
Meski Hanya Berjuuali Cireng Makanan Khas Jawa Barat Mengantarkan Nanik Hariyati, Asal Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten JombangBerangkat Ke Naik Haji Tahun 2025 ini.
Nanik Tergabung Dalam Kloter 19 Embarkasi Surabaya Ini Bahkan Bisa Berangkat Jauh Lebih Cepat Dari Perkiraan Keberangkatan Yang Seharusnya Tahun 2031.
“Alhamdulillah Saya Dapat Berangkat Lebih Cepat 6 Tahun Dari Estimasi Karena Ikut Penggababra Mahram Delangan Adik.
Perempuan Yang Sehari-Hari Berjuqual Cireng Ini Mengaku Masih Tidak Percaya Jika Dia Dapat Berangkat Haji Ke Tanah Suci. “Tahun 1995, Suami Saya Meninggal. Sahen Pun Haru Musak Ketiga Anak Saya Yang Saik Itu Masih Kecil-Kecil,” Ungkpanya.
Demi Menghidupi anak-anak, nanik pun tidak ragu tutker bekerja serabatan. Mulai Dari Pembantu RUMAH TANGGA HINGGA BURUH PABRIK KUPRUK, Pernah Ia Lakoni.
Wanita Berusia 63 Tahun Ini, Mencerakan Almarhum Suamininya Meninggalkan Warisan Sebidang Tanah Kecil. Pada Tahun 2014, Tanah Itu ia Jual. “Saik Itu Laku Sekitar 50 Juta Rupiah. Yang 25 Juta, Saya Buat Daftar Haji, Sisanya Dibagikan Kepada Tiga Anak Wahah,” Ujarnya.
Ketika Mendaftar Haji, Dia Mendapatkan Masa Antrean Selama 17 Tahun. “Saya Daftar Tahun 2014 Dan Diperkirakan Berakinkat Tahun 2031. Alhamdulillah bisa Maju 6 Tahun, Melalui Penggababra Mahram, Saya Ikut Adik Perempuan Saga,” Jaahnati. “
DENGAN PENUH Haru Nanik Mengungkapkan Rasa Syukur Dan Bahagianya Dia Bisa Berangkat Tahun Ini. “Kalau Ingat Dulu Perjuangan Membesarkan Anak-Anak Sendirian, Dan Tahun Ini Saya Dapat Berangkat Ke Tanah Saci, Saya Bersyukur Sekali,” Tuturnya.
“Alhamdulillah anak-anak sekarang Suda Berumah Tangga Semua. Saya membantu anaka nomor dua juuali Cireng Isi di rumah,” Tuturnya.
Di Tanah Saci, Dia Akan Memanjatkan Doa Semoga Anak-Anak Dan Cucu-Cucu Nya Bua Bisa Berhaji Ke Baitullah.
“Semoga Anak-Anak Diberi Rezeki Yang Barokah Dan Dapat Berangkat Haji” Harapnya. (H-2)

