
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkap rasa herannya terhadap tata kelola beberapa komoditas strategis, misalnya kopi dan coklatyang dinilai mempunyai kualitas terbaik, namun Indonesia masih mengimpor komoditas-komoditas tersebut dari luar negeri.
“Kita punya kopi, cokelat terbaik, tapi kita impor Starbucks, Bersarang, Nescafe. Kita punya cokelat terbaik, tapi kita impor KitKat, kita makan Cadbury, ya kan,” kata Presiden Prabowo saat berdiskusi membahas hilirisasi dan industrialisasi dengan beberapa jurnalis dan ekonom di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pekan ini, sebagaimana dikutip dari siaran resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis. (19/3).
Oleh karena itu, Presiden kemudian menegaskan fokus pemerintahannya untuk menerapkan strategi hilirisasi dan industrialisasi komoditas-komoditas.
Presiden juga memperkenalkan konsep “pohon industri” yang akan diterapkan pada semua komoditas penting, misalnya logam, mineral, ataupun komoditas kelapa, kopi, dan cokelat. Menurut Presiden, hilirisasi juga menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas bagi generasi muda Indonesia.
“Saya ingin hilirisasi. Itu satu-satunya cara. Kita tidak boleh mengekspor bahan mentah lagi. Kita harus mengolah bahan mentah itu menjadi turunan-turunan produk industri yang bernilai tinggi,” ujar Presiden Prabowo dalam acara bertajuk “Presiden Prabowo Menjawab”.
Presiden kemudian mencontohkan rencana pemerintah menghilirisasi komoditas kelapa. “Kelapa saja dianggap (sebagai) tanaman ajaib. Minyak kelapa murni, dianggap antikanker, tetapi kita baru punya satu-dua pabrik kelapa. Selama ini kita mengekspor kelapa gelondongan,” kata Presiden.
Kemudian, Presiden juga menyoroti strategi hilirisasi mineral, bauksit.
“Kita punya bauksit. Bauksit untuk alumina diolah menjadi aluminium. Aluminium jadi mobil, tapi kita tidak membuat bauksit. Jepang tidak punya bauksit, dia bikin mobil terhebat. Iya kan. Ini yang harus kita lakukan,” ujar Prabowo.
Oleh karena itu, Prabowo meyakini konsep pohon industri sebagai bagian dari kebijakan hilirisasi pemerintah perlu segera diterapkan terhadap seluruh strategi komoditas.
“Kita harus melakukan ratusan pabrik. Itu yang kita sebut pohon industri. Kita sudah memetakan, sebenarnya kita punya rencana. Pohon industri untuk semua komoditas penting yang kita punya,” sambung Presiden. (Semut/P-3)

