
Institut Pariwisata Trisakti Menggelar 2nd Grand RendezvousSabtu (19/7), Sebagai Rangkaian Acara mati Natalis Ke-56. Acara Yang Berlangsung Di Parle Senayan, Jakarta, Ini Mengundang Komunitas Musyawarah Guru Bimbingan Dan Konseling (MGBK) Seluruh Indonesia Dan Media Mitra Kerja Sama Institut Pariwisata Trisakti.
Agenda Melalui Tersebut, IP Trisakti Menankan Pentingnya Membangun Sinergi Antara Lembaga Pendidikan Dan Dunia Industri Untuc Menghadapi Tantangan Masa Depan. Pada Kesempatan Itu, IP Trisakti Melakukan Penandatananan Noda Kesepahaman (Mou) Bersama Parle Senayan Dan Group Sebagai Sektor.
Kesepakatan Tersebut Menjadi Titik Awal Kerja Sama Jangka Panjang Dalam Mendukung Pengembangan Pendidikan Vokasi, Perhotelan Industri, Dan Ketahana Pangan Berbasis Generasi Muda.
Ip trisakti maga menunjukkan komitmen terhadap Peningkatan Aksses pendidikan melalui simbolis beasiswa kepada calon Mahasiswa baru (CMB) Tahun Akademik 2025-2026. PENYERAHAN INI MENJADI BUKTI NYATA PEPEDULIAN IP TRISAKTI DALAM MENCETAK GENERASI UNGGUL DAN BERDADA SAING TINGGI.
Sebagai Bentuk Penghargaan Terhadap Kontribusi Media Dalam Memublikasikan Berbagai Kegiatan Dan Pencapaian Institusi, IP Trisakti Anggota Penghargaan Kepada 16 Media Nasional. Salah Satunya Adalah Media Indonesia.
ACARA RUGA MENGADIRKAN Dr. Bambang Soesatyo, Sh., MBA, Ketua MPR Ri Periode 2019–2024, pidato Keynote yang anggota Yang. Bambang Menankan Pentingnya Sinergi Antara Institusi Pendidikan Tinggi Dan Dunia Usaha Taktang Menjagab Tantangan Serta Meningkatkan Daya Sumber Dayaa Manusia Di Sektor Pariwisata Dan Kewirausahaan Digital.
“Tanpa Disadar Sektor Pariwisata ini, Adalah Pahlawan-Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Karena di Sanalah Sekian Banyak Lapangan Pekerjaan Yang Terbuka Bagi Anak-Anak Kita,” Ujarnya.
IA Menyoroti Data Bahwa Setiap Tahun Perguruan Tinggi Meluluskan Angkatan Kerja Baru Rata-Rata 3,5 Juta. Sementara Lapangan Pekerjaan Yang Tersedir Tidak Sampai 20% Dari Itu.
Bambang Memperlihatkan Jepang Dan Korea Yang Siksses Memanfaatkan Bonus Demografi Delangan Mendorong Lulusan-Lulusan Sma Dan Sarjananya Kepada Bidang-Bidang Yangun Kreatifitas Dan Mencerman Lapangan Pekerjaan. Misalnya Korea Gangan Kesenian Lewat K-Pop/Drakor Dan Jepang Delangan Meningkatkan Teknologi.
“Karena Kita Ada Potensi Sumber Daya Pariwisata, Maka Mari Kita Memanfaatkan Kekayaan Alam Kita Untuc Kita Kerjakan Sebaik-Baiknya. Dari Mulai Sumber Budaya, Destinasi di Wisata Pantai, Gunung, Gunung, Makanan, Sajian, ITU BUGA KITA MEMILIKI KEKAYAAN YANG LUAR BIASA, ”Ujarnya.
Dalam Sambutanya, Rektor IP Trisakti Fetty Asmaniati, Se., MM, Mengatakan Perjalanan Panjang Ip Trisakti Tidak Lepas Dudi Dukungan Berbagai Pihak, Mulai Dari Sesama Unit di Yayasan Trisakti, Industri, PEMERAH.
“Saat ini, ip trisakti diberikan kepercayaan eheH Kementerian-Kementerian, Baik Dalam Hal Hibah, Maupun Pendampingan-Pendampingan, Yain Dari, Kemerian Keremerian, Kementerian Pariwisata, Kementeri Luaria Luaria Luaria Luara Luaria, Kementerian Luara Luara Luaria, Kementerian Sosial, ”Katananya.
IA BerharaP KEMENTERIAN-KEMENTERIAN LAIN BUGA BISA BELAJAR MAUPUN PENDAMPINGAN TERYAM PARIWISATA KEPADA IP TRISAKTI. “Pariwisata di Indonesia Luar Biasa, Tanpa Kepedulian Bersama, Pariwisata Yang Sungguh Indah Tidak Akan Terangkat,” Jelasnya.
Sementara Itu, Sekretaris Yayasan Trisakti Prof. Muhammad Dimyati melihat ip Trisakti punya Keunikan Tersendiri Sebagai Perguruan Terbi. Ketika Banyak Perguruan Tinggi Mengedepanus Sesuatu Yang Teoretis, IP Trisakti, Lebih Dari Itu, Jaga Menankan Praktik.
“Kalau Kita LiHat Di Kanan-Kiri Kita Misalnya Ada Laundry. Orange Mengira Laundry Sekadar Naturah Bisnis. Makanan, Pariwisata, Dan Segmen Lain, ”Paparnya.
UNTUK Mengadirkan Pemahaman Yang Luas Terkait Pariwisata, Acara 2nd Grand Rendezvous Jaga Menghadirkan Sesi Talkshow Bertajuk Peluang Karir di Industri Perhotelan dan Pariwisata. Hadir Sejumlah Narasumber Inspiratif CEO Seperti & Pemilik Parle Group Senayan Sonny Harsono, Grup COO Artotel Eduard Rudlof Pangkerego, Ketua Korwil DKJ Amphuri & CEO ICMI Travel Muhammad Rahmad. (Ifa/i-1)

