Close Menu
BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    What's Hot

    Polisi anti-teror menyelidiki pembakaran di sinagoga yang tidak digunakan lagi

    May 5, 2026

    Penampilan yang paling banyak dibicarakan di Met Gala tahun ini

    May 5, 2026

    Reformasi berjanji untuk membuka pusat penahanan migran di wilayah pemungutan suara ramah lingkungan

    May 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Polisi anti-teror menyelidiki pembakaran di sinagoga yang tidak digunakan lagi
    • Penampilan yang paling banyak dibicarakan di Met Gala tahun ini
    • Reformasi berjanji untuk membuka pusat penahanan migran di wilayah pemungutan suara ramah lingkungan
    • Dua orang tewas dan banyak yang terluka setelah mobil menabrak kerumunan di kota Leipzig, Jerman
    • Britney Spears mengaku bersalah karena mengemudi sembarangan setelah penangkapan
    • Chris Mason: Pemilu minggu ini akan menunjukkan bagaimana politik berubah
    • Putri Eugenie mengharapkan anak ketiga musim panas ini
    • Aktor Irlandia dan bintang Banshees dari Inisherin Gary Lydon meninggal pada usia 61 tahun
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Tuesday, May 5
    • Home
    • Cerita Teratas
    • Ekonomi
    • politik
    • Hiburan & Seni
    • Teknologi
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Home»Teknologi»Relevansi Pemikiran Guru Tua Sayid Idrus Di Era Modern
    Teknologi

    Relevansi Pemikiran Guru Tua Sayid Idrus Di Era Modern

    ByMarch 31, 2026No Comments2 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Relevansi Pemikiran Guru Tua Sayid Idrus Di Era Modern
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Relevansi Pemikiran Guru Tua Sayid Idrus Di Era Modern
    Mohsen Hasan AlHinduan(Dok.Istimewa)

    SEJARAH Prakemerdekaan Indonesia tidak hanya dibentuk oleh pidato politik, rapat besar, atau letupan senjata. Ada kerja sunyi yang bergerak melalui jalur lain: pendidikan, ekonomi, dan jaringan kepercayaan lintas negeri.

    Di wilayah timur Nusantara, salah satu aktor terpenting dari kerja sunyi itu adalah Sayid Idrus bin Salim Al-Jufri ulama Hadrami yang berperan sebagai pendidik, saudagar, da'i, dan diplomat informal sebelum republik ini lahir.

    Ia tidak tercatat sebagai anggota partai politik. Tidak pula dikenal sebagai juru runding resmi dengan kekuasaan kolonial. Namun jejaringnya di seluruh Hadhramaut, Hijaz, Afrika Timur, Singapura, dan Nusantara, menjadi simpul penting komunikasi umat Islam dan nasionalisme keagamaan di Indonesia Timur.

    Baca juga: 4 Diplomat Iran Tewas dalam Serangan Hotel di Beirut

    Ulama Kosmopolit

    Sayid Idrus lahir di Tarim, Hadhramaut, pada tahun 1891, sebuah kota yang selama berabad-abad melahirkan ulama-saudagar dengan mobilitas melintasi samudra. Dari Tarim, ia mewarisi dua tradisi sekaligus: disiplin ilmu agama yang ketat dan etos kemandirian ekonomi.

    Sejak muda, ia terbiasa berpindah dari satu pusat Islam ke pusat lain Aden, Mombasa, Zanzibar, Singapura membangun hubungan dengan ulama, pedagang, dan pemimpin komunitas Muslim. Mobilitas ini membentuknya sebagai ulama kosmopolit yang memahami politik kolonial bukan dari buku, melainkan dari pengalaman lapangan dan percakapan lintas jaringan.

    Tidak seperti sebagian ulama yang bergantung pada patron politik, Sayid Idrus membangun kemandirian ekonomi melalui perdagangan. Ia terlibat dalam jaringan bisnis tekstil, hasil bumi, dan distribusi barang kebutuhan komunitas model Muslim khas diaspora Hadrami yang berbasis kepercayaan (jaringan berbasis kepercayaan).

    Baca juga: Tak Temukan Tidak Pasti Pidana, Polda Metro Hentikan Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru

    Ekonomi dia bukan tujuan akhir. Ia adalah alat strategi. Dengan kemandirian finansial, Sayid Idrus memiliki ruang gerak yang luas:

    • tidak mudah menekan kolonial,
    • tidak bergantung pada kekuasaan, dan bebas menentukan arah dakwah serta pendidikan. Dalam konteks pra-kemerdekaan, kemandirian semacam ini adalah modal politik yang nyata, meski tidak disebut sebagai politik.

    Diplomasi Tanpa Jabatan

    Peran paling menarik dari Sayid Idrus adalah fungsinya sebagai diplomat informal umat. Melalui jejaring ulama dan saudagar Hadrami di Timur Tengah dan Afrika Timur, ia menyampaikan kondisi umat Islam di Indonesia hingga dunia luar, menjaga arus masuk buku, guru, dan gagasan Islam moderat, hubungan memfasilitasi antara tokoh lokal Indonesia Timur dan jaringan Islam internasional.

