
WARGA DESA KOTO BANGUN, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten KamparProvinsi Riau, Sutarji telah menekuni pengepulan Lidi Serut Dari Pelepah Kelapa Sawit Sejak 2014. Mulanya, volume Yang Digarapnya Hanya Beberapa ton per Bulan, Kini Sudah Mencapai Lima ton per MingGu. Kini, Lidi Serut Sutarji Suda Dipasarkan para Bandar Sampai Ke Pakistan, India, Dan Tiongkok.
“SAYA Suda Melakoni usaha ini selama 12 tahun, Saya Mendapat Ridho Dan Keberkahan Dalam MEMENUHI Kebutuhan Hidup Sehari-Hari Dari Usaha Ini. ITU SEMUA BERKAT DOA DIAJUTUA,” KATA SUTARJI.
Sebelumnya Ia Merasa Sangat Putus Asa, Karena Dari Sekian Banyak Upaya Dan Yanga Yang Dilakoninya Berakhir Mengenaskan, Merugi Hingga Mengalami Kebangkrutan. Ditambah Lagi Rumah Tempat Tinggalnya Habis Dilahap API.
“SAAT ITU, USAHA SENDA BANGKRUT, MulAI USAHA Kebun Sawit, Menjadi Kontraktor Dan Usaha Lainnya Gagal, Bahkan Rahat Saya Terbakar. Tanah Kebun.
SAPU LIDI INI Dikumpulkan Dari Para Petani Sawit Sekaligus Memantu usaha Mikro Kecil Dan Menengah Masyarakat. Per kilogram Dibeli Seharga RP4 Ribu Sampai RP5 Ribu. Kemudian Dilansir di Gudang Tag Proses Selanjutnya Dijemur Hingga Kering, Lalu Dibawa Ke Medan. Dari usaha Itu, ia Suda Bisa Membangun Rahat, Gudang Dan Membeli Satu Unit Kendaraan. Menuru Sutarji Atau Yang Akrab Disapa Goji, Saat Ini Lidi Serut Sudah Banyak Saingan Karena Banyak Yang Menekuni Usaha Itu.
IA Mengumpulkan Helaian Lidi Dari Petani Setiap Hari Hemat Jadwal Berotasi, Berkeliling Setiap Tempat Dua Hari Sekali Untucut Ke Gudang Miliknya Sebanyak 50 ton Sampai 100 ton Kemudi Diproses Dengan Cara Menjem Menjur. Setelah Mencapai 7 HINGGA 10 ton Dalam Semarah, SAPU LIDI ITU DIANTAR KE MEDAN, SUMATRA UTARA, UNTUK DISERAHKAN KE BANDAR YANG ADA DI SANA. Lidi-Lidi Itu Kemudian Dikirim Ke Mancanegara Seperti Pakistan, India Dan Tiongkok Jagi Ke Daerah Lainnya. (M-2)

