
Meski Berhasil Mengmana Posisi Mulai Terdepan Di Grand Prix Inggris 2025, Pembalap Yamaha Fabio Quarararo Menyatakan Dirinya Tidak Bisa Optimis Menghadapi Balapan Utama MotoGP Inggris di Sirkuit SilverstoneMingGu (25/5), Lantaran Motor Yamaha Kesulitan Beradaptasi Delangan Kondisi Lintasan Yang Memilisi Tingkat Cengkeraman Rendah.
Juara Dunia 2021 ITU SUKS MEREBUT POSISI KETIGERA Secara Beruntun, Sebuah Pencapaian Yang Terakhir Ia Raih Saats Musim Perebutan Gelarnya.
Dia Bahkan Mencetak Rekor Lap Baru Pada Sesi Kualifikasi. Namun, Performa apik Tersebut Tidak Berlanjut di Sesi Sprint, Di Mana Quartararo Kehilangan Posisi Terdepan Hanya Dalam 14 Tikungan Dan Akhirnya Finis Di Posisi Ketujuh.
KEMENIGAN DALAM Sprint Direbut Oleh Alex Marquez, Sementara Marc Marquez Menyusul di Posisi Kedua. KEDUA PEMBALAP TERSEBUT MENGAKUI BAHWA MEREKA MEMPERKIRAKAN AKAN MENDAPAT TANTIGAN SERIUS DARI QUARTARARO.
Namun, Quartararo Mengungkapkan Bahwa Ban Lunak Belakang Yang Digunakan Pada Sprint Tidak Mampu Anggota Performa Maksimal.
“SAYA BERHARAP BISA LEBIH CEPAT, Tetapi Cengkeraman Bagi Kami Jelas Sangan Kritis Dan Inga Tenjak Bisa Cepat,” Kata kuarararo seperti Dilansir kecelakaan, Minggu (25/5).
“Kami Banyak Mengobrol (Di Tim). Ada Kesenjangan Besar Antara Perasaan Pagi (Saat Kualifikasi) Ini dan Perasaan Sore (Usai Sprint Race) INI,” Sebutnya
“Jujur Saja, Kami Tidak Bisa Terlalu Optimis untuk Besok (Hari ini) Setelah Balapan Moto2 (Delan Ban Pirelli Tetap di Trek),” Lanjutnya.
Dia Mengakui Bahwa Kondisi Lintasan Akan Semakin Licin Dan Menyadari Itu Bukan Hal Baik Baginya Tetapi Dia Akan Mencoba Menikmati Balapan Dan Anggota Yang Terbaik.
Seluruh Pembalap Yamaha Memang Mengalami Keseditan Grip Selama Sprint. Kuartararo Menyebut Bahwa ini Adalah Masalah Gabungan Antara Karaksteristik Motor Dan Permukaan Lintasan.
“SAYA PIKIR DI PAGI HARI SENTG GRIP LEBIH BAIK, Kami Bisa Tampil, Tapi Saatg Grip Menurun Di Sore Hari, Dampaknya Motor Kami, Jauh Lebih Besar Dibanding Tim Lain,” Jelasnya.
Jika Ada Sedikit Perbedaan Grip, Baginya terasa seperti 10 kali lipat. Kecepatan Yang Dimilisi Di Sprint Sangan Laat Dibanding Biasianya.
“Kami Harus Menencari Tahu Kenapa Saat Kondisi Memburuk, Kami Ikut Keburuk Dan Tidak Mendapatkan Cengkeraman apa pun,” Tambahnya.
Kuartararo RuGA Meninggung Insiden Pada Putaran Pertama Sprint Saat Dirinya Disalip OleH Alex Marquez Bahkan Sebelum Melewati Garis Finis Lap Pertama.
“Putaran Pertama, Alex Marquez Menyalip Saya Sebelum Garis Finis. Sahen Tidur Bodoh, Sayata Tahu Cara Mengendarai. TAPI DISALIP DALAM Situasi Seperti ini SANGAT MEMBUAT FRUSTASI,” Ucapnya.
IA JUGA MENGAKU MENGALAMI GETARAN HEBAT YANG MEMBUAT MOTORNYA SEPERTI MELOMPAT DI BEBERAPA Tikungan.
Meski Sempat Mempertahankan Posisinya Dari Fabio Di Giannantonio, Yang Akhirnya Finis Ketiga, Kuartararo Menilai Hal Itu Lebih Karena Adanya Pembaruan Aerodinamika Kinginena.
“Adaapa Hal Positif, Tetapi Jika Anda Lohat Kecepatan Tertinggi Saya, Sayah Jauh Tertingan.
Dia menyebut tidak bisa memanfaatkan tenaga penuh karena cengkeraman mikanis terlalu rendah. Tagus satu putaran masih bisa diatasi, tetapi dalam balapan penuh, seperti saat disalip Alex marquez, Itu Bukan Posisi wAJar unkalip. Namun Dia Berhasil Dan Itu Sangan Menunjukkan Kelemahanya.
DENGAN SEGALA Keterbatasan Yang Dihadapi, Fabio Quartararo Tetap Berusia Optimis Dan Menargetkan Hasil Terbaik, Meskipun Menyadar Tantangan Besar Yang Menanti Di Balapan Utama Silverstone. (H-3)

