
KABUPATEN Karawang, Jawa Barat, memiliki target bebas tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030 dan sedang berupaya mencapainya melalui berbagai program. Salah satunya, juga sertanya Partai NasDem Karawang dalam menanggulangi TBC di wilayah Kabupaten Karawang.
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menegaskan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC merupakan isu serius kesehatan baik di tingkat nasional maupun dunia.
“TBC ini penyakit serius. Tapi tingkat pengetahuan masyarakat masih minim. Karena itu kita melakukan deteksi dini dengan mendatangi langsung masyarakat,” kata Saan Mustopa, Sabtu (15/11).
Kang Saan, sapaan akrabnya, penekanan pendekatan jemput bola sebagai strategi utama agar lebih banyak warga dapat mengikuti skrining.
Target kegiatan tersebut mencapai 300 peserta, dan menjangkau hingga 5.000 warga di 30 kecamatan di Karawang. Ketua DPD NasDem Kabupaten Karawang, Dian Fahrud Jaman, menyampaikan secara mendalam mengenai tuberkulosis (TBC) yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia.
Dian Fahrud Jaman menegaskan salah satu upaya dan bentuk kepedulian Partai NasDem dalan upaya Kabupaten Karawang terbebas dari tuberkulosis dengan cara melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis.
“Kita perlu memperkuat kerja lintas sektor, meningkatkan deteksi dini, dan memastikan pengobatan yang terjangkau dan efektif, di antaranya dengan memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Kabupaten Karawang,” kata Dian Fahrud Jaman.
Sementara itu, Eha Rohana, 50, warga Desa Pisang Sambo, Kecamatan Tirtajaya, mengikuti kegiatan skrining TBC mengaku sangat senang dengan digelarnya kegiatan yang digelar Partai NasDem bersama Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa tersebut.
“Kalau mau rontgen atau cek TBC, biasanya harus ke kota dan itu butuh biaya serta waktu. Dengan adanya kegiatan ini, warga jadi bisa mengetahui kondisi kesehatannya,” kata Eha.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, untuk jumlah orang tak terduga TBC sebanyak 23.820 dan untuk kasus TBC yang ditemukan sebanyak 8.012. Adapula kasus TBC resisten obat sebanyak 139, TB-SO sebanyak 7.873.
Kemudian sebanyak 5.724 telah melakukan pengobatan lini pertama dan untuk pengobatan lini, kedua sebanyak 98. Kasus TB pun terjadi pada anak sebanyak 1.813. (RZ/E-4)

