
KEMUNGKINAN besar Brussel tidak akan menyambut upaya dengan baik Inggris untuk bergabung kembali dengan Uni Eropa di bawah kepemimpinan perdana menteri baru, ujar Andrew Roe-Crines, dosen senior bidang politik Inggris di Universitas Liverpool.
“Semakin besar kemungkinannya bahwa Partai Buruh akan mencoba menyelaraskan kebijakan mereka dengan kebijakan Uni Eropa dalam isu-isu utama seperti kebijakan ekonomi dan sosial. Langkah ini merupakan awal dari upaya untuk kembali bergabung dengan Uni Eropa,” kata Roe-Crines kepada RIA Novosti, Rabu (26/6).
“Namun, Brussel kemungkinan besar tidak akan menerima upaya tersebut mengingat Inggris merupakan mitra yang sulit selama masa keanggotaan sebelumnya, dan pada akhirnya keluar tanpa rencana yang matang untuk beradaptasi dengan kenyataan baru,” tambahnya.
Menurut dia, konsep Uni Eropa terlalu diromantisasi oleh sebagian kalangan di Inggris, padahal kenyataannya Uni Eropa adalah institusi yang sedang menghadapi banyak masalah dan bahkan tidak mampu menjaga perbatasannya sendiri.
“Kubu pro-Uni Eropa di Inggris kurang memahami besarnya penolakan terhadap kembalinya Inggris ke blok tersebut, dan tampaknya beranggapan bahwa keputusan itu sepenuhnya berada di tangan Inggris saja,” papar pakar tersebut.
“Hal ini mencerminkan sikap arogan yang mewarnai pandangan Uni Eropa serta pihak-pihak yang ingin mengikat Inggris pada institusi yang sedang ditekankan ini. Namun, terlepas dari romantisme tersebut, masa depan Inggris jelas berada di luar UE,” kata dia melanjutkan.
Sebelumnya pada Senin (22/6), Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh yang sedang berkuasa, tetapi menyatakan akan tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga pemimpin partai baru terpilih.
Starmer menambahkan bahwa pemilihan penggantinya akan dimulai pada 9 Juli dan rampung sebelum Parlemen Inggris Raya kembali bersidang pada September mendatang.
Sekitar 100 anggota parlemen dari Partai Buruh mendesak pengunduran diri Starmer pada Mei menyusul kegagalan partai tersebut dalam pemilihan daerah di Inggris Raya.
Jumlah mereka dilaporkan bertambah setelah saingannya Starmer, Wali Kota Manchester ketika itu, Andy Burnham, memenangkan kursi parlemen pekan lalu. (Semut/P-3)

