Close Menu
BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    What's Hot

    UGM Temukan Cacing Pita Endemik pada Komodo di Taman Nasional Komodo

    July 2, 2026

    Dukungan mengalir deras untuk influencer Nara Smith setelah putrinya didiagnosis menderita kanker

    July 2, 2026

    Pemenang terbaru, comeback dan kontroversi – tersingkirnya Senegal secara luar biasa

    July 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • UGM Temukan Cacing Pita Endemik pada Komodo di Taman Nasional Komodo
    • Dukungan mengalir deras untuk influencer Nara Smith setelah putrinya didiagnosis menderita kanker
    • Pemenang terbaru, comeback dan kontroversi – tersingkirnya Senegal secara luar biasa
    • Rayner menawarkan dukungan terhadap 'visi' Burnham untuk menyerahkan kekuasaan kepada masyarakat
    • Dewan Kota Belfast memberikan suara mendukung kesepakatan penggunaan studio BBC
    • Hingga 150 toko bekas WHSsmith High Street ditutup saat kesepakatan penyelamatan disetujui
    • Gyokeres Sebut Prancis Jadi Kandidat Juara Piala Dunia 2026
    • Vokalis Village People Victor Willis meninggal pada usia 74 tahun
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Thursday, July 2
    • Home
    • Cerita Teratas
    • Ekonomi
    • politik
    • Hiburan & Seni
    • Teknologi
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Home»politik»UGM Temukan Cacing Pita Endemik pada Komodo di Taman Nasional Komodo
    politik

    UGM Temukan Cacing Pita Endemik pada Komodo di Taman Nasional Komodo

    ByJuly 2, 2026No Comments0 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    UGM Temukan Cacing Pita Endemik pada Komodo di Taman Nasional Komodo
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    UGM Temukan Cacing Pita Endemik pada Komodo di Taman Nasional Komodo
    Ilustrasi(MI/Agus Utantoro)

    TIM PENELITI Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada menemukan cacing pita endemik Kapsulotaenia sandgroundi dengan prevalensi 6,67 persen pada komodo (Varanus komodoensis).

    Parasit ini memiliki adaptasi berupa kapsul pelindung ganda pada telurnya sehingga mampu bertahan hidup pada lingkungan sabana semi-kering yang menjadi habitat komodo.

    Guru Besar Bidang Parasitologi Kedokteran Hewan UGM Prof. Wisnu Nurcahyo, mengatakan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa parasit tidak hanya dipandang sebagai penyebab penyakit, tetapi juga dapat menjadi indikator kesehatan ekosistem, dan itu tidak penting bagi kedokteran hewan satwa liar.

    Baca juga: Kemenhut Siapkan 3 Lokasi Konservasi Eksitu Komodo di Luar Taman Nasional

    “Parasit bukan sekadar patogen, melainkan indikator ekologi ekologis. Populasi ektoparasit dan interaksinya dengan lingkungan serta manusia memproyeksikan perlunya manajemen biosekuriti yang lebih strategis,” ungkapnya, Kamis (2/7).

    Dikatakan, hasil penelitian diperoleh mahasiswa jenjang doktor Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), drh. Aji Winarso, M.Sc., dilakukan melalui penedekatan multidisiplin yang memadukan parasit klasik, taksonomi molekuler dan lanskap ekologi dalam kerangka One Health.

    Penelitian disertasi melalui skema Joint Supervision ini dibimbing oleh Prof. Dr. med. dokter hewan. drh. Wisnu Nurcahyo, Dr.drh. Dwi Priyowidodo, MP, serta Assoc. Prof.MVDr. Ivona Foitová, Ph.D., dari Masaryk University, Republik Ceko.

    Baca juga: Kemenhut dan Polri Gagalkan Perburuan Liar Bersenjata di TN Komodo

    Di tempat terpisah, Aji Winarso menuturkan penelitian yang dilakukannya menyoroti dari sisi aspek kesehatan komodo liar masih menjadi bagian yang belum banyak dikaji dalam upaya konservasi.

    Selama ini, sebagian penelitian besar lebih menitikberatkan pada populasi dan ekologi, padahal penyakit dapat menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup satwa endemik yang hidup di pulau-pulau kecil.

    “Kami ingin membangun data dasar mengenai patogen dan parasit komodo sebagai dasar untuk mendeteksi ancaman penyakit sejak dini, terutama di tengah meningkatnya interaksi komodo dengan manusia akibat aktivitas pariwisata,” ujarnya.

    Ia mengemukakan penelitian diawali dengan menyediakan aspek hukum melalui izin etika dan perizinan akses sumber daya genetik dari Kementerian Kehutanan.

    Selanjutnya, tim berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo sebagai mitra penelitian sebelum melakukan observasi habitat dan pengambilan sampel biologi berupa feses, darah, serta ektoparasit komodo pembohong.

