Close Menu
BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    What's Hot

    Apakah saya memerlukan tanda pengenal berfoto dan kartu suara untuk memilih dalam pemilu?

    May 7, 2026

    Dua warga Inggris mengisolasi diri di Inggris setelah meninggalkan kapal pesiar hantavirus

    May 7, 2026

    Tawaran Pengadilan Tinggi gagal menghentikan festival Brockwell Park

    May 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Apakah saya memerlukan tanda pengenal berfoto dan kartu suara untuk memilih dalam pemilu?
    • Dua warga Inggris mengisolasi diri di Inggris setelah meninggalkan kapal pesiar hantavirus
    • Tawaran Pengadilan Tinggi gagal menghentikan festival Brockwell Park
    • Kesalahan pemungutan suara melalui pos menyebabkan 1.300 orang tidak memiliki surat suara menjelang pemilu Senedd
    • Tekanan Bayern yang terlambat tidak cukup saat PSG kembali ke final Liga Champions
    • Bonnie Tyler pulih setelah dibawa ke rumah sakit untuk operasi
    • Polanski mengatakan dia salah jika mengklaim dirinya adalah juru bicara Palang Merah
    • Mantan pemimpin dewan dipenjara karena melakukan pelecehan seksual terhadap pria muda
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Thursday, May 7
    • Home
    • Cerita Teratas
    • Ekonomi
    • politik
    • Hiburan & Seni
    • Teknologi
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Home»politik»Indonesia Disebut Memasuki Era Kedaruratan Hukum, Ini Alasannya
    politik

    Indonesia Disebut Memasuki Era Kedaruratan Hukum, Ini Alasannya

    ByJanuary 2, 2026No Comments2 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Indonesia Disebut Memasuki Era Kedaruratan Hukum, Ini Alasannya
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Indonesia Disebut Memasuki Era Kedaruratan Hukum, Ini Alasannya
    ilustrasi(MI)

    PEMBERLAKUAN Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP per hari ini, Jumat (2/1), menuai kritik tajam dari kalangan aktivis. Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Pembaruan KUHAP menilai Indonesia kini resmi memasuki babak baru penegakan hukum yang justru mengancam prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.

    Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil, Usman Hamidmenegaskan bahwa wajah hukum baru ini masih mempertahankan pasal-pasal anti-demokrasi yang berisiko menggerus prinsip negara hukum. Ia menyoroti adanya pelonggaran kriminalisasi terhadap warga negara yang dianggap mengancam kebebasan sipil secara langsung.

    “Hukum kita kini bukan lagi melindungi rakyat, melainkan memperluas kekuasaan aparat penegak hukum tanpa pengawasan yudisial yang mampu. Kondisi ini membuka ruang luas bagi kesewenang-wenangan negara,” ujar Usman melalui keterangannya, Jumat (2/1).

    Baca juga: Berlaku Per Hari Ini, Seluruh Personalia Polri Wajib Pedomani KUHP dan KUHAP Baru

    Koalisi menilai kedua produk legislasi ini lahir dari proses pembahasan yang tidak transparan atau “ugal-ugalan”. Usman menyebutkan bahwa pembentukan KUHAP Baru telah melanggar keputusan Mahkamah Konstitusi terkait partisipasi publik yang bermakna.

    Menurut catatan Koalisi, setidaknya ada tiga pelanggaran serius dalam proses pembentukan undang-undang tersebut. Pertama, akses yang tertutup. Dokumen RKUHAP dan perubahan substansinya tidak pernah dibuka secara transparan kepada publik.

    Kedua, formalitas belaka. Masukan masyarakat dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di DPR RI dinilai hanya menjadi pelengkap administratif tanpa benar-benar dipertimbangkan.

    Baca juga: Kejagung Pastikan Seluruh Jaksa Siap Terapkan KUHP dan KUHAP yang Baru Berlaku Hari Ini

    Ketiga, pembahasan kilat. Proses pembahasan antara Komisi III DPR dan Pemerintah hanya memakan waktu dua hari, yang dianggap tidak masuk akal untuk undang-undang yang mengatur hajat hidup orang banyak.

