Close Menu
BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    What's Hot

    Cara Video Call WhatsApp Web di Laptop tanpa Aplikasi Desktop Terbaru 2026

    July 30, 2026

    Mantan bintang sepak bola Inggris Shaun Wright-Phillips bergabung dengan barisan Strictly

    July 30, 2026

    Burnham mengundang Tories dan Lib Dems ke pembicaraan kepedulian sosial

    July 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Cara Video Call WhatsApp Web di Laptop tanpa Aplikasi Desktop Terbaru 2026
    • Mantan bintang sepak bola Inggris Shaun Wright-Phillips bergabung dengan barisan Strictly
    • Burnham mengundang Tories dan Lib Dems ke pembicaraan kepedulian sosial
    • Amy Dowden memuji Strictly partner karena meyakinkannya untuk tidak berhenti menari
    • Burnham menunjuk Phillipson sebagai ketua Partai Buruh
    • Love Island UK menobatkan pemenang serial penuh twist
    • Bersepeda dalam kondisi kesehatan yang buruk berkat Pogacar yang luar biasa dan pengujian yang ketat
    • Serangan Siber OpenAI Berlanjut, Nvidia, SpaceX, dan Microsoft Luncurkan Aliansi Keamanan AI Open Source
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Sunday, August 16
    • Home
    • Cerita Teratas
    • Ekonomi
    • politik
    • Hiburan & Seni
    • Teknologi
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Home»Teknologi»Pekan Suci Sepi di Yerusalem, Umat Kristen Diliputi Ketakutan dan Ketidakpastian
    Teknologi

    Pekan Suci Sepi di Yerusalem, Umat Kristen Diliputi Ketakutan dan Ketidakpastian

    ByApril 5, 2026No Comments3 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Pekan Suci Sepi di Yerusalem, Umat Kristen Diliputi Ketakutan dan Ketidakpastian
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Pekan Suci Sepi di Yerusalem, Umat Kristen Diliputi Ketakutan dan Ketidakpastian
    Kota Tua Yerusalem(Al Jazeera)

    PEKAN Suci yang biasanya menjadi momen penting bagi umat Kristen berlangsung selama beberapa tahun ini Kota Tua Yerusalem. Jalan-jalan di Kawasan Kristen tampak lengang, sementara sebagian besar toko tutup di tengah-tengah yang diberlakukan otoritas Israel.

    Seorang warga Kristen Palestina, Boulos (bukan nama sebenarnya), tetap membuka tokonya beberapa hari dalam sepekan. Ia menjual pakaian dan barang keagamaan dengan pintu setengah tertutup untuk menghindari penertiban, setelah otoritas Israel memerintahkan penutupan toko-toko selama konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

    Setelah enam tahun mengalami gangguan, mulai dari pandemi Covid-19 hingga rangkaian konflik, usaha Boulos sempat menunjukkan tanda pemulihan ketika peziarah internasional mulai kembali pascagencatan senjata di Gaza pada Oktober lalu. Namun, kondisi itu kembali memburuk.

    Baca juga: Didemo Warga Israel, Benjamin Netanyahu Sembunyi di Bunker Milliader AS

    “Sebelum perang (dengan Iran), bisnis masih sangat buruk. Tapi setidaknya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup,” kata Boulos.

    “Sekarang, tidak ada bisnis yang sama sekali, tidak ada uang sama sekali,” tambahnya.

    Pada suatu siang, seorang perempuan Kristen Ethiopia menjadi pelanggan pertama hari itu dengan membeli lilin doa. Namun transaksi kecil itu tidak berarti banyak.

    Baca juga: Militer AS Klaim Hancurkan Puluhan Drone serta Rudal Kiriman Iran dan Yaman

    “Sejak pagi, saya di sini tidak ada maksudnya,” ucap Boulos dikutip Al Jazeera, Minggu (5/4).

    “Apa gunanya 35 shekel ($11,20) bagi saya? Apa bedanya?,” sebutnya

    Sementara sebagian wilayah Yerussalem Barat mulai membuka aktivitas bisnis karena memiliki fasilitas perlindungan, kawasan Palestina di Kota Tua yang minim tempat perlindungan justru tetap ditutup. Dampaknya paling terasa di kawasan Kristen yang bergantung pada sektor pariwisata.

    Bruder Daoud Kassabry, kepala Sekolah College des Freres, menyebut situasi ini sebagai yang terburuk dalam hidupnya.

    “Ini pertama kalinya dalam hidup saya melihat Yerusalem sesedih ini,” ujarnya.

