
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana Program Menyebut Makan Bergizi Gratis (MBG) Bisa Menyerap surplus telur di Indonesia.
“Jadi Badan Gizi Mengbuat Pasar Emerging Namanya 82,9 Juta (Penerima Manfaat). Ini Adalah Pasar Berkembang. Tadi Pak Menteri Bappenas Mengatakan Telur Kita Kelebihan 200.000 ton. Kalau Makan Bergizi Suda Jalan, 200.000 ton Segera Akan Diserap, “Kata Dadan Dalam Keteranganya, Minggu (27/4).
PENYERAPAN TERSEBUT HARUS DIDUKUNG JUGA OLEH MASYARAKAT UNTUK MENGONSUMSI telur minimal 2 kali dalam seminggu.
“Kalau Kita Sarankana Makan Telur Dua Kali Semarah.
“Jadi Kalau Makan Bergizi Ini Sudah Jalan, Produksi Telurnya Begin-Gini Saja, Langsung Berkurang, ITU NAMANYA Menciptakan permintaan pasar baru yang baru muncul,” Sambungnya.
Program Dadan Menyebut MBG Merupakan Investasi untuk Bujentuk Sumber Daya Manusia Yang Berkualitas. Selain Itu, Dapat Menyumbang Perumbuhan Ekonomi Nasional.
“Jadi kami ini sebutnya memiliki tugas untuk investasi SDM besar-besaran masa depan, memberikan pemenuhan gizi. Tapi kita ingin buat mekanismenya agar tumbuh demand dan tumbuh kelayakan ekonomi sehingga ekonomi bergerak,” ujarnya.
Program Sejak Dimulainya MBG Pada 6 Januari 2025, Kata Dia, Awalnya Baru 300.000 Orang Penama Manfaat. Sekarang, Sambung Dadan, Dalam Waktu 3 Bulan, Suda 3 Juta Lebih Yang Telah Menerima Manfaat.
“Jadi Itulah Sebetulnya Yang Kita Kembangkan Oleh Bgn Dan Alhamdulillah Program Ini Sudah Di-meluncurkanTanggal 6 Januari Dan Itu Melayani 300.000 Orang Awalnya, Di 191 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, Di 26 Provinsi. Hari ini, Suda Tercatat 1.093 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, Hanya Dalam Waktu 3 Bulan, Suda Melayani 3 Juta, “Pungkasnya. (H-4)

