
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala daerah untuk mengirim para dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ke lokasi bencana banjir sumatera.
Strategi ini merupakan tindak lanjut dari Arahan Presiden Prabowo Subianto agar mengirimkan dokter untuk membantu menangani masalah kesehatan yang timbul pascabanjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
“Kami akan menindaklanjuti Arah Presiden itu, berkoordinasi secara teknis dengan kepala daerah untuk kebutuhan-kebutuhan dokter-dokter yang ada di RSUD, untuk bisa digeser secara teknis ke tempat-tempat bencana yang memerlukan,” ungkapnya baru-baru ini.
Lebih lanjut, menurutnya perubahan diperlukan mengingat daerah itu membutuhkan kapasitas dokter yang cukup tinggi.
Pasalnya, kondisi sekitar belum pulih sepenuhnya, dan sebagian besar masyarakat bahkan masih mengungsi.
“Memang ketika kami berkeliling kemarin, ada kebutuhan dokter-dokter yang cukup tinggi, karena banyak warga yang membutuhkan,” ucap Bima.
Terkait pembangunan infrastruktur dan perumahan sementara, kini tidak lagi berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait. Saat ini, pemerintah tengah memastikan kelengkapan dan akurasi data.
Begitu pun sumber anggaran yang digunakan untuk pembangunan perumahan sementara, termasuk hibah dari provinsi lain. Menurut catatannya, ada sekitar 11 provinsi yang telah mengucurkan Dana Tidak Terduga (DTT).
“Tingkat kerusakannya sedang, berat, begitu ya, dan mana juga yang bisa dibantu oleh anggaran dari provinsi, dan mana yang diperlukan bantuan dari pemerintah pusat, kementerian terkait. Dan kan juga ada kontribusi atau donasi dari provinsi-provinsi lain,” pungkas Bima. (E-3)

