
Sholat ba'diyah isya merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (muakkad) bagi umat Islam. Ibadah ini dilaksanakan tepat setelah mengerjakan sholat fardhu Isya dan sebelum waktu sholat berakhir atau sebelum tidur. Sebagai bagian dari sholat sunnah rawatib, melaksanakannya memiliki keutamaan yang luar biasa sebagai penyempurna kekurangan dalam sholat wajib kita.
Dalam ajaran Islam, sholat sunnah rawatib terbagi menjadi dua kategori, yaitu muakkad (sangat ditekankan) dan ghairu muakkad (dianjurkan namun tidak melakukan perlawanan muakkad). Sholat sunnah dua rakaat setelah Isya termasuk dalam kategori sunah muakkadyang artinya Rasulullah SAW selalu mengerjakannya dan jarang meninggalkannya. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai niat, tata cara, hingga keutamaan dari sholat sunnah ini.
Hukum dan Dalil Sholat Ba'diyah Isya
Landasan hukum pelaksanaan sholat sunnah rawatib, termasuk ba'diyah Isya, bersumber dari berbagai hadits shahih. Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi mereka yang menjalankan sholat-sholat sunnah ini. Salah satu dalil utamanya adalah hadits dari Ummu Habibah radhiyallahu 'anhadi mana Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan menjaga 12 rakaat sholat sunnah dalam sehari semalam.
Dari 12 rakaat tersebut, dua rakaat setelah Isya adalah salah satunya. Hal ini menegaskan posisi penting ibadah ini dalam rutinitas harian seorang Muslim. Dalam pelaksanaannya, seorang hamba tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW.
Bacaan Niat Sholat Ba'diyah Isya
Niat adalah rukun pertama dalam setiap ibadah. Niat membedakan antara satu ibadah dengan ibadah lainnya, serta membedakan ibadah dengan kebiasaan semata. Berikut adalah lafal niat sholat sunnah ba'diyah Isya dua rakaat yang dapat Anda amalkan:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal 'isya'i rak'ataini ba'diyyatan lillahi ta'ala.
Artinya: “Aku niat mengerjakan sholat sunnah sesudah Isya dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
Niat ini diucapkan di dalam hati bersamaan dengan Takbiratul Ihram. Melafalkannya dengan lisan hukumnya sunnah menurut mayoritas ulama Syafi'iyah untuk membantu hati agar lebih fokus (khusyuk).
Tata Cara Pelaksanaan
Secara umum, tata cara pelaksanaan sholat ba'diyah isya sama tekun dengan sholat sunnah dua rakaat lainnya. Berikut adalah langkah-langkah rincinya:
- Takbiratul Ihram: Mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan “Allahu Akbar” dan berniat di dalam hati.
- Membaca Doa Iftitah: Hukumnya sunnah, namun sangat dianjurkan untuk menyempurnakan pahala shalat.
- Membaca Surat Al-Fatihah: Ini adalah rukun sholat yang wajib dibaca pada setiap rakaat. Anda dapat membaca Surat Al-Fatihah dengan tartil.
- Membaca Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca ayat atau surat dari Al-Qur'an. Anda bisa memilih surat-surat pendek seperti Surat Al-Ikhlas atau Surat Al-Kafirun.
- Ruku': Membungkuk dengan punggung rata, tangan memegang lutut, dan membaca tasbih ruku'.
- saya pasang surut: Bangkit dari ruku' dan berdiri tegak (tuma'ninah).
- Sujud: Meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki ke lantai.
- Duduk di Antara Dua Sujud: Membaca doa rabbighfirli warhamni…
- Sujud Kedua.
- Bangkit untuk Rakaat Kedua: Ulangi langkah dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua.
- Tasyahud Akhir: Duduk tawarruk dan membaca bacaan tahiyat akhir serta sholawat Nabi.
- Salam: Menoleh ke kanan dan ke kiri sebagai penutup sholat.
Waktu Pelaksanaan yang Tepat
Penting untuk diperhatikan bahwa waktu pelaksanaan sholat ba'diyah Isya adalah setelah itu Anda selesai mengerjakan sholat fardhu Isya dengan sempurna. Rentang waktunya terbentang mulai dari selesainya sholat Isya hingga masuknya waktu Shubuh (fajar shadiq). Namun, waktu terbaik adalah menyegerakannya setelah berdzikir sejenak pasca sholat fardhu, agar tidak terlewat karena rasa kantuk atau kesibukan lain.
Jika seseorang menjamak sholat Maghrib dan Isya (Jamak Taqdim), maka sholat ba'diyah Isya boleh dilaksanakan setelah sholat Isya selesai, meskipun waktu Isya yang sebenarnya belum masuk.
Keutamaan Sholat Sunnah Rawatib Ba'diyah Isya
Meluangkan waktu sejenak untuk mengerjakan dua rakaat ini memiliki ganjaran yang sangat besar. Berikut adalah beberapa keutamaan yang disebutkan dalam hadits:
1. Membangun Rumah di Surga
serupa hadits riwayat At-Tirmidzi dari Ummu Habibah, Rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa yang mengerjakan shalat 12 rakaat (sunnah rawatib) sehari semalam, akan dibangunkan baginya rumah di surga. (HR. Muslim & At-Tirmidzi).
Dua rakaat setelah Isya adalah bagian yang tak terpisahkan dari paket 12 rakaat tersebut.
2. Menutupi Kurangnya Sholat Wajib
Manusia tempatnya salah dan lupa. Terkadang sholat fardhu kita kurang khusyuk atau ada bacaan yang kurang sempurna. Sholat sunnah, termasuk ba'diyah Isya, berfungsi sebagai penambal atau penyempurna kekurangan-kekurangan tersebut di hari perhitungan kelak.
3. Mengikuti Sunnah Rasulullah
Melaksanakan apa yang biasa dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW adalah bukti cinta kita kepada beliau. Menghidupkan sunnah di tengah kesibukan duniawi merupakan amalan yang mulia.
Dengan memahami niat, tata cara, dan keutamaan sholat ba'diyah isyadiharapkan kita dapat lebih istiqomah dalam menjalankannya. Jangan biarkan kesibukan atau rasa lelah menghalangi kita untuk meraih rumah di surga yang telah dijanjikan Allah SWT melalui amalan sederhana namun berbobot ini.

