
WAKIL Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menyatakan bahwa Selat Hormuz kini menjadi aset strategi bagi Iran yang memiliki daya pengaruh yang setara dengan senjata nuklir. Menurutnya, selain Selat Hormuz, Iran juga mempunyai 'cadangan' strategi lain yang ia ibaratkan sebagai senjata termonuklir, yakni Selat Bab al-Mandab.
“Iran telah menemukan senjata lain, yang kekuatannya tidak kalah dari senjata nuklir, yakni Selat Hormuz dengan status internasional yang kompleks. Menurut saya, Iran tidak hanya memiliki senjata nuklir tersebut sebagai cadangan, tetapi juga senjata termonuklir yaitu Selat Bab al-Mandab,” kata Medvedev.
Ia menambahkan bahwa Selat Bab al-Mandab memiliki posisi yang sangat penting bagi jalur perdagangan energi dunia sehingga dapat mempengaruhi distribusi minyak global.
“Selat Bab al-Mandab dapat menciptakan situasi di mana seluruh pengiriman minyak terhenti dan semua negara yang memicu konflik di Timur Tengah perlu mengingat hal itu,” lanjut Medvedev.
Medvedev berada di Iran pada Jumat (3/7) untuk menghadiri prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. (Semut/E-4)

