
GULA darah memiliki peran penting dalam menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Secara umum, kadar gula darah normal berada di kisaran 70–100 mg/dL sebelum makan dan kurang dari 180 mg/dL setelah makan. Namun, ketika kadar gula darah melebihi batas normal tersebut, seseorang dapat mengalami hiperglikemia atau gula darah tinggi.
Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, gula darah tinggi merupakan faktor pemicu utama diabetes dan berbagai komplikasi kesehatan lainnya.
Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal, mengetahui langkah pertolongan pertama, serta menerapkan pencegahan pola hidup menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Dikutip dari laman Halodoc, berikut gejala gula darah tinggi yang bisa Anda waspadai.
Tanda-Tanda Gula Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai
1. Mudah Kelelahan
Gula darah tinggi dapat menimbulkan berbagai gejala yang sering kali dianggap ringan atau diabaikan. Salah satu tanda yang paling umum adalah mudah merasa lelah. Kondisi ini dikenal sebagai kelelahan diabetes, dimana seseorang tetap merasa lemas meskipun sudah cukup tidur, makan dengan baik, dan rutin berolahraga.
Berbagai faktor dapat memicu kelelahan ini, mulai dari efek samping pengobatan, kondisi mental, hingga komplikasi akibat kadar gula darah yang berlebihan.
2. Penglihatan Mata Buram
Penglihatan kabur juga menjadi tanda yang sering muncul. Kadar glukosa yang tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di mata serta menyebabkan pembengkakan lensa mata, sehingga penglihatan menjadi kabur dan sulit fokus.
Meski begitu, penglihatan kabur tidak selalu disebabkan oleh gula darah tinggi karena bisa juga berkaitan dengan kondisi lain.
3. Mudah Lapar
Ciri berikutnya adalah mudah merasa lapar. Baik pada diabetes tipe 1 maupun tipe 2, keseimbangan kadar glukosa dapat memicu siklus rasa lapar yang terus berulang.
Tubuh kesulitan mengenali rasa kenyang ketika kadar gula darah melonjak, sehingga seseorang cenderung ingin makan lebih sering meskipun kebutuhan energi sebenarnya telah terpenuhi.
4. Gerak Tubuh jadi Lamban
Gula darah tinggi juga dapat membuat tubuh terasa lebih lamban. Lonjakan gula darah memicu peningkatan insulin yang menyebabkan energi tubuh menjadi tidak stabil.
Kondisi ini membuat seseorang mengalami pasang-surut energi, sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih berat dan tubuh mudah lemas.
5. Ingin Makan yang Manis-manis
Tanda lain yang sering muncul adalah keinginan berlebihan terhadap makanan atau minuman manis. Semakin sering seseorang mengonsumsi gula, dorongan untuk mengonsumsinya kembali semakin meningkat.
Kandungan tertentu dalam makanan manis dapat menimbulkan efek ketergantungan, sehingga sulit bagi seseorang untuk mengontrol asupan gula.
6. Berat Bada Turun Drastis
Selain itu, penurunan berat badan secara signifikan tanpa diet atau penyebab medis yang jelas juga patut diperhatikan. Kondisi ini terjadi karena gula tetap berada dalam darah, namun tidak dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Akibatnya, tubuh mulai membakar lemak dan otot untuk memenuhi kebutuhan energi, yang akhirnya menyebabkan berat badan turun secara drastis.
7. Luka Sulit Sembuh
Ciri lainnya adalah luka yang sulit disembuhkan. Kadar gula darah tinggi dapat merusak saraf dan pembuluh darah, sehingga sirkulasi darah menjadi terganggu. Kondisi ini memperlambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi.
Pertolongan Pertama Saat Mengalami Gula Darah Tinggi
Ketika seseorang mulai merasakan tanda-tanda gula darah tinggi, ada beberapa langkah awal yang dapat dilakukan. Memperbanyak konsumsi air putih menjadi langkah awal yang penting karena membantu ginjal membuang kelebihan gula melalui urin sekaligus mencegah dehidrasi.
Melakukan aktivitas fisik ringan, seperti jalan kaki, juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Gerakan ringan membantu otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi, sehingga kadar gula darah dapat terus menurun.
Pada saat kadar gula darah tinggi, konsumsi makanan yang tinggi gula dan karbohidrat sebaiknya dihindari. Langkah ini bertujuan mencegah terjadinya gula darah yang lebih tinggi.
Bagi penderita diabetes tipe 1, pemeriksaan keton dalam urin perlu dilakukan ketika gula darah meningkat. Hal ini penting untuk mendeteksi risiko ketoasidosis diabetik, yang merupakan kondisi darurat medis. Jika kadar gula darah tetap tinggi atau muncul gejala berat seperti kelelahan ekstrem, kebingungan, atau kesulitan bernapas, bantuan medis harus segera dicari. (Z-1)