    Di era ketika negara Indonesia belum ada, diplomasi semacam ini menjadi saluran legitimasi moral dan intelektual. Dunia Islam mengenal Indonesia bukan hanya sebagai koloni, tetapi sebagai komunitas Muslim yang hidup dan bergerak.

    Sayid Idrus tidak pernah mendirikan partai politik. Ia memahami bahwa di Indonesia Timur, politik frontal justru berisiko memecah belah masyarakat. Strateginya berbeda: membangun manusia dan institusi.

    Pendekatan ini terlihat jelas ketika ia mendirikan Alkhairaat di Palu pada tahun 1930. Secara kasat mata, Alkhairaat adalah lembaga pendidikan. Namun, secara strategis, ia adalah proyek sosial-politik jangka panjang: mencetak kader Muslim yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kesadaran kebangsaan.

    Jaringan Alkhairaat yang kemudian menyebar ke Sulawesi, Maluku, Kalimantan, hingga Papua, menjadi salah satu fondasi integrasi sosial Indonesia Timur ke dalam republik. Dalam dakwah, Sayid Idrus dikenal cerdas membaca konteks dan tegas dalam prinsip. Ia menolak sinkretisme yang memaksakan akidah, tetapi juga menentang puritanisme kaku yang memutus tradisi. Dakwahnya harus berlandaskan ilmu, disampaikan dengan akhlak, dan diarahkan pada kemaslahatan sosial.

    Ketegasannya tidak lahir dari emosi, melainkan dari argumentasi ilmiah. Ia mendidik dengan kesabaran, membangun dengan ketekunan, dan menegur dengan kewibawaan.

    Mengapa Jarang Disebut

    Ada alasan mengapa nama Sayid Idrus tidak sering muncul dalam buku sejarah nasional:

    • Ia bekerja di luar Jawa wilayah yang lama terpinggirkan dalam historiografi.
    • Ia tidak meninggalkan manifesto politik, melainkan jaringan pendidikan.
    • Ia beroperasi sebagai “diplomat sunyi”, bukan aktor panggung. Namun, justru di situlah kekuatannya. Ia adalah arsitek sosial yang fondasinya tidak terlihat, tetapi menopang bangunan besar bernama Indonesia. (H-4)

    Era Guru Idrus Modern Pemikiran Relevansi Sayid tua
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

      Related Posts

      Hitung mundur pemilu di tempat lahirnya sirkus modern

      April 24, 2026

      Piala Dunia 1998: Era Baru 32 Tim dan Kejayaan Les Bleus

      April 22, 2026

      Bakti Pramuka Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

      April 10, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Top Posts

      Negara Yang Selalu Ada Dalam Dunia Fikssi

      April 25, 2025114

      Sleebew: Istilah Dalam Bahasa Gaul Yang Populer

      May 1, 202565

      Sadap WA: Cara Mudah & Aman? Cek Faktanya!

      May 27, 202556

      Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan, BerIKUT BACAAN NIATYA

      June 20, 202548
      Don't Miss
      Cerita Teratas

      Polisi anti-teror menyelidiki pembakaran di sinagoga yang tidak digunakan lagi

      ByMay 5, 20261

      Kebakaran terjadi di bekas Sinagoga Pusat London Timur pada Selasa pagi.

      Penampilan yang paling banyak dibicarakan di Met Gala tahun ini

      May 5, 2026

      Reformasi berjanji untuk membuka pusat penahanan migran di wilayah pemungutan suara ramah lingkungan

      May 5, 2026

      Dua orang tewas dan banyak yang terluka setelah mobil menabrak kerumunan di kota Leipzig, Jerman

      May 5, 2026
      Stay In Touch
      • Facebook
      • Twitter
      • Pinterest
      • Instagram
      • YouTube
      • Vimeo
      About Us

      Selamat datang di BestGDTopics.com, sumber terpercaya Anda untuk berita terkini dan informasi mendalam dalam berbagai kategori seperti Cerita Teratas, Ekonomi, Politik, Hiburan & Seni, serta Teknologi.

      Kami berkomitmen untuk menyajikan berita yang akurat, terkini, dan relevan bagi masyarakat Indonesia. Dengan tim yang berdedikasi, kami menghadirkan liputan mendalam, analisis yang tajam, dan sudut pandang yang beragam untuk memastikan Anda selalu mendapatkan informasi yang tepat.

      Our Picks

      Polisi anti-teror menyelidiki pembakaran di sinagoga yang tidak digunakan lagi

      May 5, 2026

      Penampilan yang paling banyak dibicarakan di Met Gala tahun ini

      May 5, 2026

      Reformasi berjanji untuk membuka pusat penahanan migran di wilayah pemungutan suara ramah lingkungan

      May 5, 2026
      Categories
      • Cerita Teratas
      • Ekonomi
      • Hiburan & Seni
      • politik
      • Teknologi
      © 2026 Bestgdtopics. Designed by webwizards7.
      • Syarat dan Ketentuan
      • Kebijakan Privasi
      • Hubungi Kami
      • Tentang Kami

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Newsletter Signup

      Subscribe to our weekly newsletter below and never miss the latest product or an exclusive offer.

      Enter your email address

      Thanks, I’m not interested