
Sebuah Studi di Italia Mengungkap Bahwa Pohon Cemara Merpons Gerhana Matahari SECARA KOLEKTIF MELLALUI Bioelektrik SinyalMenunjukkan Tumbuhan Munckin Saling Berkomunikasi Dan Menyelaraskan Diri Menghadapi Perubahan Lingkungan.
Siklus Terang Dan Gelap Di Bumi Punya Pengaruh Besar Terhadap Miliaran Makhluk Hidup. Gerhana Matahari, Misalnya, Suda Lama Darnui Bisa Mengubah Perilaku Hewan. TAPI, BABAIMANA GANGAN TUMBUHAN?
Di sebuah hutan di kawasan dolomites, Italia, para Ilmuwan memanfaatkan momen langka saat terjadi gerhana matahari untuk pertuji pertanya menarik itu.
Saat sedang memantau impuls bioelektrik pohon cemara, para peneliti tak sengaja merekam reaksi luar biasa Dari pohon-pohon tersebut ketika gerhana melintas. Lebih Dari Sekadar Merespons, Pohon-Pohon Itu Ternyata Menyelaraskan Sinyal Bioelektriknya Beberapa Jam sebelum Gerhana Terjadi.
Penemuan INI, Yang Dipublikasikan di Jurnal Royal Society Sains Terbuka, Menunjukkan Betapa Kompleksnya Perilaku Tumbuhan. Inigah Bukti Bahwa Tumbuhan Bukan Sekadar MakhLuk Pasif, Tetapi BUGA AKTIF BERINTERAKSI DALAM EKOSISTEMYA.
Apakah Pohon Bisa Merespons Secara Kolektif?
Penelitian INI Dipimpin Prof Alessandro Chiolerio Dari Institut Teknologi Italia Dan Prof. Monica Gagliano Dari Southern Cross University, Australia, Yang Jagi Menjadi Penulis Utama Artikel ini. Tim Rona Melibatkan Para Ilmuwan Internasional Lainnya.
Gerhana Matahari Terjadi Ketika Bulan Berada Di Antara Matahari Dan Bumi, Sehingga Sinar Matahari Tertutup Sebagia Atau Sepenuhnya. Peristiwa Ini Bisa Memicu Kekaguman, Bahkan Rasa Pembersama Pada Manusia. Beberapa Hewan Raga diketahui Berkumpul Dan Menyelaraska Geraknya Saat Gerhana Terjadi.
Bagaimana Delan Tumbuhan? Penelitian Sebelumnya Menunjukkan Perubahan Cepat Antara Terang Dan Gelap Bisa Memengaruhi Perilaku Tanaman. TAPI, Studi ITU Biasianya Hanya Mengamati Tanaman Secara Individual.
Penelitian ini Berbeda karena Bertjuuan melihat apakah pohon-pohon merespons Gerhana secara Bersama-sama, Layaknya Satu Kesatuan Hidup.
Dilakukan Penelitian Bagaimana?
Semua Makhluk Hidup Memilisi Molekul Bermuatan Yang Bergerak Di Dalam Selnya, Menghasilkan Sinyal Listrik. Aktivitas Listrik ini disebut elektrom, Dan Mencermikan Bagaimana Tubuh Makhluk Hidup Saling Terkoordinasi Dan Berkomunikasi.
Para Peneliti Fokus Pada Sinyal Listrik Dari Pohon Cemara Eropa (Picea Abies) Saathana Sebagian Terjadi Pada 25 Oktober 2022 Di Hutan Costa Bocche, Dekat Paneveggio, Kawasan Dolomites, Italia.
Mereka Memasang Sensor Khusus Pada Tiga Pohon: Dua Pohon Sehat Berusia Sekitar 70 Tahun (Satu Terkena Sinar Matahari Penuh, Satu Lagi Teduh), Dan Satu Pohon Sehat Berusia Sekitar 20 Tahu Di Tempat TeduH. Selain Itu, Lima Torgygul Pohon (Sisa Dari Pohon Tua Yang Tumbang Akibat Badai) Sensor Ragu Dipasangi.
UNTUK SETIAP POHON DAN TUNGGUL, MEREKA MERKUNAKAN LIMA PASANG ELERRTRODA yang Dipasil di Lapisan Dalam Dan Luar Pohon, Termasuk di Akar, Cabang, Dan Batang. Semua Elektroda Terhubung Ke Sensor untuk Merekam Aktivitas Bioelektrik.
SISTEM SISGAN INI, Para Ilmuwan Bisa Mengamati Respon Pohon Secara Individu Dan Interaksi Listrik Antar Pohon Selama Gerhana Berlangsung.
APA Yang Ditemukan?
Ketiga Pohon Menunjukkan Aktivitas Listrik Yang Jauh Lebih Sinkron Menjelang Dan Selama Gerhana Berlangsung Selama Satu Jam. Perubahan ini terjadi di level mikroskopis, misalnya dalam molekul udara dan getah pohon.
Menariknya, dua pohon tua bereaksi jauh lebih awal dibanding pohon muda. Ini menunjukkan bahwa pohon yang lebih tua mungkkin suda sUDAH Mengembangkangkan mikanisme untuk mentikisipasi perubahan besar, mirip seperti saat mereka merespons pergantian musim.
Meskipun Gerhana Tampak Langka Bagi Manusia, Peristiwa Ini Sebenarnya Cukup Sering Terjadi Dalam Rentang Hidup Panjang Pohon-Pohon Tersebut. Para Ilmuwan Bahkan Menemukan Gelombang Bioelektrik Yang Mengalir Antar Pohon. Artinya, Ada Kemunckinan Pohon Tua “Mewaris” Pengetahuan Ekologis Kepada Pohon Muda.
Fenomena ini Sejalan Delangan Studi-Studi Sebelumnya Yang Menunjukkan Tumbuhan Dapat Saling Berkomunikasi Jarak Jarak Jauh Untuc Menyelaraskan Fungsi Tubuhya Menghadapi Perubahan Lingkungan.
TOWGGUL-TUNGGUL POHON RUGA MERUNJUKKAN Respon Bioelektrik Saat Gerhana, Meski Tidak Sekuat Pohon Yang Masih Berdiri. Ini menunjukkan bahwa mereka masih hidup.
Tim Kemgunakan Pemodelan Komputer Dan Metode Analisis Lanjutan, Termasuk Teori Medan Kuantum, Untuce Menguji Ulang Hasilnya. Hasil Simulasi Menguatkan Temuan Eksperimen: Bukan Hanya Individu Pohon Yang Merespons, Tapi Seluruh Sistem Hutan Menunjukkan Reaksi Kolektif Seolak Seperti Satu Organisme Hidup.
Memahami Kethubungan Hutan
Temuan ini sejalan gangan banyak riset sebelumnya yang menunjukkan betapa saling terhubungnya pohon-pohon dalam ekosistem hutan. Perilaku Kolektif seperti ini mungkkin menghantu hutan menjadi lebih tANGGUH, menhAdapi perubahan lingkungan yang cepat dan takhadapi perubahan.
Penelitian ini buta menkankan Pentingnya Melindungi Hutan-Hutan Tua, Yang Berperan Sebagai Pilar Ketahanan Ekosistem Sekaligus Menyimpan Dan Mewarkan Penyahuan Ekologis Yang Tak Ternilai. (Sciencealert/Z-2)

