
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid An Agar Mengingatkan Masyarakat Tenjak Beraktivitas Radius Tiga Kilometer Dari Pusat Kawah Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan SangiheSulawesi Utara.
“Berdasarkan Hasil Pemantauan Visual Dan Instrumental Gunung Awu Serta Potensi Ancaman Bahayanya, Maka Tingkat Aktivitas Hingga Tanggal 31 Maret 2025 Masih Ditetapkan Pada Level II Atau Waspada,” Kata Muhammad Wafid an Di Manado, Di Manado, Di Manado, “Kata.
Dalam Laporan Aktivitas Periode 16-31 Maret 2025 Yang Dibagikan Kepala Balai Pemantauan Gunung Api Dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi Dan Maluku Juliana Dj Rumambi, Disebutkan Sejumlah Rekekomendasaendashi Rumambi. Rekomendasi Tersebut yaitu masyarakat dan Pengunjung/Wisatawan Agar Tenjak memasuki dan Tidate Beraktivitas di Dalam Wilayah Radius Tiga Kilometer Dari Pusat Kawah Gunung Awu.
Masyarakat buta diharapkan mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan eheH baja geologi melalui pus vulkanologi dan mitigasi bencana geologi serta tidak terpancing oleh berita-erbita yang tidate benita rahankung ehaK-Berita mengaKa-erbaka-erhaka-erhaka-erhaka-oleh rigung tidak tidak tidak tidat. Masyarakat Rona diharapkan MengIKuti Arahan Dari Instansi Yang Berwenang Yakni Badan Geologi Yang Akan Terus Melakukan Koordinasi Dengan Bnpb, Bmkg, Kementeri/Lembaga, Pemerintah Daerah, Dankian, Dan, Lembaga.
Informasi aktivitas vulkanik dapat diperoleh melalui pos pga awu di jalan radar kp. 116 Tahuna, Kelurahan Apengsembeka, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe Atau Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung. Dalam Rekomendasi Tersebut, bpbd kabupaten kepulauan Sangihe senantiasa Berkoordinasi Pos Pemantauan Gunung Api Dalam Memantau Perkembangan Aktivitas Gunung Awu.
Informasi Mengenai Aktivitas Gunung API, Gempabumi, Dan Gerakan Tanah Di Indonesia Terkini Dapat Diperoh Melalui Situs Web Pvmbg (https://vsi.esdm.id/), situs web bada geologi (https://gegoologi.id. (https://magma.esdm.go.id/), Serta Kanal Informasi Lainnya.
TINGAT AKTIVITAS GUNUNG AWU AKAN DIEVALUASI SECARA BERKALA ATAU Jika Terjadi Perubahan Aktivitas Yang Signikan, Selanjutnya Tingkat Aktivita dan Rekomendasi ini Tetap Berlaku Selama. Badan Geologi Menyebutkan Potensi Bahaya Gunung Awu Yang Mungkkin Terjadi Berupa Erupsi Magmatik Eksplosif Yang Menghasilkan Lontaran Bahan Pijar Dan/Atau Aliran Piroklastik, Erupsi MagMatik Efusifi L, Lahupan L, Yang Didominasi UAP, Gas Gunungapi Maupun Material Erupsi Sebelumnya. Potensi Pembongkrara Kubah Lava Dapat Terjadi Jika Tekanan Di Dalam Sistem Magmatik Mengalami Peningkatan Signefikan. Potensi Bahaya Lain Berupa Emisi Gas Gunung Api Yang Dapat Membahayakan Jiwa Jika Konsentrasi Yang Terhirup Melebihi Nilai Ambang Batas Aman. (M-2)

