
KENDATI kerap disidak oleh aparat penegak hukum, BPH Migas, hingga anggota Komisi XII DPR RI, antrean kendaraan pemburu tenaga surya subsidi masih menghantui sebagian besar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Jambi hingga Senin (20/7/2026).
Fenomena antrean panjang ini terpantau saat tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU di Kota Jambi. Tim tersebut melibatkan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Jambi, Dinas Perindustrian Kota Jambi, serta pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.
Di SPBU 24.361.70 kawasan Talang Kawo, Pal X, Kecamatan Kotabaru, antrean kendaraan—didominasi truk pengangkut batu bara—tampak mengular hingga ke tepi jalan lingkar selatan Kota Jambi. Meski petugas tidak menemukan adanya modifikasi tangki, tim menunjukkan indikasi berupa penggunaan nomor polisi ganda.
Kanit Tipidter Polresta Jambi, Iptu Dhea Cakra Tirta, mengungkapkan bahwa ia menemukan tiga nomor polisi berbeda yang diduga digunakan untuk mengelabui sistem pembelian solar subsidi (Bio Solar). Selain itu, ditemukan doa kode batang yang tidak sesuai dengan fungsinya.
“Masih ditemukan kendaraan menggunakan kode batang yang tidak sesuai. Tadi kita menemukan doa kode batang yang diduga bermasalah dan langsung diserahkan kepada pihak Pertamina untuk diblokir. Ini penting agar subsidi minyak benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak,” tegas Dhea.
Ribuan Barcode Diblokir
Menangapi karut-marut penyaluran subsidi BBM, Sales Branch Manager Fuel I Jambi PT Pertamina Patra Niaga, Abdillah Rorke, menyatakan langkah tegas telah diambil. Hingga saat ini, Pertamina telah memblokir hampir 11 ribu kode batang atau QR Code “siluman” yang terindikasi ganda atau disalahgunakan.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM sesuai peruntukannya dan tidak memanfaatkannya kode batang yang bukan haknya,” ujar Abdillah.
Di sisi lain, Kepala UPTD Metrologi Legal Dinas Perindustrian Kota Jambi, Bambang, memastikan bahwa dari sisi teknis pengisian, takaran di SPBU yang disidak masih dalam batas normal. Pemeriksaan di SPBU Talang Gulo dan SPBU Paal Lima menunjukkan takaran BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, telah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Meskipun takaran mesin pompa dinyatakan akurat dan ribuan akun ilegal telah diblokir, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa distribusi subsidi solar di Jambi masih menghadapi tantangan besar akibat tingginya volume kendaraan industri yang ikut mengantre di jalur subsidi. (H-3)

