Close Menu
BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    What's Hot

    Menteri Pendidikan akan meminta pengawas kompetisi untuk meninjau biaya penitipan anak yang tersembunyi

    May 26, 2026

    Ruud 'seperti zombie' karena ia takut terkena sengatan panas dalam kemenangan sulit Paris

    May 26, 2026

    Penulis Rivals menyuruh para penulis untuk berhenti membuat 'pria macho'-nya menangis

    May 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Menteri Pendidikan akan meminta pengawas kompetisi untuk meninjau biaya penitipan anak yang tersembunyi
    • Ruud 'seperti zombie' karena ia takut terkena sengatan panas dalam kemenangan sulit Paris
    • Penulis Rivals menyuruh para penulis untuk berhenti membuat 'pria macho'-nya menangis
    • Pengumuman SNBT 2026: Link Resmi, 45 Laman Mirror, dan Cara Cek Hasil
    • Harga minyak merosot karena harapan akan tercapainya kesepakatan damai AS-Iran
    • Jo dan Kush dari Race Across the World memberikan contoh yang kuat bagi kaum muda
    • Gadis yang diperkosa oleh anak laki-laki yang lolos dari penjara mengatakan kepada BBC bahwa keputusan hakim itu seperti 'batu di wajah saya'
    • Olivia Dean membuka tirai Akhir Pekan Besar Radio 1 dengan set 'ajaib'
    Facebook X (Twitter) Instagram
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Tuesday, May 26
    • Home
    • Cerita Teratas
    • Ekonomi
    • politik
    • Hiburan & Seni
    • Teknologi
    BestGDTopics – Berita Terkini Indonesia
    Home»Teknologi»Bivitri Susanti Peringatkan Bahaya Kembalinya Orde Baru dan Ancaman Demokrasi
    Teknologi

    Bivitri Susanti Peringatkan Bahaya Kembalinya Orde Baru dan Ancaman Demokrasi

    ByNovember 4, 2025No Comments5 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Bivitri Susanti Peringatkan Bahaya Kembalinya Orde Baru dan Ancaman Demokrasi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Bivitri Susanti Peringatkan Bahaya Kembalinya Orde Baru dan Ancaman Demokrasi
    ilustrasi.(MI)

    PAKAR Hukum Tata Negara, Bivitri Susantimenilai wacana yang disampaikan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto bukan sekedar menyertakan simbolik, melainkan menjadi alarm bahaya bagi arah demokrasi dan sistem ketatanegaraan Indonesia.

    Hal itu disampaikan Bivitri dalam konferensi pers di Gedung YLBHI, Jakarta, Selasa (4/11). Ia menilai, pemberian gelar tersebut berpotensi menjadi “pathway” atau jalan kembali ke sistem pemerintahan otoriter seperti era Orde Barubahkan membuka kemungkinan untuk menghidupkan kembali naskah awal UUUD 1945 sebelum amandemen.

    “Ini semacam alarm sebetulnya, kami mengatakan semacam jalur untuk kembali kepada UUD yang lama naskah awal yang dibuat pada Juli 1945,” ujar Bivitri.

    Baca juga: Peringatan 27 Tahun Reformasi, Sejumlah Aktivis Kumpul Bicarakan Kemajuan Demokrasi Politik dan Ekonomi

    Menurutnya, seluruh proses amandemen UUD 1945 pada periode 1999–2002 justru lahir sebagai koreksi terhadap praktik kekuasaan panjang Soeharto selama lebih dari tiga dekade memimpin Indonesia.

    “Kalau teman-teman ingat, hal pertama yang diubah dalam amandemen UUD 1945 adalah mengambil alih masa jabatan presiden, dari tak terhingga menjadi dua kali. Itu belajar dari Soeharto,” jelasnya.

    Selain penyimpanan masa jabatan, Bivitri menambahkan, berbagai lembaga baru seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Yudisial (KY), dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) lahir dari semangat reformasi untuk mencegah terulangnya konsentrasi kekuasaan di satu tangan.

    Baca juga: Oligarki Adalah, Pengertian, Tipe, Ciri, dan Contoh

    “Bayangkan kalau legitimasi perubahan UUD 45 itu hilang karena Soeharto justru dianggap pahlawan. Itu jalan yang sangat mulus tanpa kerikil untuk membalikkan ke naskah awal UUD 1945. Kalau balik ke naskah awal, kita tidak punya MK, tidak ada lagi pasal-pasal HAM, tidak ada otoritas jabatan, tidak ada KPU seperti sekarang. Itu mengerikan,” lanjutnya.

    Bivitri menegaskan, usulan pemberian gelar kepada Soeharto tidak hanya bermasalah secara moral dan politik, tetapi juga tidak memiliki dasar hukum yang sah.

