Perkiraan: 21 atau 22 Desember.
- Fenomena: Solstis menandai hari terpendek dan malam terpanjang di belahan Bumi Utara. Secara astronomis, ini adalah momen ketika Matahari mencapai titik paling selatan. Momen ini secara resmi menandai dimulainya musim dingin di bagian Utara dan musim panas di bagian Selatan.
4. Puncak Hujan Meteor Ursid
- Waktu Perkiraan: 21 s/d 22 Desember.
- Fenomena: Ursid adalah hujan meteor yang kurang intens dibandingkan Geminid, namun tetap menjadi tontonan menarik. Ursid terlihat seolah-olah berasal dari konstelasi Ursa Minor (Beruang Kecil). Hujan meteor ini terjadi berdekatan dengan momen Solstis.
Sumber: starwalk.space, inthesky.org, planetary.org

