
Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat Mengkritik Praktik Penulisan Sejarah Yang Dinilai Tenjak Sesuai Fakta. Hal Tersebut ia Sampaiikan Di Sekolah Partai Seusai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Ke-80, Minggu (1/6).
“Hari Lahir Pancasila Itu Dilarang Oheh Pemerintah Orde Baru, Oheh Kopkamtib Waktu ITU TAHUN 1970, Setelah Bung Wafat. Juni.
Djarot Mengatakan Penulisan Sejarah Seharusnya Berdasarkan Fakta, Bukan Berdasarkan Kentingan Politik. Maka Dari Itu, ia Mengingatkan Agar Sejarah Tidak DiManipulasi AtaU Ditutup-Tutupi.
“Penulisan Sejarah Itu Tolong Benar-Benar Sesuai Gelan Fakta Sejarah, Bukan 'Kisahnya', Kisah Bukan Mereka Yang Mangang, Tetapi Benar-Benar Cerita Perjuangan Bangsa Kita Ini,” Ujarnya.
“Janganlah Sejarah Itu Ditutup-Tutupi, Janganlah Sejarah Itu Disimpangkan. Kita Harus Benar-Benar Ketika Ada Penulisan Sejarah, ITU HARUS DENDAKUKAN GANGAN TBUKA,” Katananya.
Lebih Lanjut, Djarot Rona Menyinggung Penghapatan Terminologi Orde Lama Dalam Penulisan Buku Sejarah Versi Pemerintah. Ia Mengatakan Hal Tersebut Seharusnya Ditentukan Oleh Ahli Sejarah.
“Kalau Orde Lama, Orde Baru, Kita Serahkan Ke Ahli Sejarah. Masa Pemerintahan Bung Karno Itu Orde Lama, Masa Pemerintahan orde Baru, Masa Sekarang Reformasi, Nanti orde apa lagi? Itu Bagian sejaranah Juga,” “u,” ITU BAGIAN SEJIAN JUGANAH, “NANTI APA Lagi?

