
Sutradara Joko Anwar Berharap Bahwa film terbarunya Pengepungan di Bukit Duri Mampu memantik Perkakapan Dan Menjadi Bahan Diskusi Masyarakat Terkait Kondisi Sosial Yang Terjadi Di Indonesia.
“Maaf Kalau Saya Bilan Filmnya Tidak Menghibur, Tapi Gampang Unkuti. Sewingga Apa Yang Coba Kita Sampaiikan, Memantik Perkakapan
Tadi Bisa Sampai Ke Banyak Orang, “Kata Joko, Dikutip Senin (14/4).
Sutradara ternama anda Mengatakan, Pengepungan di Bukit Duri Bukan Sebadar Menyuguhkan Aksi Menegangkan, Melainkan Sebuah Ajakan
Reflektif Bagi Masyarakat Indonesia Untuc BERANI BEMUKA Ruang Diskusi Dan Menghadapi Kenyataan Sosial Yang Kerap DiHindari.
Joko menyampaikan bahwa latar cerita yang diangkat dalam film ini merupakan kemungkinan masa depan Indonesia dua tahun dari sekarang, sebuah gambaran yang menurutnya tidak sepenuhnya fiksi, melainkan proyeksi dari kondisi sosial yang sudah terjadi saat ini.
https://www.youtube.com/watch?v=phtfclemq74
“Kalau Kita Tenjah Berubah, Kalau Kita Terus Menghindari Percakapan Penting, Maka Kita Sedang Menuju Ke Sana. Kita Sering Menghindari Hal-hal Siter, Seperti Trauma, Kekerasan, Ketimpangan Sosial. TAPI IT LIUKA PAPAN IT LIUKAA IT TAPI IT LIUKAA IT LIUKAA IT LIUKAA IT TAPI LIUKA. Ujar Joko.
Lebih lanjut Joko Mengungkapkan, Film Ini Tidak Hadir Untuce Menggurui, Tetapi Sebagai Cermin Yang Yang Memantulkan Realitas Bangsa Tentang Pendidikan Yang Tidak Merata, Tentang Kererasan Yang Makin Meresap, Hingga Keranjiran Makinsap, Heterogen Sangan.
Menurut dia, Bangsa Indonesia memilisi Kebiasaan penolakan Atau Penangkalan Terhadap Persoalan-Peroalan Serius Yang Ada Di Tengah Masyarakat.
“Kita Menganggap Diri Kita Religius, Tapi Korupsi Merajalela. Kita Merasa Ramah, Tapi Tidakhah Terhadap Perbadaan. Kita Menciptakan
Citra Tentang Diri Kita TUKU PENUTUPI REALITA. Ini Yang Perlu Dibongkar, Dan Film ini Mencoba Menyentil Itu, “Ujarnya.
Joko JuGA Mengajak Penonton tidak hanya menikmati cerita, tapi jagA Mengajak mereka masuk ke ruang perenungan bersama tentang arah
Bangsa Dan Nasib Generasi Mendatang.
IA Menambahkan, film ini alarm semacam menjadi, Pengingat, Bahwa tanpa Kesadaran Bersama Maka Indonesia Bisa Tergelincir Ke Dalam Masa Depan Yang Suram Seperti Yang Tergambar Dalam Layar.
“Film ini Kita Tampilkan Sedemikian Rupa, Sangant Terukur, Tapi Kita Tampilkan Sedemikian Rupa Supaya Menampilkan Kenyataan Yang Ada Di
Dalam Masyarakat, “Pungkasnya. (Ant/Z-1)

