Close Menu
BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    What's Hot

    Seorang pria didakwa memiliki bahan peledak setelah bom ditemukan di dalam mobil

    July 26, 2026

    Burnham untuk mengatasi perawatan sosial, pengangguran kaum muda dan devolusi

    July 26, 2026

    Apa yang diceritakan Love Island kepada kita tentang perubahan wajah kencan

    July 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Seorang pria didakwa memiliki bahan peledak setelah bom ditemukan di dalam mobil
    • Burnham untuk mengatasi perawatan sosial, pengangguran kaum muda dan devolusi
    • Apa yang diceritakan Love Island kepada kita tentang perubahan wajah kencan
    • Howe tidak yakin dengan Guimaraes di tengah minat Arsenal
    • Real Madrid Disebut Sedang Membidik Yan Diomande
    • Band pop yang beralih dari bermain untuk anjing penyelamat hingga menjual arena
    • Lebih dari 220.000 orang dievakuasi di Perancis dan Spanyol akibat kebakaran hutan
    • Sepuluh orang tewas dalam serangan Rusia terhadap pameran drone di dekat Kyiv
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Sunday, July 26
    • Home
    • Cerita Teratas
    • Ekonomi
    • politik
    • Hiburan & Seni
    • Teknologi
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Home»politik»UGM Temukan Cacing Pita Endemik pada Komodo di Taman Nasional Komodo
    politik

    UGM Temukan Cacing Pita Endemik pada Komodo di Taman Nasional Komodo

    ByJuly 2, 2026No Comments8 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    UGM Temukan Cacing Pita Endemik pada Komodo di Taman Nasional Komodo
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    UGM Temukan Cacing Pita Endemik pada Komodo di Taman Nasional Komodo
    Ilustrasi(MI/Agus Utantoro)

    TIM PENELITI Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada menemukan cacing pita endemik Kapsulotaenia sandgroundi dengan prevalensi 6,67 persen pada komodo (Varanus komodoensis).

    Parasit ini memiliki adaptasi berupa kapsul pelindung ganda pada telurnya sehingga mampu bertahan hidup pada lingkungan sabana semi-kering yang menjadi habitat komodo.

    Guru Besar Bidang Parasitologi Kedokteran Hewan UGM Prof. Wisnu Nurcahyo, mengatakan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa parasit tidak hanya dipandang sebagai penyebab penyakit, tetapi juga dapat menjadi indikator kesehatan ekosistem, dan itu tidak penting bagi kedokteran hewan satwa liar.

    Baca juga: Kemenhut Siapkan 3 Lokasi Konservasi Eksitu Komodo di Luar Taman Nasional

    “Parasit bukan sekadar patogen, melainkan indikator ekologi ekologis. Populasi ektoparasit dan interaksinya dengan lingkungan serta manusia memproyeksikan perlunya manajemen biosekuriti yang lebih strategis,” ungkapnya, Kamis (2/7).

    Dikatakan, hasil penelitian diperoleh mahasiswa jenjang doktor Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), drh. Aji Winarso, M.Sc., dilakukan melalui penedekatan multidisiplin yang memadukan parasit klasik, taksonomi molekuler dan lanskap ekologi dalam kerangka One Health.

    Penelitian disertasi melalui skema Joint Supervision ini dibimbing oleh Prof. Dr. med. dokter hewan. drh. Wisnu Nurcahyo, Dr.drh. Dwi Priyowidodo, MP, serta Assoc. Prof.MVDr. Ivona Foitová, Ph.D., dari Masaryk University, Republik Ceko.

    Baca juga: Kemenhut dan Polri Gagalkan Perburuan Liar Bersenjata di TN Komodo

    Di tempat terpisah, Aji Winarso menuturkan penelitian yang dilakukannya menyoroti dari sisi aspek kesehatan komodo liar masih menjadi bagian yang belum banyak dikaji dalam upaya konservasi.

    Selama ini, sebagian penelitian besar lebih menitikberatkan pada populasi dan ekologi, padahal penyakit dapat menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup satwa endemik yang hidup di pulau-pulau kecil.

    “Kami ingin membangun data dasar mengenai patogen dan parasit komodo sebagai dasar untuk mendeteksi ancaman penyakit sejak dini, terutama di tengah meningkatnya interaksi komodo dengan manusia akibat aktivitas pariwisata,” ujarnya.

    Ia mengemukakan penelitian diawali dengan menyediakan aspek hukum melalui izin etika dan perizinan akses sumber daya genetik dari Kementerian Kehutanan.

    Selanjutnya, tim berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo sebagai mitra penelitian sebelum melakukan observasi habitat dan pengambilan sampel biologi berupa feses, darah, serta ektoparasit komodo pembohong.

