
Pakar Otomotif Dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu Mengingatkan Pengendara Untuk Tetap Memperhatikan Kondisi Jalan Sebenarnya Saik Mgunakan aplikasi Penunjuk Arah Agar Terhindar Dari Risiko Kecelakaan.
“Pengemudi Tenjak Boleh Sepenuhya Mengandalkan Aplikasi Navigasi Tanpa Memperhatikan Kondisi Jalan Sebenarnya Karena Manusialah Pembuat Keputusan -nya, Bukan Mesin, “Tegas Yannes, Kamis (10/4).
Berkaca Dari Peristiwa Sebuah Mobil BMW Yang Terjun Dari Ujung Tol Di Tol Krian-Gresik Akibat MengIKuti Arahan Google MapsBeberapa Waktu Lalu, Yannes Menankan Pentingnya Sistem Navigasi Yang Akurat Dan Kewaspadaan Sekaligus Keutusan Pengemudi Untuce Keselamin Selama Berkendara.
IA Menjelaskan Faktor Teknis Terjadinya Kecelakaan Tersebut Adalah Aplikasi Penunjuk ArahSeperti Google Maps, Mengarahkan Pengemudi
terus lurus meski rua tol belum sel di di di dieny ajkin menunjukkan data peta yang belum diperbarui.
Namun, Dalam Peristiwa Tersebut, Kelalaian Pengendara memilisi Peran Lebih Besar karena saat memacu Kendaraya, Pengemudi Kurang Berkonsentrasi Dan Tidak Memperhatikan Tanda Tanda Fisik Jalan Septti.
“Kurangnya Kesadaran Pengemudi Jelas Menjadi Kuncinya, Dan Ketergantungan Berlebih Pada Teknologi Navurparah Situasi, Sewingga Insiden Ini Mencerminkan Bahwa Keselamatan Berkendara Sesulanhhnne Kewaspaan Serta Keutusan Cerdas Pengemudinya, “Ujar Yannes.
Sebuah Mobil Sedan Bmw Terjun Bebas Dari Rua Tol Krian-Gresik Yang Belum Tersambung Pada Sabtu (5/4) Malam Karena Pengemudi Fokus MengIKuti Arahan Dari Aplikasi Penunjuk Arah Google Peta.
Kedua Korban Dalam Insiden Tersebut Yakni Pengemudi Moch. Rudie Herru Komandono, 62, Dan Penumpang Endang Sri Wahyuni, 48, Mengalami Luka Rinan Dan Sempat Dililecan Ke Rsud Ibnu Sina Gresik.
Sedangkan Mobil BMW Yang Mereka Tumpangi Rusak Parah Di Bagian Depan Dan Kini Siankan Oleh Satlantas Polres Gresik. (Ant/Z-1)

