
PETUGAS SAR Gabungan menghadapi sejumlah tantangan dalam lanjutan operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Pada hari kelima operasi pencarian, Rabu (28/1), kegiatan SAR terpaksa dihentikan sebanyak dua kali akibat cuaca buruk.
Operasi sempat dimulai pada pukul 07.30 WIB, namun kembali dihentikan pada pukul 08.45 WIB karena hujan disertai angin kencang dan kencang. kabut tebal. Setelah kembali dilanjutkan, namun pada pukul 10.30 WIB petugas kembali ditarik dari lokasi karena intensitas hujan meningkat dan kondisi medan semakin licin.
Sejumlah kendala yang dihadapi petugas, mulai dari cuaca yang berubah-ubah, angin kencang hingga kabut yang menyebabkan pandangan terbatas.
“Cuaca cepat berubah, sehingga kami harus terus memperhatikan faktor keselamatan petugas di lapangan,” kata Komandan Sektor SAR Bandung, Agung Suprianto di lokasi.
Hingga pukul 11.00 WIB, belum ada korban yang berhasil dievakuasi. Petugas baru menemukan dua unit sepeda motor yang diduga milik korban.
Pada operasi kali ini, ia menjelaskan, operasi pencarian bagian dalam dua subsektor, yaitu A1 atas dan A1 bawah. Sementara A1 tengah belum dimaksimalkan karena area tersebut sudah lebih dulu terjamah.
“Saat ini alat berat sedang berupaya beroperasi di sektor A1,” ujarnya.
Agung menuturkan, total area yang terdampak longsor diperkirakan mencapai 2,6 hektare dengan ketebalan lumpur mencapai 2 hingga 7 meter.
“Kabut tebal juga sempat menurunkan jarak pandang hingga sekitar 10 sampai 15 meter, yang menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian,” bebernya.
Situasi pencarian pada hari kelima relatif lebih nyaman dibandingkan hari-hari sebelumnya. Hal ini karena tidak banyak warga yang berada di lokasi pencarian, sehingga petugas dapat lebih fokus melakukan evakuasi.
Sementara itu, hingga Rabu siang hujan masih mengguyur lokasi bencana sehingga operasi pencarian belum dapat dilanjutkan. Sejumlah petugas SAR memanfaatkan kondisi tersebut untuk beristirahat dan makan siang sambil menunggu cuaca membaik. Hingga saat ini, total paket tubuh yang berhasil dievakuasi sejak hari pertama kejadian mencapai 48. Sementara itu, sekitar 32 orang masih dalam proses pencarian. (Ditjen/E-4)

