
Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) Melakukan Operasi Tangkap Tangan (Ott) Terhadap Lima Orang Tersangka Dalam Kasus Dugaan Korupsi Pengadana Proyek Infrastruktur Jalan, Salah Satunya Topan Obaja Putra Ruana Ruana Ruana Ruana PePala Peperja. Topan Merupakan Orang Kepercayaan Dari Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution.
Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Saksi) Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, Mengatakan Bahwa Kpk Konsep mengikuti uang itu, Harus Menelusuri Aliran Uang Suap Tersebut TermASuk Bobsa Bobby Nasution.
“Semuanya Mesti Dasar Termasuk Orang Dekatnya Topan, Jangan-Jangan (Uang) Itu Jagi Lari Kepada Gubernur Bobby Nasution Yang Suda Kenal DeTal Bahkan Jauhi Dipai DipaKa. Menikmati Hasil Korupsi Yang Dilakukan Oleh Topan, ”Katananya Kepada Media Indonesia Pada Senin (30/6).
Faktor Relasi?
Herdiansyah Menerka Bahwa Satu Modus Korupsi Tersebut disebabkan karena adanya faktor relasi timbbal balik dan kedekatan Politik antara tersangka dan gubernur bobby. Ia JUGA MELIAT BAHWA Pola INI JUGA KERAP KALI MENJADI PENYEBAB PENDAAN JALAN BANYAK HISJADI BANCAKI KORUPSI.
“BISA JADI MISALYA KEDEKATAN INI MEMBANGUN RELASI, TERMASUK DALAM URUSAN HASIL KORUPSI YANG DIHASILKAN OLEH KPALA DINAS INI,” Ujar Herdiansyah.
Penempatan Pejabat?
Herdiansyah Ruja Menyoroti Penempatan Para Kepala Dinas Oleh Kepala Daerah Hanya Karena Bermodalkan Kedekatan, Bikan Melalui Sistem Meritokrasi. Sebab, Proses Relasi Timbal Balik Ini Justru Membuka Ruang Terjadinya Praktik Tindak Pidana Korupsi.
“Jika Penempatan Topan Sebagai Kepala Dinas Lebih Didasari Oleh Relasi Kedekatan Di Antara Keduanya, Bukan Semata Karena Kompetensinya, Ini Kan, Bahayanya. Justru Memberikan Ruang Korupsi Itu, ”Tukasnya.
Sumber Korupsi?
Selain Itu, Herdiansyah Menilai Bahwa Korupsi Pembangunan Jalan Selama Ini MASIH Kerap Kali Terjadi Sebab Salah Satu Lumbung Lalu Lintas Terkait Keluar Masuknya uang Jumlah Yang Cukup Besar, Berasl DARASL DARI BESRAST.
“Jadi Logika Korupsi Selama Ini Bahwa Korupsi Terjadi Atau Episentrum Korupsi Itu Terjadi Di Tempat Di Mana Uang Itu Beredar. Dan Salah Satunya Adalah Di Sektor Infrastruktur ini,” Imbuhya.
Tingkatkan Pengawasan?
Menuru Herdiansyah, Peningkatan Pengawasan Dalam Pembangunan Jalan Sangat Penting untuk Mencegah Korupsi. Korupsi Dalam Proyek Infrastruktur, Termasuk Jalan Tol, Dapat Menyebabkan Kerugian Keuan Negara Yang Signikan, Keterlambatan Proyek, Dan Penurunan Kualitas Infrastruktur.
“Jadi Kalau Kemudian Proses Dari Hulu Ke Hilir Ragi Tida Bisa Diawasi Gelan Baik, Bahkan Relasinya Dibangun Karena Penempatan Orang-Orang Di Sana Atas Dasar Tukar-menara dan Menjual-Beli Jabru-Beli, Itera HaMalan, MenUKAR MENUKAR Jabru-Beli, Jabru-Beli, Jabru-Beli, Jabru-Beli, Jabru-Beli, Jabru-Beli, Jabru-Beli, Kerap Kali Terjadi Selama ini, ”Ujarnya.
Dampak Signifikan?
Di Samping Proyek Pembangunan Jalan Tidak Pernah Absen Agenda Agenda Pembangunan Nasional-Daerah. Ia Menyebut Bahwa Modus Korupsi Dalam Pembangunan Jalan Akan Berdampak Signifikan Pada Kualitas Pembangunan.
“Modusnya Sederhana Soal Jatah Preman, Jadi Diatur Ada SEMACAM PENENTUAN LELANG Yang Didasari Oleh Pemilihan Secara Subjektif. Korupsi Infrastruktur, ”Katanya.
Tahap Awal?
Sebelumnya, KPK Menggelar Operasi Tangkap Tangan Pada Kamis (26/6/2025) Malam di Wilayah Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara. Dari Ott Itu, Lima Orang Telah Ditetapkan Sebagai Tersangka Dalam Kasus Dugaan Korupsi Pengadana Proyek Infrastruktur Jalan, Salah Satunya Topan Obaja Putra Ginting Yang MeraPakan KePala Dinas PEKERJAAN.
Meskipun Kasus ini Masih Dalam Tahap Pengungkapan Awal, KPK Menduga Kemunckinan Adanya Keterlibatan Pihak Lain. Saat ini, KPK TENGAH BERFOKUS MELAKUAN PENYIDIKAN PRINSIP FOLLOW UANG (MengIKuti Aliran Uang).
KPK JUGA AKAN MEMBUKA PELUANG UNTUK MEMANGGIL BOBBY NASUTION Jika Ditemukan Dugaan Aliran Uang Tersebut. (Devp-3)