    “Ini adalah bulan tersulit di daerah kami di sini, sungguh, sepanjang masa kami. Bagi orang tua, bagi sekolah, bagi siswa, bagi guru, bagi semua orang,” sebutnya.

    Kegiatan keagamaan pun terdampak.

    Prosesi Minggu Palma yang biasanya diikuti siswa dan kelompok pramuka dibatalkan tahun ini. Bahkan, otoritas Israel sempat melarang Patriark Latin Yerusalem, Pierbattista Pizzaballa, bersama pejabat gereja lainnya memasuki Gereja Makam Suci.

    Menurut Patriarkat Latin, ini merupakan pertama kalinya dalam berabad-abad pejabat gereja tidak dapat menjalankan ibadah di lokasi suci tersebut.

    Dalam konferensi pers, Kardinal Pizzaballa menyatakan bahwa berbagai kegiatan keagamaan telah dibatalkan untuk mematuhi kepatuhan militer.

    “Tetapi ada hal-hal yang tidak dapat kita batalkan. Tidak seorang pun, bahkan Paus sekalipun, memiliki hak untuk membatalkan liturgi Paskah,” lanjutnya.

    Langkah selanjutnya ini menuai kritik dari sejumlah negara Barat. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kemudian menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan demi alasan keamanan, meskipun menuai pertanyaan karena lokasi gereja berdekatan dengan tempat tinggal kardinal.

    Pernyataan tersebut juga memicu mengenai status quo pengelolaan situs suci di Yerusalem, yang selama ini berada di bawah otoritas gereja dan Wakaf Islam dengan pengawasan Abdullah II.

    Di tengah situasi ini, sejumlah warga Kristen Palestina mengaku menghadapi tekanan sosial dan keamanan.

    Uskup Emeritus Munib Younan mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya di Kota Tua.

    Sementara itu, Boulos memilih beribadah di luar Yerusalem demi merasa lebih aman.

    “Di sana, tidak ada yang menodongkan pistol ke arah Anda dalam perjalanan ke gereja. Kehidupan setidaknya normal,” katanya.

    “Di sini, kehidupan tidak normal,” sebutnya.

    Ia juga menilai adanya eksklusivitas dalam kebijakan yang diterapkan.

    “Mereka (Israel) ingin menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa negara ini hanya diperuntukkan bagi mereka, bukan untuk orang Kristen, bukan untuk Muslim,” ujarnya.

    Di sisi lain, tindakan terhadap umat Islam juga terus berlangsung. Akses ke kompleks Al-Aqsa dibatasi sejak akhir Februari, termasuk selama Ramadhan. Bahkan, aparat keamanan melaporkan membubarkan jamaah saat Idul Fitri dengan gas air mata dan granat kejut.

    Kondisi ini berdampak langsung pada keberlangsungan komunitas Kristen Palestina yang jumlahnya terus menyusut. Prosesi Pembatalan Jalan Salib dan Sabtu Api Suci dinilai mengancam identitas komunal mereka.

    “Banyak orang yang tidak masuk gereja sepanjang tahun, mereka hanya pergi pada hari-hari ini, terutama pada hari Jumat Agung,” kata Bruder Kassabry, Direktur College des Freres de Lasalle atau sekolah kristen di Yerusalem.

    “Karena ini adalah hari raya Yerusalem,” ucapnya.

    Meskipun gereja tetap dibuka untuk ibadah, sebagian umat memilih tidak hadir karena alasan keamanan.

    Di tengah situasi seperti itu, para pemuka agama berupaya memberikan penguatan spiritual kepada jemaat. Pastor Faris Abedrabbo tekanan pentingnya keteguhan dalam menghadapi situasi sulit.

    “Saya memberi tahu mereka, kita dapat mengenali dalam kehidupan sehari-hari kita sesuatu dari penderitaan Kristus sendiri, ketakutan-Nya, kesedihan-Nya, rasa ditinggalkan-Nya,” ujarnya.

    “Dalam konteks ini, satu kata menjadi sentral bagi kita, keteguhan. Seperti yang mengajarkan Kristus sendiri dalam Injil, dengan ketekunanmu kamu akan memperoleh hidupmu,” lanjutnya.

    Krisis berkepanjangan ini juga mendorong banyak pemuda Kristen Palestina mempertimbangkan untuk meninggalkan wilayah tersebut. Uskup Younan mengaku sering diminta membantu pengurusan visa ke luar negeri.

    “Banyak anak muda yang mengatakan kepada saya, 'minta Anda membantu saya mendapatkan visa untuk beremigrasi ke Amerika Serikat atau Kanada atau Australia?” katanya.

