Close Menu
BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    What's Hot

    Kisah Dua Mahasiswa Indonesia Membawa Isu Kesehatan Mental lewat Film

    June 9, 2026

    Ariana Grande dan Ethan Slater berpisah setelah tiga tahun

    June 9, 2026

    The Papers: 'Israel dan Iran mundur' dan 'Apakah universitas hanya membuang-buang uang?'

    June 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kisah Dua Mahasiswa Indonesia Membawa Isu Kesehatan Mental lewat Film
    • Ariana Grande dan Ethan Slater berpisah setelah tiga tahun
    • The Papers: 'Israel dan Iran mundur' dan 'Apakah universitas hanya membuang-buang uang?'
    • Kewajiban kesetaraan hukum dalam pelayanan publik harus dihilangkan, kata Badenoch
    • Idris Elba: 'Jangan mencoba membuat James Bond terbangun'
    • Wanita, 19, meninggal setelah terdengar suara tembakan di rumah
    • Ramada by Wyndham Serpong Perkuat Kemitraan Bisnis melalui Corporate Gathering
    • John Lithgow dan Lesley Manville memimpin pemenang Tony Award
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Tuesday, June 9
    • Home
    • Cerita Teratas
    • Ekonomi
    • politik
    • Hiburan & Seni
    • Teknologi
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Home»politik»Kisah Dua Mahasiswa Indonesia Membawa Isu Kesehatan Mental lewat Film
    politik

    Kisah Dua Mahasiswa Indonesia Membawa Isu Kesehatan Mental lewat Film

    ByJune 9, 2026No Comments0 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Kisah Dua Mahasiswa Indonesia Membawa Isu Kesehatan Mental lewat Film
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kisah Dua Mahasiswa Indonesia Membawa Isu Kesehatan Mental lewat Film
    Ilustrasi(Dok Istimewa)

    DI tengah derasnya arus konten digital yang silih berganti setiap hari, dua pelajar Indonesia memilih medium yang berbeda untuk menyuarakan keresahan generasinya: film pendek.

    Lewat karya berjudul Mania Dunia Nia, Januar David Ciu dan Yosafat Prasetya mengangkat isu kesehatan mental pelajar dan tekanan sosial yang semakin dekat dengan kehidupan anak muda saat ini. Tak disangka, film tersebut membawa mereka meraih Juara 1 Inspiring Asia Microfilm Festival #InspiringIndonesia 2025 dan mewakili Indonesia di babak final Inspiring Asia Micro Film Festival di Singapura.

    Bersaing dengan sineas muda dari berbagai negara Asia, keduanya justru menemukan bahwa kekuatan cerita Indonesia terletak pada hal-hal yang sederhana, dekat, dan jujur.

    Baca juga: Mahasiswa di Karawang Ditangkap Usai Curi Motor Tetangga Kos

    “Aku pernah mendengar cerita dari temanku yang mau berkonsultasi dengan psikolog kampus, tapi jadwalnya penuh sampai satu atau dua bulan. Dari situ aku sadar, ternyata banyak orang yang sedang menghadapi masalah psikologis, hanya saja sering tidak terlihat,” ujar Januar dilansir dari keterangan resmi, Selasa (9/6).

    Pengalaman sehari-hari itulah yang kemudian menjadi fondasi cerita Mania Dunia Nia. Alih-alih mengejar cerita yang spektakuler, mereka memilih mengangkat realitas yang diam-diam hidup di sekitar siswa: rasa lelah, tekanan sosial, dan kesepian di tengah dunia digital yang serba cepat.

    Bagi Yosafat, jujur ​​dalam bercerita justru menjadi kekuatan utama sebuah karya. “Tidak perlu memaksakan tema yang jauh dari diri kita. Carilah isu yang dekat dan spesifik, lalu temukan cara visual yang unik untuk menyampaikannya,” katanya.

    Baca juga: Mempersiapkan Mahasiswa Hadapi Perkembangan Ekonomi Digital dengan Personal Branding

    Januar dan Yosafat bukan berasal dari sekolah film. Yosafat merupakan mahasiswa magister Fakultas Kehutanan. Baginya, isu lingkungan dan kesehatan mental memiliki keterkaitan yang cukup dekat.

