
LARI Maraton Munckin Terlihat Seperti ohahraga Terbaik untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, Olahraga Ini Bisa Anggota Dampak Berat Pada Tubuh, Yang Berpotensi Merusak Ginjal, Mengganggu Pencernaan, Meningkatkan Risiko Gagal Jantung, Dan Memicu Cedera Pada Sistem Muskuloskeletal.
Kini, Sebuah Studi Baru Menunjukkan Maraton Juta Memengaruhi Otak. Di mana menyebabkan organ tersebut “memakan dirinanya sendiri” uNTUK Menggantikan Bahan Bakar Yang Hiang Selama Lari.
Dalam Penelitian Yang Dipublikasikan Pada 24 Maret Di Jurnal Nature Metabolisme, Para Ilmuwan Mengamati Penurunan Biomarker Kunci Mielin, Jaringan Berlemak Yang Mengisolasi Hubewan Sel-Sel Sel-Sel. Penulis Studies Mengatakan Ini Menunjukkan Otak Mengonsumsi Mielin Sebagai Sumber Energi Dalam Kondisi Ekstrem Seperti ini.
Untungnya, Bagi Pelari Jarak Jauh, Efek ini Tampaknya Dapat Dipulihkan.
Setelah tubuh Kehabisan Pasokan Sumber Energi Utamanya, Glukosa Atau Gula, Tubuh Beralih Ke Generator Cadangan, Angternatif Memetabolisme Lemak Sebagai Sumber Bahan Bakar Alternatif. Secara Metabolik, Otak Lebih Seperti Humvee Daripada Hatchback; Organ Yang Membutuhkan Banyak Energi Ini Ini Menghabikan 20% Energi Tubuh, Yang Berarti Bisa Cepat Mengalami Kerusakan Jika Sumber Bahan Bakar Habis.
Pedro Ramos Cabrer, Ilmuwan Saraf di Cic Biomagune, Sebuah Lembaga Penelitian Nirlaba di San Sebastian, Spanyol, Dan Salah Satu Penulis Studi Ini, Mengatakan Dia dan Rakana-Rekannya Ingin Mengidentifikasi Sumber Sumber Sumber Sumber Sumber. Mereka Menduga Mielin Yang Berlemak Bisa Paraadi Jawabananya.
Penelitian Sebelumnya Pada Hewan Peggerat Menunjukkan Asam Lemak Yang Dihasilkan Dari Pemecahan Mielin Dapat Membantu Meningkatkan Kelangsungan Hidup Sel Di Otak. Namun, Apakah Temuan Pra-Kliniis ini Dapat Diterapkan Pada Manusia Masih Menjadi Misti.
“Kami Perlu Benar-Benar Menghabikan Sumber Energi Energi Tubuh Unkuktikan Ini,” Kata Cabrer.
Tim ini memindai otak 10 Pelari 48 Jam Sebelum Mereka Berlari Maraton Dan Kemudian Lagi Dua Hari, Dua Minju, Dan Dua Bulan Setelahnya. Mereka Menggunakan MRI, Yang Dapat Menunjukkan Keberadaan Molekul Air Yang Terperperangkap Di Antara Lapisan Mielin.
Pemindaan Otak Menunjukkan Bahwa, Dua Hari Setelah Lari, Sinyal Mri Di 12 Area Otak Berkurang Dibandingkan Sebelum Perlombaan – Dalam Beberapa Kasus, Hingga 28%. Namun, Perubahan Pada Tingkat Mielin Otak Secara Keseluruhan Tenjak Signefikan Secara Statistik, Yang Menunjukkan Bahwa Perubahan Tersebut Sangat Terisolasi Area Tertentu.
“Area Yang Kami Lhat Memilisi Perubahan Lebih Signifikan Adalah Yang Terkait Gangan Sirkuit Motorik Dan Pusat Pengendalian Emosi Otak,” Kata Cabrer. Ia Menyarankan Bahwa ini dalam Mencermikan Upaya Mental Dan Fisik Yang Haru Dipertahankan Otak untuk Maraton Menyelesaan.
Bagi Pelari Yang Khawatir Tentang Kanibalisme Otak Ini, Ada Kabar Baik: Setelah Dua Bulan, Semua Ukuran Mielin Para Pelari telah Pulih Ke Tingkat Dasar Mereka.
Klaus-Armin Nave, Direktur di Max Planck Institute for MultiDisipliner Ilmu di Jerman, Yang Tenjat Terlibat Dalam Studi Ini, Namun Binga Telah Mempelajari Bagaimana Mielin Mielin Mielin Energi Menggunakan Taus Percobaan. Nave Mengatakan Temuan Studi Ini Sejalan Delangan Bagaimana Para Ilmuwan Saraf Berpikir Bahwa Mielin Dipelihara Di Otak.
“Mielin Dibuat Dan Dihancurkan Secara Konstan,” Katananya. “INI SEPERTI BAK MANDI DI MANA ENA TERUS-MENERUS MENGERUSI UDARA DAN TERUS-MENERUS Mengurasnya.”
Diagahkan Pekerjaan Cabrer Anggota “Bukti Yang Sangat Kuat” Bahwa Setelah Maraton, Kebutuhan Metabolik Otak Meningkat. Oleh Karena Itu, Bahan Bakar Yang Disaran Dalam Mielin Habis Lebih Cepat Dari Biasanya, Yang Menyebabkan Penyusutan Otak.
Temuan ini tidak berarti pelari harus penggindari maraton demiehatan otak mereka. Baik Nave Maupun Cabrer Mencatat Bahwa Ukuran Kecil Studi Ini Berarti Masih Perlu Lebih Banyak Penelitian Untuc Menarik Kesimpulan Yang Pasti Tentang Dampak Maraton Terhadap Otak. Efek Yangat Sangan Terbatas Pada Mielin Secara Keseluruhan RuGA Menunjukkan Perlunya Penelitian Lebih Lanjut.
Namun Demikian, Efek Ini Munckin Membawa Risiko Yang Lebih Besar Bagi Atlet Tertentu. Misalnya, sang lateral sklerosis lateral (ALS) organ organ, Molekul metabolik yang biasanya dibuat mielin dalam tubuh dalam jumlah terbatas, Dan para peneliti iniahraga berlebihan bisa memperbur.
Penelitian Lebih Lanjut Diperlukan untuk Mengonfirmasi Teori Ini, Kata Cabrer. (Live Science/Z-2)