
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Diperkirakan potensinya meningkat bencana hidrometeorologi dalam sepekan ke depan, seiring masih aktifnya gelombang atmosfer dan sisa dampak Ex-Siklon Tropis Senyar di sejumlah wilayah.
“Meski Siklon Tropis Senyar telah punah setelah terbentuk di Selat Malaka, sistem ini masih memicu hujan sedang hingga ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau,” ungkap BMKG dalam keterangan resmi, Sabtu (29/11).
BMKG mencatat peningkatan curah hujan ekstrem pada periode 25–27 November 2025, curah hujan harian mencapai 310,8 mm di Aceh Utara, 262,2 mm di Medan, 229,7 mm di Tapanuli Tengah, dan 154 mm di Padang Pariaman. Aktivitas Gelombang Rossby Ekuator ikut memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah yang sama, sehingga memperbesar risiko banjir, banjir bandang, hingga longsor.
Sepekan ke depan, dinamika atmosfer global hingga lokal juga dinilai memicu risiko hidrometeorologi di banyak wilayah. Indeks Dipole Mode bernilai ?0,6 memicu peningkatan awan hujan di Indonesia barat, sementara kondisi La Nina lemah meningkatkan peluang hujan di Indonesia timur. Penguatan Monsun Asia dan dominasi angin baratan menambah pasokan uap udara dari Samudra Hindia, memperluas potensi hujan lebat.
Madden–Julian Oscillation (MJO) yang aktif bersama Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator di Selat Malaka, Samudra Hindia barat Aceh, serta Jawa Selatan hingga NTT juga berpotensi memicu terbentuknya awan hujan secara intensif.
Pada saat yang sama, Siklon Tropis Koto di Laut Filipina memberikan dampak tidak langsung berupa hujan sedang–lebat serta gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan utara Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara, sehingga meningkatkan gelombang risiko tinggi di wilayah maritim.
BMKG menetapkan status Awas untuk hujan sangat lebat–ekstrem di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada periode 28–30 November 2025. Wilayah Siaga meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Barat. Kepulauan Riau berpotensi terdampak angin kencang.
Dalam periode 29 November–3 Desember 2025, hujan lebat yang berpotensi memicu banjir, longsor, maupun gangguan transportasi diperkirakan terjadi di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, termasuk cuaca ekstrem yang berpotensi memicu terjadinya genangan, banjir, dan longsor. Masyarakat diminta menjauhi area terbuka saat hujan disertai angin kencang maupun petir, serta menyampaikan informasi resmi melalui kanal BMKG. (M-3)

