
Kabinet Keamanan Israel Menyetjui rencana unktkan dan melegalkan 13 pos terdepan permukiman di Tepi Barat Yang diduduki. Ini Dikatakan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich Pada Minggu (23/3).
“Kami Terus memimpin Revolusi Normalisasi Dan Regulasi di Permukiman. Alih-Alih Bendera Bendera, Meminta Maaf, Kamizy Bendera, Membangun, dan Bermukim. Kata Smotrich.
Keutusan utuk memisahkan pos Terdepan Permukiman Tersebut Muncul Selama Kabinet Yang Diadakan Sabtu Malam.
Kelompok Perlawanan Palestina Hamas Mengutuk Langkah Israel Tersebut Sebawai Upaya Putus Asa Untuce Memaksakan Kenyataan Yang Suda Sudah Terjadi.
Komentar Smotrich itu menegaskan bahwa permukiman, dalam segala bentuknya, “Merupakan proyek kolonisasi rasis yang bertujuan menggusur rakyat kita, merampas tanah dan tempat-tempat suci mereka, serta memaksakan rezim apartheid yang penuh kebencian, Yang Secara Mencolok Melanggar Semua Hukum Dan Konvensi Internasional Dan Kemanusiaan, “Kata Hamas Dalam Suatu Pernyataan.
Hamas meminta masyarakat internasional unkzil tindakan guna Menghentikan Perluasan Permukiman Ilegal Israel Di Tepi Barat Yang Diduduki.
Laporan Palestina Memperkirakan Bahwa Pada Akhir 2024 Sekitar 770.000 Pemukim Ilegal Israel Tinggal Di 180 Permukiman Dan 256 Pos Terdepan Di Seluruh Wilayah Yang Diduduki.
Perserikatan Bangsa-Bangsa Menganggap Semua Permukiman Israel Di Wilayah Palestina Yang Diduduki Ilegal Menuru Hukum Internasional. PBB Mengperingatkan Bahwa Perluasan Yang Berkelanjutan Mengancam Upaya untuk Solusi Dua Negara.
Ketankan Meningkat di Seluruh Wilayah Tepi Barat Yang Diduduki. Sedikitinya 937 WARGA PALESTINA TEWAS DAN LEBIH DARI 7.000 ORANG TERLUKA AKIBAT SERANGAN OLEH TENTARA ISRAEL DAN PEMUKIM ILEGAL SEJAK DIMULAINYA SERIGAN DI GAZA PAYA 7 Oktober 2023, Mesurut Kementere KeseHatan Palestina.
PAYA Juli, Mahkamah Menyatakan Pendudukan Israel Yang Telah Berlahsung Lama Di Wilayah Palestina Sebagai Tindakan ilegal Dan Menyerukan Evakuasi Semua Permukiman Di Tepi Barat Dan Yerusalem Timur. (Yeni Safak/I-2)

