
PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama seluruh entitas KAI Group mencatat kinerja positif selama Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Group 27.256.397 pelanggan, meningkat 7,6 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 (19 Desember 2024–5 Januari 2025) yang melayani 25.326.114 pelanggan.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan peran perkeretaapian sebagai penghubung utama mobilitas masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas perjalanan akhir tahun. Keterhubungan layanan antarkota dan antarmoda membantu menjaga kelancaran perjalanan keluarga, aktivitas sosial, serta pergerakan ekonomi di berbagai wilayah.
“Selama masa Nataru, KAI Group berupaya memastikan perjalanan masyarakat tetap berjalan aman, lancar, dan nyaman. Kereta api hadir sebagai penghubung berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan antarkota, mobilitas perkotaan, hingga konektivitas menuju bandara dan destinasi wisata,” ujar Bobby.
Secara rinci, layanan kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI melayani 4.179.095 pelanggan. Pada segmen perkotaan, KAI Commuter melalui Commuter Line Jabodetabek, Area II Bandung, Area VI Yogyakarta, dan Area VIII Surabaya melayani 20.611.818 pelanggan, menjadi penopang utama mobilitas harian di masyarakat kawasan aglomerasi.
Konektivitas antarmoda tercermin melalui layanan KAI Bandara yang melayani KA Bandara YIA serta KA Srilelawangsa yang terhubung langsung dengan Bandara Kualanamu, dengan total 411.955 pelanggan selama periode Nataru. Pada layanan transportasi perkotaan, LRT Jabodebek melayani 1.321.733 pelanggan, sementara LRT Sumsel melayani 321.105 pelanggan, memperkuat keterhubungan mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan.
Pada layanan berbasis pengalaman perjalanan, KAI Wisata melalui kereta panorama dan kereta wisata melayani 24.460 pelanggan. Kereta cepat Whoosh melayani 362.979 pelanggan, mempercepat konektivitas Jakarta–Bandung selama masa libur. Di Sulawesi Selatan, KA Makassar–Parepare melayani 23.252 pelanggan, menunjukkan peran kereta api dalam membuka akses dan memperlancar mobilitas wisata regional.
Bobby menegaskan, kelancaran layanan selama Nataru juga memberi dampak bagi sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat. Perjalanan nasional yang terjaga mendorong pergerakan wisatawan, mendukung usaha lokal, serta memperkuat konektivitas antardaerah yang menjadi bagian dari dorongan perekonomian.
Sejalan dengan arah pengembangan perusahaan, KAI terus memperkuat sebagai komunikasi mobilitas dan distribusi yang terintegrasi. Keterpaduan layanan penumpang, angkutan barang, dan pemanfaatan teknologi diarahkan untuk memastikan perjalanan dan pergerakan logistik berjalan lebih efisien, mudah diakses, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan pengalaman operasional yang terus berkembang dan layanan yang semakin beragam, KAI fokus pada efisiensi, efisiensi, dan kualitas pelayanan. Pengembangan infrastruktur serta sumber daya manusia dilakukan secara berkelanjutan agar layanan perkeretaapian mampu menjawab dinamika kebutuhan mobilitas dan distribusi nasional.
“Bagi kami, kualitas layanan yang dibangun dari konsistensi dan kepercayaan. Setiap perjalanan yang lancar, tepat waktu, dan aman adalah bagian dari upaya KAI untuk menghadirkan sistem transportasi yang semakin terhubung dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Bobby.
Bobby juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pelanggan dan pemangku kepentingan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus menggunakan layanan KAI Group selama masa Nataru 2025/2026. Kepercayaan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan transportasi publik yang memberi manfaat luas bagi Indonesia,” tutup Bobby. (E-4)