    Sampel yang diperoleh, dia, kemudian diidentifikasi secara morfologis menggunakan mikroskop. Untuk memastikan identitas setiap parasit, tim melanjutkan analisis menggunakan metode molekuler sehingga hasil identifikasi dapat dipastikan secara lebih akurat.

    Dari hasil penelitian, Aji mengatakan keberadaan cacing di saluran pencernaan maupun caplak pada kulit komodo merupakan kondisi yang lazim ditemukan di alam liar. Namun, peningkatan beban parasit akibat perubahan habitat atau stres lingkungan dapat mengancam daya tahan hidup komodo.

    Ia juga menyoroti temuan caplak komodo yang menggigit manusia di Pulau Rinca sebagai sinyal penting bagi pengelola kawasan konservasi.

    Caplak berpotensi menjadi vektor berbagai mikroorganisme patogen sehingga interaksi yang terlalu dekat antara komodo, satwa mangsa seperti rusa dan babi, serta manusia di kawasan wisata dapat meningkatkan risiko limpahan atau lompatan penyakit.

    “Jika terjadi interaksi yang terlalu dekat tanpa batas antara komodo, satwa mangsa (seperti rusa dan babi), dan manusia di zona wisata, risiko lompatan penyakit sangat nyata,” ungkapnya.

    Aji menyarankan kepada pengelola Taman Nasional Komodo (TNK) dan pemerintah agar segera membangun sistem pencegahan dini kesehatan berbasis one health.

    Ia mengatakan bahwa pengelola arus rutin memantau tren parasit pada komodo secara berkala, memastikan satwa mangsanya bebas dari penyakit menular, dan memperkuat biosekuriti bagi petugas dan wisatawan agar rantai penularan zoonosis dapat terputus. (AU)

    Cacing Endemik Komodo Nasional pada pita Taman temukan ugm
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

      Related Posts

      Rayner menawarkan dukungan terhadap 'visi' Burnham untuk menyerahkan kekuasaan kepada masyarakat

      July 2, 2026

      Gyokeres Sebut Prancis Jadi Kandidat Juara Piala Dunia 2026

      July 1, 2026

      Vokalis Village People Victor Willis meninggal pada usia 74 tahun

      July 1, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Top Posts

      Negara Yang Selalu Ada Dalam Dunia Fikssi

      April 25, 2025137

      Sleebew: Istilah Dalam Bahasa Gaul Yang Populer

      May 1, 2025106

      Sadap WA: Cara Mudah & Aman? Cek Faktanya!

      May 27, 202580

      Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan, BerIKUT BACAAN NIATYA

      June 20, 202574
      Don't Miss
      politik

      UGM Temukan Cacing Pita Endemik pada Komodo di Taman Nasional Komodo

      ByJuly 2, 20261

      Ilustrasi(MI/Agus Utantoro) TIM PENELITI Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada menemukan cacing pita endemik Kapsulotaenia…

      Dukungan mengalir deras untuk influencer Nara Smith setelah putrinya didiagnosis menderita kanker

      July 2, 2026

      Pemenang terbaru, comeback dan kontroversi – tersingkirnya Senegal secara luar biasa

      July 2, 2026

      Rayner menawarkan dukungan terhadap 'visi' Burnham untuk menyerahkan kekuasaan kepada masyarakat

      July 2, 2026
      Stay In Touch
      • Facebook
      • Twitter
      • Pinterest
      • Instagram
      • YouTube
      • Vimeo
      About Us

      Selamat datang di BestGDTopics.com, sumber terpercaya Anda untuk berita terkini dan informasi mendalam dalam berbagai kategori seperti Cerita Teratas, Ekonomi, Politik, Hiburan & Seni, serta Teknologi.

      Kami berkomitmen untuk menyajikan berita yang akurat, terkini, dan relevan bagi masyarakat Indonesia. Dengan tim yang berdedikasi, kami menghadirkan liputan mendalam, analisis yang tajam, dan sudut pandang yang beragam untuk memastikan Anda selalu mendapatkan informasi yang tepat.

      Our Picks

      UGM Temukan Cacing Pita Endemik pada Komodo di Taman Nasional Komodo

      July 2, 2026

      Dukungan mengalir deras untuk influencer Nara Smith setelah putrinya didiagnosis menderita kanker

      July 2, 2026

      Pemenang terbaru, comeback dan kontroversi – tersingkirnya Senegal secara luar biasa

      July 2, 2026
      Categories
      • Cerita Teratas
      • Ekonomi
      • Hiburan & Seni
      • politik
      • Teknologi
      © 2026 Bestgdtopics. Designed by webwizards7.
      • Syarat dan Ketentuan
      • Kebijakan Privasi
      • Hubungi Kami
      • Tentang Kami

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Newsletter Signup

      Subscribe to our weekly newsletter below and never miss the latest product or an exclusive offer.

      Enter your email address

      Thanks, I’m not interested