
HARGA emas dunia melonjak lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (3/3) pagi di Comex New York. Lonjakan ini didorong oleh kekhawatiran pasar atas durasi dan eskalasi konflik di Timur Tengah yang meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai (tempat berlindung yang aman).
Eskalasi Konflik AS-Israel vs Iran
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam sejak Sabtu pekan lalu ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran, termasuk menyasar ibu kota Teheran. Agresi tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur strategis dan korban sipil.
Pemerintah Iran merespons dengan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta menargetkan serangan militer AS di sejumlah negara Timur Tengah. Tanggapan Teheran ini memperluas risiko konflik regional dan memicu kekhawatiran serius akan gangguan stabilitas keamanan serta jalur perdagangan global.
Perdagangan Data Logam Mulia (3 Maret 2026)
- Kontrak Emas (April): Naik US$ 62,30 (1,17%) ke level US$5.373,9 per troy ounce.
- Kontrak Perak (Mei): Naik 1,32% ke level US$90,025 per troy ounce.
- Harga Emas Antam (Domestik): Rp3.122.000 per gram (Koreksi tipis).
Sentimen Investor dan Dampak Ekonomi
Lonjakan harga emas mencerminkan dampak ekonomi dan geopolitik dari konflik tersebut. Investor cenderung memburu emas sebagai perlindungan di tengah volatilitas pasar global dan ancaman inflasi akibat potensi gangguan distribusi minyak Selat Hormuz.
Analis pasar modal memproyeksikan jika mediasi komunikasi gagal meredakan ketegangan, harga emas dunia terus mencetak rekor baru di bulan Maret ini. Sementara itu, nilai tukar mata uang Rupiah bergerak fluktuatif di level Rp16.860 per dolar AS akibat tekanan sentimen pengurangan risiko di pasar Asia. (Sputnik / RIA Novosti / Antara/Z-10)

