
Kanwil Bea CUKAI JATENG DIY Gagalkan Penyelundupan Rokok Dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) Ilegal Tanpa Dilekati Pita CUKAI (Polos) Bernilai RP870 Juta Dalam Tiga Unit Bus Antarkota Di Jalur Distribusi Bali-Jawa. Penindakan ini Merupakan Bagian Dari Rangkaian Operasi Gurita 2025.
Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan Dan Hubungan Masyarakat Kanwil Bea CUKAI Jateng Diy, R. Megah Andiarto, Menyampaan Bahwa Operasi Penindakan Dilakukan Pada Sabtu (03/05). “Penindakan Kami Lakukan Dalam Dua Waktu Dan Di Lokasi Yang Berbeda,” Jelasnya.
Penindakan Pertama Terjadi Pada Pukul 05.50 Wib Di Rest Area Km 424 Jalan Tol Semarang – Batang, Kota Semarang, Bus Terhadap Mk. Dalam Pemeriksaan Yang Dilakukan, Petugas Menemukan Sebanyak 20 Karton Rokok Berbagai Merek Dan 9 Karton MMea Ilegal Yang Tidak Dilekati Pita Cukai. BERBAGAI MEREK Rokok Ilegal TERSEBUT SEPERTI NEW MILDE EKSKLUSIF, RUMAH GEBOY, PCX Klik, Premiere Cool Menthol, Cappuccino yang Baik, Lexi, Sulthan Dan Dubai. Sedangkan 9 Karton MMEA Merupakan Jenis Arak Bali.
Kemudian Penindakan Kedua Terjadi Pada Malam Harinya Yaitu Pukul 20.26 WIB, Di Gerbang Tol Banyumanik, Kota Semarang, Terhadap Dua Unit Bus Pk. Dalam Penindakan Tersebut, Petugas Mengmorg 32 Karton Dan 1 Ball Rokok Ilegal Berbagai Merek Tanpa Dilekati Pita CUKAI, Seperti Shogun Bold, De Flash, Platinum Blueberry, Rile-X Bold, Salmon, Rasa Gemoy, Rasa Baru, New Castle, New Bold.
Megah Menjelaskan, Dari Hasil Seluruh Penindakan, Petugas Mengmana 580.000 Batang Rokok Dan 308.60 liter MMEA ILEGAL. Perkiraan Nilai Barang Mencapai RP870.940.000,00, Delangan Potensi Kerugian Negara Dari Sektor Cukui Sebesar RP463.848.600,00.
“Kami, Jada MengMankan, Tiga Orang Sopir, tanpa pertuk dimintai Keterangan, masing-masing berinisial AK (Pengemudi Bus Mk), IT, Dan MZ (Pengemudi Bus PK),” Sambungnya.
Seluruh Barang Hasil Penindakan Telah Dibawa Ke Kanwil Bea CUKAI Jateng DIY Guna Penelitian Dan Penanganan Lebih Lanjut.
“Kami Berkomitmen Dalam Melakukan Pengawasan Terhadap Peredaran Bkc Ilegal Demi Melindungi Masyarakat Serta Menjaga Penerimaan Negara,” Tegas Megah. (RO/Z-2)