    “Saya tidak menyalahkan mereka jika mereka berpikir untuk beremigrasi. Namun ini buruk bagi masa depan kita,” paparnya.

    Boulos pun mengaku sempat mempertimbangkan hal serupa, meski ia masih bertahan.

    “Mereka berusaha sekuat tenaga untuk membuat kami kehilangan harapan, dan meninggalkan negara ini,” katanya.

    Ia mengaku tetap datang ke tokonya sebagai bentuk mempertahankan harapan di tengah situasi sulit.

    “Saya mencoba untuk tetap berharap. Itulah mengapa saya masih datang ke sini, untuk menunjukkan pada diri saya sendiri bahwa saya masih memiliki harapan,” terangnya.

    Namun ia menyadari bahwa kondisi tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.

    “Tetapi kemudian, Anda tahu itu tidak akan berhenti. Itu tidak pernah berhenti. Dan mereka tahu pada suatu saat, Anda akan menyerah. Anda akan kehilangan harapan,” paparnya.

    Di tengah situasi penuh tekanan ini, Pendeta Abedrabbo menegaskan bahwa keteguhan bukanlah sikap pasif.

    “Keteguhan bukanlah ketahanan pasif. Itu adalah perlawanan spiritual yang aktif: untuk tetap tertanam pada kebaikan, pada kebenaran untuk menolak kebencian, dan untuk terus memilih kehidupan,” tutupnya. (P-4)

    Dan diliputi ketakutan ketidakpastian Kristen Pekan Sepi Suci Umat Yerusalem
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

      Related Posts

      Burnham mengundang Tories dan Lib Dems ke pembicaraan kepedulian sosial

      July 29, 2026

      Bersepeda dalam kondisi kesehatan yang buruk berkat Pogacar yang luar biasa dan pengujian yang ketat

      July 27, 2026

      Serangan Siber OpenAI Berlanjut, Nvidia, SpaceX, dan Microsoft Luncurkan Aliansi Keamanan AI Open Source

      July 27, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Top Posts

      Negara Yang Selalu Ada Dalam Dunia Fikssi

      April 25, 2025149

      Sleebew: Istilah Dalam Bahasa Gaul Yang Populer

      May 1, 2025113

      Sadap WA: Cara Mudah & Aman? Cek Faktanya!

      May 27, 202591

      Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan, BerIKUT BACAAN NIATYA

      June 20, 202585
      Don't Miss
      politik

      Cara Video Call WhatsApp Web di Laptop tanpa Aplikasi Desktop Terbaru 2026

      ByJuly 30, 20266

      WhatsApp Web kini mendukung panggilan video langsung dari browser.(Dok.WhatsApp) BAGI Anda yang sering bekerja di…

      Mantan bintang sepak bola Inggris Shaun Wright-Phillips bergabung dengan barisan Strictly

      July 30, 2026

      Burnham mengundang Tories dan Lib Dems ke pembicaraan kepedulian sosial

      July 29, 2026

      Amy Dowden memuji Strictly partner karena meyakinkannya untuk tidak berhenti menari

      July 29, 2026
      Stay In Touch
      • Facebook
      • Twitter
      • Pinterest
      • Instagram
      • YouTube
      • Vimeo
      About Us

      Selamat datang di BestGDTopics.com, sumber terpercaya Anda untuk berita terkini dan informasi mendalam dalam berbagai kategori seperti Cerita Teratas, Ekonomi, Politik, Hiburan & Seni, serta Teknologi.

      Kami berkomitmen untuk menyajikan berita yang akurat, terkini, dan relevan bagi masyarakat Indonesia. Dengan tim yang berdedikasi, kami menghadirkan liputan mendalam, analisis yang tajam, dan sudut pandang yang beragam untuk memastikan Anda selalu mendapatkan informasi yang tepat.

      Our Picks

      Cara Video Call WhatsApp Web di Laptop tanpa Aplikasi Desktop Terbaru 2026

      July 30, 2026

      Mantan bintang sepak bola Inggris Shaun Wright-Phillips bergabung dengan barisan Strictly

      July 30, 2026

      Burnham mengundang Tories dan Lib Dems ke pembicaraan kepedulian sosial

      July 29, 2026
      Categories
      • Cerita Teratas
      • Ekonomi
      • Hiburan & Seni
      • politik
      • Teknologi
      © 2026 Bestgdtopics. Designed by webwizards7.
      • Syarat dan Ketentuan
      • Kebijakan Privasi
      • Hubungi Kami
      • Tentang Kami

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Newsletter Signup

      Subscribe to our weekly newsletter below and never miss the latest product or an exclusive offer.

      Enter your email address

      Thanks, I’m not interested