
RAMBUT bau adalah kondisi ketika rambut atau kulit kepala mengeluarkan aroma tidak sedap akibat hamparan keringat, minyak, bakteri, jamur, atau paparan lingkungan yang kotor.
Masalah ini sering terjadi karena kebiasaan perawatan rambut yang kurang tepat atau aktivitas sehari-hari yang membuat kulit kepala mudah lembap dan berminyak.
1. Keras dengan Rutin
Keringat, minyak, dan kotoran bisa membuat rambut mudah berbau. Keramas 2 sampai 3 kali seminggu membantu menghilangkan bakteri dan minyak berlebih.
2. Bilas dengan Air Lemon
Lemon memiliki sifat antibakteri dan aroma segar. Caranya, campurkan 1 sampai 2 sendok air lemon dengan 1 gelas air, lalu gunakan sebagai bilasan setelah keramas.
3. Gunakan Cuka Apel
Cuka apel dapat menyeimbangkan pH kulit kepala dan menghilangkan bau. Caranya, campur 2 sendok makan cuka apel dan segelas air, semprotkan ke kulit kepala, diamkan 5 menit, lalu bilas.
4. Pakai Masker Lidah Buaya
Lidah membantu buaya mengurangi bakteri dan memberikan aroma segar. Oleskan gel lidah buaya ke kulit kepala, diamkan 20 menit, lalu bilas.
5. Gunakan Minyak Pohon Teh
Minyak pohon teh bersifat antijamur dan antibakteri. Caranya, campurkan 2 sampai 3 tetes ke sampo atau minyak rambut, lalu pijat kulit kepala dengan lembut.
6. Keringkan Rambut dengan Baik
Rambut lembap mudah menjadi sarang bakteri penyebab bau. Gunakan handuk atau pengering rambut dengan suhu rendah hingga rambut benar-benar kering.
7. Hindari Memakai Topi Terlalu Lama
Topi atau helm yang dipakai lama membuat kulit kepala berkeringat dan menghasilkan bau. Pastikan helm atau topi sering dijemur atau dibersihkan.
8. Gunakan Daun Sirih Sebagai Bilasan
Daun sirih mempunyai sifat antibakteri alami. Caranya, rebus 5 sampai 7 lembar daun sirih, dinginkan airnya, lalu gunakan untuk membilas rambut setelah keramas.
Rambut yang bau biasanya beraroma asam atau tidak sedap, kulit kepala terasa gatal, rambut cepat lepek, dan timbul ketombe atau gumpalan minyak. (Z-4)
Sumber: alodokter, merpati

