
MENTERI Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai menanggapi kritik PresidenPrabowo Subianto terhadap penerapan prinsip HAM ala Barat. Ia menegaskan bahwa kementeriannya bekerja berdasarkan arahan presiden dan tidak memiliki ruang untuk mengelaborasi lebih jauh.
“Saya setuju saja dengan apa yang disampaikan presiden,” ujar Natalius dalam konferensi pers di Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (8/12).
Menurut Natalius pandangan Presiden Prabowo yang mengatakan penerapan HAM ala barat bersifat hipokrit seharusnya tidak dilayangkan kepada dirinya sendiri.
“Kurang tepat apabila pernyataan presiden diajukan kepada menteri yang berada di bawah struktur kepemimpinan presiden. Itu lebih relevan ditanyakan kepada pengamat atau pegiat HAM,” ucapnya.
Selain itu, Natalius menegaskan pihaknya tidak akan memberikan penjelasan tambahan terkait kritik Prabowo terhadap standar HAM Barat.
“Tidak ada elaborasi. Kami ini pelaksana, jadi apa yang diucapkan presiden, itulah yang kami laksanakan,” katanya.
Sebelumnya, dalam peringatan HUT Partai Golkar pada Jumat (5/12), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik terhadap penerapan demokrasi dan HAM ala Barat yang nilainya tidak konsisten.
“Kita tidak bisa ikut politik-politik negara lain, belum tentu demokrasi di Barat cocok dengan kita,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menyebut negara-negara Barat sering mengajarkan nilai-nilai demokrasi dan HAM, namun pada saat yang sama ikut melakukan pelanggaran terhadap prinsip yang mereka suarakan.
Ia juga mengganggu sejarah kolonialisme yang berlangsung ratusan tahun serta praktik pengintaian negara-negara Barat dalam menghalangi pelanggaran HAM. “Jadi rupanya demokrasi, HAM itu sesuai selera. Kalau cocok dengan selera mereka yang baru diributkan,” ujarnya. (Perkembangan/P-3)

