
PESAWAT ATR pengawasan udara milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) tengah jadi sorotan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) pernah menyentuh usia ATR 42-500 yang dinilai sudah uzur.
Dalam percakapan yang terekam di video Ditjen PSDKP di Instagram (24/12/25), muncul celetukan yang menggambarkan “saking orang tua” sampai-sampai usia tepatnya seperti enggan tersebut.
Tragedi jatuhnya pesawat ATR 400 milik Transportasi Udara Indonesia (IAT) pada Sabtu (17/1), tengah mencuri perhatian publik. Keselamatan penerbangan termasuk topik “pesawat jatuh” sering memicu kekhawatiran, Zulhas pentingnya dukungan armada yang andal untuk tugas negara, terutama pengawasan di wilayah yang luas dan terpencar.
“Karena pesawat yang umurnya sudah banyak, ini bisa mempermudah tugas-tugas kita karena Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini mungkin terdapat di pelosok-pelosok. Jadi Sabang sampe Merauke,” ujar Zulhas dalam video yang diunggah akhir tahun lalu.
Pesawat ATR Jadi Krusial
Zulhas menegaskan, tantangan utama kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP (KKP) dan Ditjen PSDKP adalah jangkauan wilayah yang sangat luas. Mobilitas tinggi membuat peran pesawat ATR, termasuk ATR 42-500, dinilai penting untuk mempercepat operasi pengawasan dan koordinasi lapangan.
“Pulau-pulau kita ada 500 kabupaten, tahun depan akan dibangun 2.000 kampung nelayan yang harus kita datangi. Belum ada pelabuhan-pelabuhan, jadi ini sangat membantu,” lanjutnya.
Harapan Ada Armada Baru
Dalam percakapan yang sama, Zulhas menyampaikan harapan agar ada tambahan armada baru di tahun depan. Dorongan ini mengarah pada pembaruan pesawat ATR, setidaknya satu atau dua unit, agar kegiatan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan semakin kuat.
“Kita berharap ada yang baru nih Pak Menteri (pada Menteri KKP).Tahun depan semoga ada yang mau ngasih kita,”ucap Zulhas.
Zulhas juga menyebut armada yang ada “lumayan,” namun mengakui penambahan pesawat akan meningkatkan kapasitas operasi.
“Ya lumayan ada, tapi kalau bisa ada yang baru atau satu atau dua, untuk mengnjang kegiatan kita agar lebih hebat lagi,” ujarnya. (Z-10)

