
DI tengah kekhawatiran melemahnya daya beli kelas menengah sejak awal tahun 2025, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)hanya melihat sinyal yang berbeda. Pengembang properti ini menilai segmen kelas menengah ke atas masih menunjukkan kekuatan, tercermin dari pencapaian penjualan yang melampaui target.
Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto P. Adi, mengatakan perusahaan sempat mencermati isu perlambatan ekonomitermasuk kekhawatiran terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) dan potensi penurunan daya beli masyarakat.
“Kami memang sempat melihat ada kekhawatiran soal kelas menengah. Awal 2025 banyak pembahasan soal PHK dan potensi penurunan belanja,” ujar Adrianto saat pembukaan Summarecon mall bekasi (UKM) Fase II, kemarin.
Namun demikian, ia menegaskan keyakinan perseroan bahwa kondisi perekonomian nasional akan terus membaik di bawah pemerintahan saat ini. Hal tersebut tercermin dari capaian penjualan pemasaran yang menjadi indikator utama respon pasar.
Sepanjang tahun 2025, SMRA mencatatkan penjualan pemasaran sebesar Rp5,5 triliun, melampaui target yang sebelumnya dipatok sebesar Rp5 triliun. Kontributor terbesar berasal dari Summarecon Serpong dengan porsi sekitar 45% dari total penjualan.
“Marketing sales kita mencapai target bahkan melebihi target. Artinya, segmen yang kita sasar, mulai dari kelas menengah ke atas, tetap merespons dengan baik produk yang kami tawarkan,” jelas Adrianto.
Kepercayaan konsumen tersebut menjadi dasar bagi SMRA untuk terus melanjutkan ekspansi, termasuk pengembangan kawasan dan fasilitas baru di bekasi.
Ia menekankan bahwa keputusan ekspansi didasarkan pada perhitungan bisnis yang matang, bukan sekedar optimisme belaka.
“Optimisme ini bukan bersifat emosional, tapi rasional dan terukur. Itu yang membuat kami berani berinvestasi Summarecon Mall Bekasi Tahap II”dia.
Dalam pembangunan SMB Tahap II, SMRA mengalokasikan dana sekitar Rp1 triliun yang berasal dari dana internal dan pinjaman perbankan.
Konsep Kesehatan Jadi Pembeda
Direktur Summarecon, Soegianto Nagaria, menyebutkan salah satu daya tarik utama mal baru ini adalah penerapan konsep gaya hidup sehat yang lebih menyeluruh. Menurutnya, pusat dunia kini bukan lagi sekedar tempat belanja, tetapi juga ruang aktivitas harian.
“Kini orang ke mal tidak hanya belanja, tapi juga bisa olahraga. Pagi olahraga, jam 10 belanja, sore main padel, berenang, hingga malam nonton,” ujarnya.
Konsep ini dihadirkan melalui fasilitas Pusat Olahraga & Kesehatan, Wellground, yang disebut sebagai genre baru dalam pengembangan mal.
“Kami bukan merebut pasar, tapi menambah pilihan. Setiap bisnis punya keunikan masing-masing,” tambahnya.
Summarecon meyakini keberadaan fasilitas berukuran besar ini akan memperkuat ekosistem Bekasi sebagai kota modern yang semakin terkoneksi dan memiliki komunitas yang tumbuh.
“Modalnya adalah memberikan fasilitas lebih dulu. Kalau sudah lengkap, orang akan yakin tinggal di Bekasi dan komunitasnya pun berkembang,” tuturnya.
Selain itu, perbaikan konektivitas dan transportasi juga menjadi faktor pendukung.
“Pemerintah memberikan solusi manajemen lalu lintas dan transportasi yang semakin baik. Semua jadi terasa lebih dekat,” tutupnya. (Z-10)

