
ERHA Perawatan Kulit Group semakin menyatakan posisi sebagai pemimpin perawatan kulit dermatologi Indonesia di tengah mendirikan pasar sektor tersebut di ASEAN dengan meluncurkan tiga inovasi terbaru berdasarkan penelitian klinis dan keahlian dermatolog, yaitu ERHA SKINSITIVE Ultracalm Face Sunscreen, ERHA ACNEACT Micellar Water, dan HisErha Duo Parfum Premium.
Peluncuran ini dilakukan di tengah pertumbuhan pasar yang signifikan perawatan kulit dermatologi di kawasan ASEAN yang pada tahun 2025 mencapai US$1,52 miliar pada tahun 2025 dan diproyeksikan tumbuh menjadi US$2,29 miliar pada tahun 2030 atau rata-rata tingkat pertumbuhan/Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) sebesar 8,54%. Indonesia sendiri menjadi pasar terbesar dengan penguasaan 43,5% pangsa pasar perawatan kulit sensitif ASEAN.
Sejalan dengan pertumbuhan pasar perawatan kulit nasional yang diperkirakan mencapai US$4,64 miliar pada tahun 2032, ERHA Skincare Group menegaskan komitmennya sebagai satu-satunya merek perawatan kulit dermatologi Indonesia yang telah konsisten selama lebih dari 25 tahun menghadirkan solusi perawatan kulit berbasis praktik klinis nyata.
“ERHA Skincare tidak hanya mengikuti tren, tetapi membangun standar. Tiga inovasi ini memperkuat posisi kami sebagai pionir perawatan kulit dermatologi Indonesia yang lahir dari praktik klinik, bukan dari klaim pemasaran,” ujar Director Brand, Marketing, and Sales ERHA Skincare Group Afril Wibisono dikutip dari siaran pers yang diterima, Rabu (11/2).
Afril menekankan seluruh produk inovasi ERHA Skincare mengedepankan dibuat secara klinis, dipercaya oleh dokter kulitsebuah pendekatan yang membedakan ERHA dari berbagai klaim telah diuji oleh dokter kulit atau direkomendasikan oleh dokter kulit yang penting di industri.
Dibuat secara klinis berarti produk diciptakan di laboratorium klinik berstandar medis, dikembangkan dengan standar farmasi, dirumuskan langsung oleh tim dermatolog, serta diuji pada pasien klinik sebelum dipasarkan. Sementara itu, dokter kulit terpercaya berarti produk ERHA telah divalidasi oleh lebih dari 200 tenaga medis profesional, didukung jaringan di 112 klinik dermatologi di seluruh Indonesia, serta memiliki rekam jejak lebih dari 25 tahun dalam praktik dermatologi.
“Banyak merek yang mengklaim produknya telah diuji oleh dokter kulit atau mendapat dukungan dari asosiasi dermatologi. Perbedaan kami yang paling mendasar bukan hanya soal diuji, tetapi diciptakan langsung oleh dokter kulit yang setiap hari menangani ribuan pasien dengan berbagai kondisi kulit. Autentisitas ini tidak bisa dibeli,” tegas Afril.
Dia menjelaskan keunggulan ERHA yang unggul dibandingkan merek perawatan kulit lain. Di antaranya asal usul dan perkembangannyamaksudnya ERHA lahir dari klinik sejak 1999 sehingga memiliki masukan medis dari pengalaman klinis nyata, bukan dari laboratorium kosmetik. Produknya pun dirancang untuk pasien yang memiliki kebutuhan tertentu, mulai dari yang biasa sampai yang luar biasa.
“Mungkin di merek lain, membuat tes untuk 30 orang dalam dua minggu. Namun, kami telah melakukan observasi ribuan pasien dalam waktu tiga bulan, bahkan sudah lebih dari 25 tahun. Bedanya seperti melakukan pemungutan suara untuk 10 orang melawan sensus nasional,” katanya.
Adapun keunggulan berikutnya yakni standar formulasi yakni dengan keunggulan konsentrasi kelas medis untuk efektivitas yang lebih tinggi, kemurnian dan stabilitas berstandar farmasi, teknologi penghantaran yang canggihserta optimalisasi pH untuk efektivitas maksimal. Bukan hanya daftar bahan yang sama, tingkat konsentrasi, standar kemurnian, hingga teknologi penghantaran semuanya berbeda.
Selain itu, ERHA juga memiliki dukungan profesional. ERHA terintegrasi dengan lebih dari 100 dermatolog aktif yang meresepkan ERHA sebagai bagian dari protokol perawatan, para dokter kemudian juga reputasi mereka dengan resep produk ERHA, serta ERHA pun melatih dermatolog mengenai penelitian kulit dan rambut terkini.
“Perbedaan antara dokter yang digunakan ERHA untuk melayani pasien dengan dokter yang sering bergandengan dengan merek tertentu untuk kampanye pemasaran yakni yang keluar berarti keputusan media, bukan sekadar transaksi semata,” tandasnya. (Fal / E-1)