    “Saya sempat belajar bahwa hutan juga bisa memberi rasa tenang bagi orang-orang yang mengalami stres atau depresi. Jadi sebenarnya ada hubungan antara alam dan kesehatan mental,” ujarnya.

    Sementara itu, Januar adalah mahasiswa Teknik Industri Universitas Indonesia yang menjalani kesekharian penuh praktikum dan tekanan akademik. Di tengah rutinitas tersebut, membuat film justru menjadi ruang refleksi sekaligus cara menjaga keseimbangan hidup.

    Di balik keberhasilan Mania Dunia Niakeduanya percaya bahwa kekuatan tim memegang peranan besar. Sebagai penerima beasiswa Tanoto Foundation melalui program TELADAN, Januar mengaku mendapatkan banyak pembelajaran mengenai kepemimpinan diri, manajemen waktu, hingga pengelolaan waktu. Pengalaman tersebut ia terapkan langsung dalam menjalankan produksi film dengan keterbatasan waktu dan sumber daya.

    “Yang paling terasa adalah bagaimana mengelola orang dengan tujuan yang sama. Produksi film ternyata bukan cuma soal kreativitas, tapi juga soal kepemimpinan dan komunikasi,” ujarnya.

    Kini, keduanya berharap semakin banyak anak muda Indonesia berani menyampaikan perspektifnya melalui karya kreatif. Sebab, di dunia tengah yang semakin bising, cerita yang jujur ​​sering kali justru menjadi suara yang paling kuat.

    Keberhasilan Mania Dunia Nia menunjukkan bahwa cerita lokal Indonesia memiliki resonansi universal. Di tengah kompetisi internasional dengan dukungan produksi yang jauh lebih besar, film mereka tetap mampu mencuri perhatian karena menawarkan sesuatu yang autentik: pengalaman manusia yang nyata.

    “Kadang kita merasa cerita kita terlalu kecil. Padahal justru cerita yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari sering kali paling mudah dipahami orang lain,” ujar Yosafat.

    Semangat itulah yang juga diangkat dalam Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia, sebuah festival film pendek bertema Community Empowerment: Belonging, Resilience, Thriving.

    Festival ini menghadirkan sineas muda, pelajar, komunitas, organisasi sosial, hingga kreator mandiri untuk mengangkat kisah-kisah perubahan dari komunitas mereka masing-masing.

    Tidak hanya menjadi ajang kompetisi film, festival ini juga dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang mempertemukan seni, aksi sosial, dan partisipasi publik. Melalui mekanisme pemeriksaan komunitas, masyarakat juga dilibatkan untuk mendukung karya-karya yang dianggap paling relevan dan berdampak.

    Bagi Januar dan Yosafat, festival seperti ini penting karena memberi ruang bagi perspektif anak muda yang sering kali tidak terdengar.
    Tahun ini, Festival Film Mikro Asia yang Menginspirasi 2026 #InspirasiIndonesiatiga membuka kategori utama, yaitu Penghargaan Film Mikro Terbaik, Penghargaan Proyek Terbaik, dan Penghargaan Film AI Terbaik.

    Kategori AI diperkenalkan untuk membuka akses yang lebih luas bagi kreator muda agar dapat berkarya tanpa harus terkendala biaya produksi yang besar.

    Menariknya, festival ini tidak hanya terbuka bagi pembuat film profesional. Pelajar, komunitas, organisasi sosial, wirausaha sosial, hingga individu kreatif juga dapat berpartisipasi selama memiliki cerita tentang komunitas pemberdayaan yang ingin disampaikan melalui film pendek.

    “Jangan takut mencoba. Maksimalkan sumber daya yang ada dan cari komunitas untuk berkolaborasi. Kadang-kadang yang paling penting bukan seberapa besar produksinya, tapi seberapa jujur ​​cerita yang ingin disampaikan,” kata Januar.

    Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia merupakan bagian dari rangkaian festival film tingkat Asia yang menghadirkan ruang bagi cerita-cerita perubahan dari berbagai komunitas.

    Festival ini didukung oleh berbagai organisasi dan mitra strategis lintas negara di Indonesia dan Asia, seperti Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Tanoto Foundation, dan Campaign for Good.

    Berbeda dengan festival film konvensional, #InspiringIndonesia tidak hanya fokus pada kualitas sinematik, tetapi juga pada keterlibatan publik dan dampak sosial yang dihasilkan. Salah satu mekanisme yang diangkat adalah pemeriksaan komunitas, di mana masyarakat dapat ikut memberikan dukungan terhadap karya-karya yang dianggap paling relevan dan berdampak.

    Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp325 juta untuk tingkat nasional. Para finalis dari Indonesia nantinya akan melaju ke tingkat regional dan berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara Asia pada Grand Final di Manila, Filipina. (H-2)

    Dua film Indonesia isu Kesehatan Kisah Lewat MAHASISWA Membawa Mental
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

      Related Posts

      Kewajiban kesetaraan hukum dalam pelayanan publik harus dihilangkan, kata Badenoch

      June 9, 2026

      Ramada by Wyndham Serpong Perkuat Kemitraan Bisnis melalui Corporate Gathering

      June 8, 2026

      Jersey Pemilu 2026

      June 8, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Top Posts

      Negara Yang Selalu Ada Dalam Dunia Fikssi

      April 25, 2025122

      Sleebew: Istilah Dalam Bahasa Gaul Yang Populer

      May 1, 202588

      Sadap WA: Cara Mudah & Aman? Cek Faktanya!

      May 27, 202563

      Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan, BerIKUT BACAAN NIATYA

      June 20, 202557
      Don't Miss
      politik

      Kisah Dua Mahasiswa Indonesia Membawa Isu Kesehatan Mental lewat Film

      ByJune 9, 20260

      Ilustrasi(Dok Istimewa) DI tengah derasnya arus konten digital yang silih berganti setiap hari, dua pelajar…

      Ariana Grande dan Ethan Slater berpisah setelah tiga tahun

      June 9, 2026

      The Papers: 'Israel dan Iran mundur' dan 'Apakah universitas hanya membuang-buang uang?'

      June 9, 2026

      Kewajiban kesetaraan hukum dalam pelayanan publik harus dihilangkan, kata Badenoch

      June 9, 2026
      Stay In Touch
      • Facebook
      • Twitter
      • Pinterest
      • Instagram
      • YouTube
      • Vimeo
      About Us

      Selamat datang di BestGDTopics.com, sumber terpercaya Anda untuk berita terkini dan informasi mendalam dalam berbagai kategori seperti Cerita Teratas, Ekonomi, Politik, Hiburan & Seni, serta Teknologi.

      Kami berkomitmen untuk menyajikan berita yang akurat, terkini, dan relevan bagi masyarakat Indonesia. Dengan tim yang berdedikasi, kami menghadirkan liputan mendalam, analisis yang tajam, dan sudut pandang yang beragam untuk memastikan Anda selalu mendapatkan informasi yang tepat.

      Our Picks

      Kisah Dua Mahasiswa Indonesia Membawa Isu Kesehatan Mental lewat Film

      June 9, 2026

      Ariana Grande dan Ethan Slater berpisah setelah tiga tahun

      June 9, 2026

      The Papers: 'Israel dan Iran mundur' dan 'Apakah universitas hanya membuang-buang uang?'

      June 9, 2026
      Categories
      • Cerita Teratas
      • Ekonomi
      • Hiburan & Seni
      • politik
      • Teknologi
      © 2026 Bestgdtopics. Designed by webwizards7.
      • Syarat dan Ketentuan
      • Kebijakan Privasi
      • Hubungi Kami
      • Tentang Kami

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Newsletter Signup

      Subscribe to our weekly newsletter below and never miss the latest product or an exclusive offer.

      Enter your email address

      Thanks, I’m not interested