
Menteri Presiden Prabowo Subianto Belum Menunjukkan Sikap Tegas Terkait Rencana Pemberian Stimulus Berupa Insentif Diskon Tarif Listrik. Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia Menyatakan Dirinya Belum Pernah Tbahas Secara Langsung Soal Rencana Diskon Tarif Listrik.
“Mungkkin Sedang Dibahas Di Tingkat Tim, Tapi Sahara Pribadi Belum Terlibat Dalam Pembahasan Itu. Sampai Hari ini, Saya Belum Menerima Laporan Terkait Rencana Tersebut,” Ujarnya di Kantor Kementerian Esdm, Jakarta, Jakarta, Jakarta.
Sebelumnya, Wacana Pemberian Diskon Tarif Listrik Sebesar 50% Pada Perengahan Tahun Ini Dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Pada Pekan Lalu. Program ini Akan Menyasar Sekitar 79,3 Juta RUMAH TANGGA GANGGAN DAYA LISTRIK DI BAWAH 1.300 VOLT AMPERE (VA).
Bahlil Menankan Setiap Kebijakan Yangan Menyangkut Pemotongan Tarif Atau Bentuk Subsidi Lainnya Haru Melalui Pembahasan Lintas Kementerian.
“Biasananya Ada Pembahasan Bersama, Termasuk Gelan Kementerian ESDM Dan Kementerian Keuangan,” Tambahnya.
POLITIKUS PARTAI GOLKAR ITU BUGA MISEGASKAN Jika Nanti Ada Keutusan, Pihaknya Akan Menyampaikan Hal Tersebut Kepada Pln, Dengan Terlebih Dahulu Memastikan Surat Resmi Dari Kementeria Esdm Telah Diterima.
“TAPI, BELUM ADA SURAT ITU KE PLN,” Imbuhnya.
Secara Terpelah, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo Menyampaikan hingga saat ini belum ada keutusan terkait pemberlakuan diskon tarif tol.
“Kami Belum Tahu Kapan Diskon Tarif Tol Akan Diberikan. Dalam Rapat Koordinasi Hari Jumat Lalu, Menko Perekonomian Airlanganga Hartarto Yang Yangaikh Hal Tersebut,” Ujarnya.
Meski Demikian, Pihaknya Berencana untuk Mengundang Seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Guna membahas Sejumlah ISU, Termasuk Diskon Tarif Tol di Beberapa Rua. Dody Menuturkan Proses Diskusi ini memang Tenjak Bisa Dilakukan Secara Tergesa-Ege Karena Menyangkut Aspek Untung Dan Rugi Dari Bujt.
“Diskusinya Munckin Enggak Bisa Cepat. Karena Ujung-Ujungnya ini AKAN Berdampak Pada Pendapatan Mereka,” Jelas Dody. (H-4)

