
SEBUAH video yang menampilkan imbauan di dalam Kereta Jarak Jauh (KJJ) milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi viral di TikTok setelah penyebutan kata “segelas” muncul secara spesifik dalam pengumuman kepada penumpang.
Video yang diunggah akun @picipio di platform Tiktok itu memicu beragam reaksi dan langsung mengaitkan warganet dengan kasus tumbler hilang yang sebelumnya ramai dibicarakan publik.
Dalam video tersebut, suara petugas memberikan imbauan agar penumpang tetap menjaga barang bawaan mereka. Perhatian publik tersita pada bagian pengumuman yang secara eksplisit menyebut “tumbler” sebagai barang berharga yang perlu dijaga.
“Adapun barang berharga lainnya, seperti tumbler. Diimbau untuk membawa tumbler agar selalu menjaga barang bawaannya,” demikian bunyi pengumuman dalam video tersebut.
Petugas juga menegaskan bahwa barang yang hilang bukan menjadi tanggung jawab perusahaan.
“Apabila merasa kehilangan, tertukar ataupun ditukar. Kehilangan bukan tanggung jawab perusahaan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih,” lanjut suara tersebut.
Vidio yang diunggah pada Kamis (27/11/2025) ini kemudian viral dan ditonton lebih dari 6 juta pengguna dan 700 ribu like. Beberapa netizen bahkan merasa bahwa ponsel dan dompet kini sudah bukan lagi jadi prioritas.
“Dompet HP udah gak jadi prioritas,” ucap salah seorang netizen dalam kolom komentar video tersebut.
Banyak pengguna TikTok yang menilai imbauan itu sebagai bentuk sindiran halus atau respon tidak langsung terhadap kasus tumbler hilang yang muncul beberapa hari sebelumnya.
Kasus Tumbler Sempat Seret Nama Petugas
Perilaku KAI tersebut diduga hilangnya tumbler milik seorang penumpang KRL, Anita, yang viral di media sosial dan menyeret seorang petugas Passenger Service.
Akibat narasi yang berkembang di medsos, petugas tersebut sempat dituding bertanggung jawab hingga muncul isu yang dihentikan oleh perusahaan.
Namun KAI Wisata sebagai perusahaan yang mengelola petugas frontliner telah menegaskan bahwa petugas tersebut masih berstatus aktif dan tidak dipecat. Perusahaan menyebut pemeriksaan internal masih berjalan dan meminta masyarakat mengacu pada informasi resmi untuk menghindari kesimpangsiuran.
Kasus ini kemudian diikuti permintaan maaf publik dari pasangan Alvin dan Anita melalui sebuah video, saat keduanya mengakui bahwa sikap mereka dalam menerima hilangnya tumbler tersebut tidak bijaksana dan menimbulkan kerugian bagi petugas serta pihak lain.
Meski tidak ada pernyataan resmi dari KAI mengenai maksud penyebutan itu, warganet menganggap timing-nya berdekatan dengan polemik tumbler viral, sehingga wajar jika publik menyebutnya sebagai bentuk sindiran. (Z-1)