    Lebih lanjut Usman menyatakan bahwa substansi KUHAP Baru merefleksikan kebangkitan rezim otoritarian. Ia mengalami hal ini dengan situasi politik di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama setelah adanya revisi UU TNI yang dianggap mengokohkan militerisme.

    “Undang-undang yang buruk ini diterapkan dalam konteks aparat yang korup dan kepemimpinan yang cenderung otoriter. Indonesia sedang terseret ke jurang kedaruratan hukum,” tegas Usman.

    Koalisi berpandangan bahwa capaian Reformasi 1998 yang menempatkan hak asasi manusia sebagai fondasi hukum kini sedang diruntuhkan. KUHAP Baru lebih dianggap menonjolkan wajah represif kekuasaan negara dibandingkan perlindungan terhadap martabat warga negara.

    “Hari ini bukan perayaan kedaulatan hukum nasional, melainkan bangkitnya rezim otoritarian yang bekerja di bawah bayang-bayang kekuasaan. Supremasi sipil kini sedang terancam lumpuh,” tutupnya. (Faj/P-3)

    Alasannya Disebut Era hukum Indonesia Ini Kedaruratan Memasuki
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

      Related Posts

      Apakah saya memerlukan tanda pengenal berfoto dan kartu suara untuk memilih dalam pemilu?

      May 7, 2026

      Kesalahan pemungutan suara melalui pos menyebabkan 1.300 orang tidak memiliki surat suara menjelang pemilu Senedd

      May 7, 2026

      Polanski mengatakan dia salah jika mengklaim dirinya adalah juru bicara Palang Merah

      May 6, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Top Posts

      Negara Yang Selalu Ada Dalam Dunia Fikssi

      April 25, 2025114

      Sleebew: Istilah Dalam Bahasa Gaul Yang Populer

      May 1, 202570

      Sadap WA: Cara Mudah & Aman? Cek Faktanya!

      May 27, 202556

      Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan, BerIKUT BACAAN NIATYA

      June 20, 202548
      Don't Miss
      politik

      Apakah saya memerlukan tanda pengenal berfoto dan kartu suara untuk memilih dalam pemilu?

      ByMay 7, 20260

      Pemilih di Inggris hanya perlu menunjukkan kartu identitas berfoto, sedangkan kartu suara tidak diperlukan.

      Dua warga Inggris mengisolasi diri di Inggris setelah meninggalkan kapal pesiar hantavirus

      May 7, 2026

      Tawaran Pengadilan Tinggi gagal menghentikan festival Brockwell Park

      May 7, 2026

      Kesalahan pemungutan suara melalui pos menyebabkan 1.300 orang tidak memiliki surat suara menjelang pemilu Senedd

      May 7, 2026
      Stay In Touch
      • Facebook
      • Twitter
      • Pinterest
      • Instagram
      • YouTube
      • Vimeo
      About Us

      Selamat datang di BestGDTopics.com, sumber terpercaya Anda untuk berita terkini dan informasi mendalam dalam berbagai kategori seperti Cerita Teratas, Ekonomi, Politik, Hiburan & Seni, serta Teknologi.

      Kami berkomitmen untuk menyajikan berita yang akurat, terkini, dan relevan bagi masyarakat Indonesia. Dengan tim yang berdedikasi, kami menghadirkan liputan mendalam, analisis yang tajam, dan sudut pandang yang beragam untuk memastikan Anda selalu mendapatkan informasi yang tepat.

      Our Picks

      Apakah saya memerlukan tanda pengenal berfoto dan kartu suara untuk memilih dalam pemilu?

      May 7, 2026

      Dua warga Inggris mengisolasi diri di Inggris setelah meninggalkan kapal pesiar hantavirus

      May 7, 2026

      Tawaran Pengadilan Tinggi gagal menghentikan festival Brockwell Park

      May 7, 2026
      Categories
      • Cerita Teratas
      • Ekonomi
      • Hiburan & Seni
      • politik
      • Teknologi
      © 2026 Bestgdtopics. Designed by webwizards7.
      • Syarat dan Ketentuan
      • Kebijakan Privasi
      • Hubungi Kami
      • Tentang Kami

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Newsletter Signup

      Subscribe to our weekly newsletter below and never miss the latest product or an exclusive offer.

      Enter your email address

      Thanks, I’m not interested