
MENINGKATNYA aktivitas penjualan beli selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah dinilai rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mengedarkan uang palsu. Oleh karena itu, jajaran Polda Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat bertransaksi.
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kabid Humas Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan, menjelang Idulfitri perputaran uang tunai di tengah masyarakat mengalami peningkatan yang signifikan.
“Menjelang Idulfitri, aktivitas transaksi masyarakat meningkat, sehingga potensi peredaran uang palsu juga ikut meningkat. Kami meminta masyarakat lebih teliti saat menerima uang,” ujarnya, Selasa (24/2).
Menurutnya, pusat dunia dunia, pasar tradisional hingga jasa penukaran uang musiman menjadi titik yang perlu diwaspadai. Tingginya mobilitas dan transaksi tunai sering kali membuat masyarakat lengah.
Situasi tersebut, lanjut Budi, sering dimanfaatkan oknum tertentu untuk menyisipkan uang palsu di tengah transaksi yang berlangsung cepat, terutama saat kondisi ramai.
“Kami mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru saat menerima uang, terutama dalam jumlah besar,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta menerapkan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Cara sederhana ini dinilai efektif untuk mengenali ciri keaslian uang rupiah.
Dengan metode 3D, ciri-ciri fisik uang asli dapat dikenali sehingga risiko menjadi korban dapat diminimalkan.
“Masyarakat juga kami imbau untuk tidak ragu melapor apabila ditemukan indikasi peredaran uang palsu. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 110 atau ke kantor kepolisian terdekat agar segera ditindaklanjuti petugas,” tukasnya. (H-2)

