Close Menu
BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    What's Hot

    Everton Ingin Pinjam Youssef En-Nesyri dari Fenerbahce dengan Opsi Beli

    January 15, 2026

    'Mengerikan': Warga menggambarkan pembantaian setelah kecelakaan kereta api di Thailand

    January 15, 2026

    Para penggiat Hukum Hillsborough mengatakan mereka tidak dapat mendukung rancangan undang-undang tersebut

    January 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Everton Ingin Pinjam Youssef En-Nesyri dari Fenerbahce dengan Opsi Beli
    • 'Mengerikan': Warga menggambarkan pembantaian setelah kecelakaan kereta api di Thailand
    • Para penggiat Hukum Hillsborough mengatakan mereka tidak dapat mendukung rancangan undang-undang tersebut
    • Bintang pengkhianat mengungkap strategi pembunuhan selama 'pengalaman luar biasa' di acara itu
    • Antam Pongkor Sebut Informasi 700 Orang Terjebak tidak Benar
    • Aktor John Alford dipenjara karena pelecehan seksual terhadap remaja
    • Pemerintah Konsultasi ke KPK soal Impor Energi dan Pesawat tanpa Tender Imbas Kesepakatan Tarif AS
    • Kompetisi Kota Kebudayaan Inggris yang pertama mencari 'cerita unik'
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Thursday, January 15
    • Home
    • Cerita Teratas
    • Ekonomi
    • politik
    • Hiburan & Seni
    • Teknologi
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Home»politik»Krisis Bantuan, Korban Banjir di Aceh Sedang Tidak Baik-Baik Saja
    politik

    Krisis Bantuan, Korban Banjir di Aceh Sedang Tidak Baik-Baik Saja

    ByDecember 19, 2025No Comments2 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Krisis Bantuan, Korban Banjir di Aceh Sedang Tidak Baik-Baik Saja
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Krisis Bantuan, Korban Banjir di Aceh Sedang Tidak Baik-Baik Saja
    Sejumlah warga korban bencana yang terisolir di Daerah Aliran Sungai (DAS) lewat jembatan tali darurat penghubung dari Desa Bergang Kecamatan Ketol, Aceh Tengah dan Desa Simpang Rahmat, Gajah Putih, Bener Meriah, Aceh, Minggu (14/12/2025).(Antara)

    “SAYA bersyukur keadaan sudah mulai membaik. Walaupun kita masih prihatin, kita terus bekerja keras agar pemulihan bisa segera tercapai.” Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto, saat mengunjungi pengunsi banjir di Sumatera Barat, Kamis (18/12).

    Ucapan Presiden yang menyebut situasi terkendali justru berbanding terbalik jika melihat perkembangan di Aceh. Apalagi banyak pengakuan para korban banjir yang masih memprihatinkan hingga pekan ke-3 ini.

    Sesuai penelusuran Media IndonesiaKamis (18/12) misalnya, kehidupan di lokasi-lokasi terjangan banjir besar itu masih seperti pungguk merindukan bulan. Bahkan kebutuhan dasar dan makanan pokok saja masing-masing belum terpenuhi.

    Baca juga: Prabowo Akhirnya Lihat Aceh Tamiang: Maaf masih belum Tertangani

    Seperti di Desa Alur Tani 1, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiangmereka belum mendapat aliran listrik dan sinyal telepon seluler. Untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian harus menggunakan air sumur yang masih keruh akibat sedimen lumpur.

    Ketika malam tiba, mereka harus tidur dalam kegelapan yang sunyi bealas terpal atau plastik bekas banjir. Kalaupun ada di antara rumah mereka tidak sampai rubuh diterjang banjir, tapi saat malam seperti tidur di dalam kuburan.

