
GERAKAN Pemuda Ansor (GP Ansor) berkomitmen meningkatkan program di bidang pertanian dalam rangka menopang ketahanan pangan nasional. GP Ansor melakukan panen padi organik di Kabupaten Blorasekaligus menanam 3.000 pohon kelapa.
“Ini komitmen GP Ansor secara organisasi untuk menopang program ketahanan pangan nasional,” ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, dalam keterangan yang diterima (15/2).
Kegiatan itu merupakan implementasi dari Patriot Ketahanan Pangan. Menurut Addin, produktivitas kader di bidang pangan seperti pertanian juga bisa berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi warga.
“Dengan inovasi sahabat-sahabat menggarap pertanian padi organik, berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti LP2NU Blora, Pemkab Blora, dan Bank Jateng. Ini langkah bagus untuk menjaga kesuburan lahan sekaligus menciptakan ekosistem pertanian masyarakat desa. Apalagi bisa mengikutsertakan keterlibatan anak muda dan warga sekitar, sehingga bisa meningkatkan aktivitas ekonomi mereka,” lanjutnya.
Terkait penanaman pohon kelapa, Addin berharap bisa tumbuh dan produksinya jadi beragam. Tidak hanya kelapa, tetapi juga pengelolaan daging kelapa, serabut kelapa, dan batok kelapa.
“Jika hal ini dilakukan, akan menambah nilai kemanfaatan yang begitu besar bagi masyarakat daerah dan tentunya menciptakan lapangan pekerjaan,” menambahkan.
Kelapa ini memiliki akar yang kuat meski di tanah pasir, menjulang tinggi tanpa lupa akar, lentur tak mudah patah, semua bagiannya bermanfaat dan berbuah di puncak kesabaran.
“Jadi pula ber-Ansor, tetap kokoh, tetap bermanfaat, tetap rendah hati meski tinggi menjulang,” tambah Addin.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi dan memberikan dukungan kepada GP Ansor yang terlibat langsung di bidang pertanian. Ia bahkan meminta aktivitas pertanian komoditasnya diperbanyak.
“Kami siap bersinergi dengan GP Ansor di bidang pengembangan pertanian organik, pertanian modern, termasuk juga kalau bisa memperluas komoditasnya, dari padi menjadi buah, kelapa, dan pangan lainnya,” katanya.
Sementara Ketua PC GP Ansor, M. Yusuf Ahsin Saqo, mengatakan penanaman 3.000 kelapa disebabkan dahulunya Blora menjadi sentra kelapa.
“Blora dulu menjadi sentra kelapa, dan hari ini kita ingin mewujudkannya kembali. Ke depan yang perlu dilakukan adalah penambahan lahan demplot dan dukungan kader-kader untuk memperluas penjualan, termasuk kreatif dalam pengemasan sehingga hasilnya bisa lebih maksimal,” imbuhnya. (M-3)

