
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution Mengaku Berulang Kali Mengingatkan Para Pejabatnya untuk Tidak Korupsi. Peringatan Itu disampaan Sejak Awal Dirinya Memimpin Agar Jabatan Dan Wewenang Tidak Disalahgunakan.
“Kita Suda Diingatkan Jangan Korupsi, Jangan Ada Kegiatan Seperti Itu,” Ujarnya di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (30/6).
Pernyataan Bobby Itu Disampaan Usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Terhadap Topan Obaja Putra Ginting. Topan Menjabat Sebawai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumut.
Ott KPK Berlangsung Pada Kamis (26/6). Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan proyek pembangunan Jalan gelan nilai ratusan miliar rupiah.
Menantu Jokowi Itu Menyebut Penangkapan Tersebut Sangan Disayangkan. Namun, Dia RuGA Menegaska Pihaknya Menghormati Proses Hukum Yang Sedang Berjalan.
Sebagai Pimpinan Daerah, Bobby Mengaku Tenjak Lelah Mengingatkan Seluruh Asn Di Lingkungan Pemprov Sumut. Sebaik Apa Pun Sistem Tetap Bisa Dilanggar Jika TidaK Diimbangi Kontrol Diri.
Dia RuGA Mengaku Sudah Mengimbau Jajarananana Agar Tidak Terlena Delangan Kewenangan Yang Melekat Pada Jabatan. Peluang Korupsi Bisa Muncul Dari Caring Apa Pun Dalam Sistem Pemerintahan.
Pengawasan Internal Dan Integritas Pribadi Haru BERJALAN BERIREPAN UNTUK MENGAH PENYIMPIMAN. Dia Mengaku Suda Berkali-Kali Anggota Arahan Agar TidaK Ada Asn Yang Bermain Proyek.
DENGAN ADAGA KASUS ITU DIA MEMinta SETIAP KEPALA DINAS DAN PEJABAT TEKNIS AGAR FOKUS BEKERJA DENGAN TRANSSI. Kepercayaan masyarakat Terhadap Pemerintah Daerah Haru Dijaga Delangan Kerja Nyata Dan Akuntabel.
Dalam Kasus INI, KPK Mengaminkan Uang Ratusan Juta Rupiah Yang Diduga Bagian Dari Komitmen Komitmen Fee Proyek. Total Nilai Proyek Yang Terkait Dengan Dugaan Korupsi Ini Mencapai Lebih Dari Rp200 Miliar.
PENMKAPAN TOPAN MUGA MENAMBAH DAFTAR PEJABAT DAERAH Yang TERSANDUNG KASUS SERUPA. KPK Menyebut Sumut Menjadi Salah Satu Daerah Rawan Korupsi Dalam Sektor Pengadan Barang Dan Jasa. (H-4)