    “Hingga pekan ke-3 saya menjenguk ayah ibu di kampung, 1 kilogram beras pun belum ada bantuan pemerintah. Tidak ada bantuan juga berbentuk lain. kecuali ada dua lumpur beras, dua telur, dan tiga mie instan dari bantuan donatur lain di luar intansi pemerintah,” tutur Sugeng Handayani, lelaki asal Desa Alur Tani 1, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, yang merupakan Kepala SMA Sukma Bangsa Pidie.

    Baca juga: RSUD Aceh Tamiang Mulai Pulih Bertahap setelah Lumpuh Total akibat Banjir

    Lalu jaringan telpon juga masih dibatalkan, belum pulih sepenuhnya. Untuk berkomunikasi melalui telepon selular, warga harus mencari tempat yang menyediakan jaringan starlink.

    Untuk mencari jasa telekomunikasi itu kadang harus jalan kaki berkisar 8 hingga 10 km. Itupun jaringannya sangat lambat.

    “Siapa yang ingin menghubungi jarak jauh harus membayar kepada pemilik jasa starlink Rp15.000/2 jam. Jadi karena jaringat sangat lambat karena banyak pemakai, asal sudah bisa terhubung nomor tujuan dan bisa berbicara yang penting saja sudah cukup,” kata Sugeng.

    Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah

    Tidak jauh berbeda juga dituturkan oleh Yasin Bayla, tokoh masyarakat Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Dari awal bencana meluluhlantakkan kawasan setempat pada akhir bulan lalu hingga Kamis (18/12), ia juga tidak pernah menerima bantuan bahan pokok dari pemerintah.

    Untuk kebutuhan air bersih juga sangat langka. Lebih parah lagi arus listrik padam total atau sama sekali tidak hidup.

    Yasin mengaku sempat mendengar kabar bahwa ada bantuan bahan pangan diangkut dengan heli untuk korban terdampak di Aceh Tamiang. Tapi tidak tahu di mana sekarang dan ke mana bantuan itu disalurkan.

    “Kalau dari donatur lain ada, saya terima sekitar 5 kg beras dan 10 bungkus mie instan. Tapi kalau dari pemerintah tidak ada sama sekali,” tutur Yasin Bayla yang juga penyuluh Agama Islam Kecamatan Karang Baru.

    Dikatakannya sekarang kondisi warga korban banjir di Aceh Tamiang sangat buruk. Bukan saja tidak mendapat bantuan, kini mereka rawan terserang penyakit pascabanjir.

    Apalagi mereka tiap malam tidur dengan kondisi gelap, diserang nyamuk, tidak memiliki kelambu dan banyak debu. Lalu krisis sanitasi dan tempat pembuangan air besar.

    Di Kota Kuala Simpang, Ibu kota Kabupaten Aceh Tamiang, kondisi di malam hari masih terkesan angker dengan pemandangan gelap karena padamnya listrik serta bangunan rusak penuh lumpur. Ditambah lagi pemandangan puluhan bangkai mobil berserakan seperti kota hantu.

    “Sekarang air bersih untuh keperluan membuat susu bayi saja sangat sulit. Apa lagi logistik lainnya,” tutur Aiyub, warga Kuala Simpang.

    Jumlah Helikopter Angkutan Bantuan tak Memadai

    Juru Bicara Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, kepada Media Indonesia mengakui bantuan untuk korban banjir jauh dari kata mencukupi. Penyebabnya antara lain adalah pasokan barang mengandalkan heli yang jumlahnya sedikit.

    Karena intensitas angkutan yang sangat terbatas hanya mampu membawa sekitar 300 kg setiap kali terbang. Apalagi mencakup wilayah banjir aceh sangat luar biasa di banyak titik. Jumlah penerbangan pun hanya 15 hingga 16 trip sehari.

    “Jatuhan dengan udara jelas belum mencukupi. Dengan intensitas terbang sangat rendah seperti itu, daya angkut cuma 300 kg, bagaimana mungkin bisa mencukupi dengan kecakupan wilayah yang sangat luas,” tutur Murthalamuddin.