    Menurutnya, setelah amandemen UUD 1945 selesai pada tahun 2002, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tidak lagi mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan Ketetapan MPR (TAP MPR) baru, kecuali yang bersifat internal.

    “Kalau dibilang legalitasnya sudah legal, itu salah. Karena TAP MPR sejak 2002 tidak boleh keluar lagi. Jadi kalau ada perubahan pada TAP MPR yang soal pengaturan pengadilan Soeharto, itu tidak mungkin,” tegasnya.

    Bivitri juga menyebut tim advokasi yang menolak pemberian gelar, termasuk jaringan masyarakat sipil, telah membaca bahwa tidak ada dokumen resmi terkait perubahan TAP MPR yang bisa dijadikan dasar hukum untuk pengusulan gelar tersebut.

    “Yang terjadi itu hanya pidato Pak Bamsoet (Ketua MPR). Tapi kalau dikatakan sudah legal secara hukum, ya keliru,” ujarnya.

    Bivitri menilai, upaya mengangkat Soeharto sebagai pahlawan merupakan bentuk distorsi sejarah dan ancaman terhadap hasil reformasi yang telah diperjuangkan sejak tahun 1998.

    “Sebagai orang yang mempelajari hukum tata negara, ini mengerikan. Tapi mestinya bukan hanya mengerikan bagi kami, melainkan bagi kita semua,” tutupnya. (Cah/P-3)

    Ancaman Bahaya baru Bivitri Dan Demokrasi Kembalinya Orde Peringatkan Susanti
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email

      Related Posts

      Pengumuman SNBT 2026: Link Resmi, 45 Laman Mirror, dan Cara Cek Hasil

      May 25, 2026

      Jo dan Kush dari Race Across the World memberikan contoh yang kuat bagi kaum muda

      May 25, 2026

      Spesifikasi dan Harga MacBook Air M5 13 Inci, Baterai Tahan hingga 18 Jam

      May 22, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Top Posts

      Negara Yang Selalu Ada Dalam Dunia Fikssi

      April 25, 2025117

      Sleebew: Istilah Dalam Bahasa Gaul Yang Populer

      May 1, 202576

      Sadap WA: Cara Mudah & Aman? Cek Faktanya!

      May 27, 202563

      Tata Cara Mandi Wajib Setelah Berhubungan, BerIKUT BACAAN NIATYA

      June 20, 202556
      Don't Miss
      politik

      Menteri Pendidikan akan meminta pengawas kompetisi untuk meninjau biaya penitipan anak yang tersembunyi

      ByMay 26, 20261

      Bridget Phillipson akan meminta pengawas kompetisi untuk memeriksa biaya yang masih dihadapi keluarga dalam penitipan…

      Ruud 'seperti zombie' karena ia takut terkena sengatan panas dalam kemenangan sulit Paris

      May 26, 2026

      Penulis Rivals menyuruh para penulis untuk berhenti membuat 'pria macho'-nya menangis

      May 26, 2026

      Pengumuman SNBT 2026: Link Resmi, 45 Laman Mirror, dan Cara Cek Hasil

      May 25, 2026
      Stay In Touch
      • Facebook
      • Twitter
      • Pinterest
      • Instagram
      • YouTube
      • Vimeo
      About Us

      Selamat datang di BestGDTopics.com, sumber terpercaya Anda untuk berita terkini dan informasi mendalam dalam berbagai kategori seperti Cerita Teratas, Ekonomi, Politik, Hiburan & Seni, serta Teknologi.

      Kami berkomitmen untuk menyajikan berita yang akurat, terkini, dan relevan bagi masyarakat Indonesia. Dengan tim yang berdedikasi, kami menghadirkan liputan mendalam, analisis yang tajam, dan sudut pandang yang beragam untuk memastikan Anda selalu mendapatkan informasi yang tepat.

      Our Picks

      Menteri Pendidikan akan meminta pengawas kompetisi untuk meninjau biaya penitipan anak yang tersembunyi

      May 26, 2026

      Ruud 'seperti zombie' karena ia takut terkena sengatan panas dalam kemenangan sulit Paris

      May 26, 2026

      Penulis Rivals menyuruh para penulis untuk berhenti membuat 'pria macho'-nya menangis

      May 26, 2026
      Categories
      • Cerita Teratas
      • Ekonomi
      • Hiburan & Seni
      • politik
      • Teknologi
      © 2026 Bestgdtopics. Designed by webwizards7.
      • Syarat dan Ketentuan
      • Kebijakan Privasi
      • Hubungi Kami
      • Tentang Kami

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Newsletter Signup

      Subscribe to our weekly newsletter below and never miss the latest product or an exclusive offer.

      Enter your email address

      Thanks, I’m not interested