
ANGGOTA Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu menyebut salah satu penyebab banjir di Jakarta Barat, belum surut akibat masalah pompa air. Beberapa ruas jalan di Jakbar termasuk banjir Daan Mogot.
Kapasitas pompa Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat, sambung dia, kurang.
Selain itu, sejumlah penyaring (layar) pompa rusak akibat sampah keras yang ada terangkut sehingga kinerja pompa menurun.
“Seluruh mesin pompa itu sudah beroperasi optimal, tapi banjir masih berjam-jam,” ucap dia.
Ia mencontohkan di Jelambar Baru, tiga mesin pompa dengan kapasitas 2.500 liter per detik. Lalu di Wijaya Kusuma ada tiga mesin berkapasitas hingga 2.500 liter per detik, di Tanjung Duren Utara, total hampir 10.000 liter per detik.
Ia menyebut perlunya ada tambahan pompa. Sebab, meski seluruhnya telah berfungsi maksimal, banjir belum bisa tertangani.
“Ini menjadi evaluasi yang serius,” ucap dia.
Ia merencanakan adanya pompa portabel dengan kapasitas sekitar 250 liter per detik sehingga membantu titik-titik rawan banjir.
Lalu, sambung dia, penyaring (layar) berfungsi sangat vital. Namun, setelah meninjau mesin pompa ada yang copot sehingga menyebabkan mesin pompa sempat berhenti.
“Pompa ke sampahmasukan. Kalau ini terjadi, mesin bisa berat bahkan berhenti,” ucap dia.
Mengingat potensi curah hujan di Jakarta masih tinggi, Kevin mengimbau perbaikan pompa segera dilakukan. (Semut/H-4)