    Dikatakan Murthalamuddin, sekarang relawan adalah tenaga yang diandalkan untuk membantu dan mengangkut barang. Baik dari sumbangan batuan atau logistik pemerintah.

    Tanpa kerja keras lawan utuk menyampaikan bantuan pemerintah dan kontribusi pihak lain, itu akan lebih parah lagi di lokasi. Karena personel dari pemerintah masih sangat sedikit. (MR/E-4)

    Aceh BaikBaik Banjir bantuan Korban krisis Saja Sedang tidak
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

      Related Posts

      Para penggiat Hukum Hillsborough mengatakan mereka tidak dapat mendukung rancangan undang-undang tersebut

      January 15, 2026

      Antam Pongkor Sebut Informasi 700 Orang Terjebak tidak Benar

      January 15, 2026

      Pemerintah Konsultasi ke KPK soal Impor Energi dan Pesawat tanpa Tender Imbas Kesepakatan Tarif AS

      January 14, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Top Posts

      Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan, BerIKUT BACAAN NIATYA

      June 20, 202545

      Sadap WA: Cara Mudah & Aman? Cek Faktanya!

      May 27, 202545

      Asisten yang menuduh Kanye di sebelah barat kekerasan seksual 'bersembunyi', kata pengacara

      July 24, 202540

      Perjuangan Adalah: Arti, Penggunaan, Dan Contoh Dalam Bahasa Inggris

      August 3, 202538
      Don't Miss
      Teknologi

      Everton Ingin Pinjam Youssef En-Nesyri dari Fenerbahce dengan Opsi Beli

      ByJanuary 15, 20260

      Penyerang Fenerbahce Youssef En-Nesyri(AFP/OZAN KOSE) KLUB Liga Primer Inggris, Evertondilaporkan telah mengajukan penawaran resmi…

      'Mengerikan': Warga menggambarkan pembantaian setelah kecelakaan kereta api di Thailand

      January 15, 2026

      Para penggiat Hukum Hillsborough mengatakan mereka tidak dapat mendukung rancangan undang-undang tersebut

      January 15, 2026

      Bintang pengkhianat mengungkap strategi pembunuhan selama 'pengalaman luar biasa' di acara itu

      January 15, 2026
      Stay In Touch
      • Facebook
      • Twitter
      • Pinterest
      • Instagram
      • YouTube
      • Vimeo
      About Us

      Selamat datang di BestGDTopics.com, sumber terpercaya Anda untuk berita terkini dan informasi mendalam dalam berbagai kategori seperti Cerita Teratas, Ekonomi, Politik, Hiburan & Seni, serta Teknologi.

      Kami berkomitmen untuk menyajikan berita yang akurat, terkini, dan relevan bagi masyarakat Indonesia. Dengan tim yang berdedikasi, kami menghadirkan liputan mendalam, analisis yang tajam, dan sudut pandang yang beragam untuk memastikan Anda selalu mendapatkan informasi yang tepat.

      Our Picks

      Everton Ingin Pinjam Youssef En-Nesyri dari Fenerbahce dengan Opsi Beli

      January 15, 2026

      'Mengerikan': Warga menggambarkan pembantaian setelah kecelakaan kereta api di Thailand

      January 15, 2026

      Para penggiat Hukum Hillsborough mengatakan mereka tidak dapat mendukung rancangan undang-undang tersebut

      January 15, 2026
      Categories
      • Cerita Teratas
      • Ekonomi
      • Hiburan & Seni
      • politik
      • Teknologi
      © 2026 Bestgdtopics. Designed by webwizards7.
      • Syarat dan Ketentuan
      • Kebijakan Privasi
      • Hubungi Kami
      • Tentang Kami

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Newsletter Signup

      Subscribe to our weekly newsletter below and never miss the latest product or an exclusive offer.

      Enter your email address

      Thanks, I’m not interested