    Sampel yang diperoleh, dia, kemudian diidentifikasi secara morfologis menggunakan mikroskop. Untuk memastikan identitas setiap parasit, tim melanjutkan analisis menggunakan metode molekuler sehingga hasil identifikasi dapat dipastikan secara lebih akurat.

    Dari hasil penelitian, Aji mengatakan keberadaan cacing di saluran pencernaan maupun caplak pada kulit komodo merupakan kondisi yang lazim ditemukan di alam liar. Namun, peningkatan beban parasit akibat perubahan habitat atau stres lingkungan dapat mengancam daya tahan hidup komodo.

    Ia juga menyoroti temuan caplak komodo yang menggigit manusia di Pulau Rinca sebagai sinyal penting bagi pengelola kawasan konservasi.

    Caplak berpotensi menjadi vektor berbagai mikroorganisme patogen sehingga interaksi yang terlalu dekat antara komodo, satwa mangsa seperti rusa dan babi, serta manusia di kawasan wisata dapat meningkatkan risiko limpahan atau lompatan penyakit.

    “Jika terjadi interaksi yang terlalu dekat tanpa batas antara komodo, satwa mangsa (seperti rusa dan babi), dan manusia di zona wisata, risiko lompatan penyakit sangat nyata,” ungkapnya.

    Aji menyarankan kepada pengelola Taman Nasional Komodo (TNK) dan pemerintah agar segera membangun sistem pencegahan dini kesehatan berbasis one health.

    Ia mengatakan bahwa pengelola arus rutin memantau tren parasit pada komodo secara berkala, memastikan satwa mangsanya bebas dari penyakit menular, dan memperkuat biosekuriti bagi petugas dan wisatawan agar rantai penularan zoonosis dapat terputus. (AU)

    Cacing Endemik Komodo Nasional pada pita Taman temukan ugm
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

      Related Posts

      Burnham untuk mengatasi perawatan sosial, pengangguran kaum muda dan devolusi

      July 26, 2026

      Real Madrid Disebut Sedang Membidik Yan Diomande

      July 25, 2026

      Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Lonjakan Harga BBM Baru Dimulai

      July 24, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Top Posts

      Negara Yang Selalu Ada Dalam Dunia Fikssi

      April 25, 2025146

      Sleebew: Istilah Dalam Bahasa Gaul Yang Populer

      May 1, 2025110

      Sadap WA: Cara Mudah & Aman? Cek Faktanya!

      May 27, 202589

      Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan, BerIKUT BACAAN NIATYA

      June 20, 202584
      Don't Miss
      Cerita Teratas

      Seorang pria didakwa memiliki bahan peledak setelah bom ditemukan di dalam mobil

      ByJuly 26, 20261

      Pada sidang Pengadilan Kriminal Khusus, Sersan Shane Noone mengatakan dia menangkap O'Donovan pada pukul 17:07…

      Burnham untuk mengatasi perawatan sosial, pengangguran kaum muda dan devolusi

      July 26, 2026

      Apa yang diceritakan Love Island kepada kita tentang perubahan wajah kencan

      July 26, 2026

      Howe tidak yakin dengan Guimaraes di tengah minat Arsenal

      July 25, 2026
      Stay In Touch
      • Facebook
      • Twitter
      • Pinterest
      • Instagram
      • YouTube
      • Vimeo
      About Us

      Selamat datang di BestGDTopics.com, sumber terpercaya Anda untuk berita terkini dan informasi mendalam dalam berbagai kategori seperti Cerita Teratas, Ekonomi, Politik, Hiburan & Seni, serta Teknologi.

      Kami berkomitmen untuk menyajikan berita yang akurat, terkini, dan relevan bagi masyarakat Indonesia. Dengan tim yang berdedikasi, kami menghadirkan liputan mendalam, analisis yang tajam, dan sudut pandang yang beragam untuk memastikan Anda selalu mendapatkan informasi yang tepat.

      Our Picks

      Seorang pria didakwa memiliki bahan peledak setelah bom ditemukan di dalam mobil

      July 26, 2026

      Burnham untuk mengatasi perawatan sosial, pengangguran kaum muda dan devolusi

      July 26, 2026

      Apa yang diceritakan Love Island kepada kita tentang perubahan wajah kencan

      July 26, 2026
      Categories
      • Cerita Teratas
      • Ekonomi
      • Hiburan & Seni
      • politik
      • Teknologi
      © 2026 Bestgdtopics. Designed by webwizards7.
      • Syarat dan Ketentuan
      • Kebijakan Privasi
      • Hubungi Kami
      • Tentang Kami

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Newsletter Signup

      Subscribe to our weekly newsletter below and never miss the latest product or an exclusive offer.

      Enter your email address

      Thanks, I’m not interested