
SEKOLAH Sukma Bangsa Pidie, Aceh, menggelar kegiatan halal bihalal pada hari pertama masuk sekolah setelah libur Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Senin (30/3). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan upacara rutin yang ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Sejak pagi, para siswa sudah mulai datang ke lingkungan sekolah. Salah satunya Ibtisam Lutfia, siswi kelas X SMA Sukma Bangsa Pidie, yang datang lebih awal untuk mengikuti rangkaian kegiatan.
“Hari ini saya harus datang lebih awal. Soalnya pukul 07.30 upacara rutin sudah dimulai, lalu dilanjutkan halal bihalal sambil bersalam-salaman,” ujar Ibtisam.
Kegiatan berlangsung di selasar gedung utama dan diikuti sekitar 600 siswa serta 90 guru dan petugas sekolah. Acara diawali dengan upacara, dilanjutkan dengan halal bihalal sebagai momentum saling memaafkan dan mempererat kebersamaan.
Guru Bahasa Indonesia SMA Sukma Bangsa Pidie, Muchlisan Putra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi tradisi tahunan yang memiliki makna penting bagi seluruh warga sekolah.
“Ini lebaran penuh makna. Dalam upacara rutin setiap Senin pagi, pewarnaan halal bihalal sehingga bisa melampiaskan rasa rindu dan mempererat kebersamaan dalam satu almamater,” ujarnya.
Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Marthunis Bukhari, dalam Berbagainya mengajak siswa seluruh dan tenaga pendidik untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai sarana memperkuat silaturahmi dan menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama Ramadhan.
“Mari kita saling memaafkan di hari Fitri ini dan menjadikannya sebagai momentum mempererat persatuan serta silaturahmi,” kata Marthunis.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kedisiplinan, ibadah, dan akhlak yang telah dilatih selama bulan Ramadhan agar tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Apa yang telah dibangun selama belajar di Sukma Bangsa harus dipertahankan, jangan sampai hilang begitu saja,” ujarnya.
Setelah Upacara, kegiatan dilanjutkan dengan saling bersalaman antara siswa, guru, dan seluruh staf sekolah. Para siswa secara bergiliran menyalami dan mencium tangan guru sebagai bentuk penghormatan dan ucapan saling memaafkan.
Seorang guru menyebut kegiatan tersebut tidak hanya sebagai tradisi, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter bagi siswa.
“Ini kegiatan rutin penuh makna. Bukan sekedar tradisi, tapi juga edukasi untuk melestarikan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.
Kegiatan halal bihalal berlangsung khidmat dan penuh keakraban, menandai dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar di lingkungan Sekolah Sukma Bangsa Pidie setelah libur panjang Idul Fitri. (E-2)

