
Ada Tiga TINGKATAN Dalam Menghidupkan Malam Lailatul Qadar. Ini Dijelaskan Dalam Dalam Kitab Nihayatuz Zain Halaman 198.
Hal Dijelaskan Karena Banyak Amal Ibadah Yang Dilakukan Umat Islam Dalam Meraih Lailatul Qadar. Tiga Tingkatan Itu Baik Tetapi Ada Yang Lebih Baik Dan Paling Baik.
Apa saja tiga tingkatan Ibadah Dalam Menghidupkan Malam Lailatul Qadar? BerIKUT PENJELASANNAA.
1. TINGATAN YANG PALING TINGI.
Mereka Menghidupkan Malam Lailatul Qadar Gelan Melakukan salat SUNAH SEPERTI Salat Tarawih, Salat Witir, Salat TasbihSalat Haji, Dan Lain Sebagainya.
2. TINGKATAN MERENGAH.
Mereka Menghidupkan Sebagian Besar ATAU Kebanyakan Malam Lailatul Qadar Gelan Melakukan ZikirTermasuk Membaca al-Qur'an.
3. TINGATAN YANG PALING RENDAH.
Mereka Menghidupkan Malam Lailatul Qadar YaMa Melakukan Salat Isya Dan Subuh Secara Berjamaah. ITU minimal untuk Mendapatkan Keutama Malam Lailatul Qadar.
Beramal Di Dalam Malam Lailatul Qadar Itu Lebih Utama Daripada Beramal Pada 1.000 Bulan. Orang Yang Beramal Di Dalam Malam Lailatul Qadar Akan Mendapatkan Keutamaanya, Walaupun Dia Tidak Menyaksikan Atau Melhatnya.
Demikian Penjelasanya. Semoga Bermanfaat. WALLAHU A'LAM BISHSHAWAB.
Kitab Nihayatuz Zain
Kitab Nihayatu Az-Zain (نهاية الزين) Adalah Salah Satu Kitab Fikih Bermazhab Asy-Syafii Yang Cukup Deneh Oheh Kaum Muslimin Terutama Di Indonesia. Dalam Forum-Forum Bahtsul Masa-Il Yang Diadakan Nu Maupun Tanya Jawab Yang Diasuh Oleh Para Ustaz Ahlussunah Waljamaah, Kitab Ini Biasa Dekutip Sebagai Salah Satu Rujitan.
Mungkkin karena kitab karya syekh nawawi al-bantani ini memilisi kedudukan Yang mendalam sada Sebagian kiai, akhirnya nama kitab ini diadopsi menang nama Pesantren. Di Kampung Tebon Teki, Desa Tegalangus, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia Berdiri Pondok Pesantren Yang Diberi Nama Ma'had Nihayatuz Zein al-Ah-Ahri.
Nama lengkap kitab ini sebagaimana disebut pengarang dalam muqaddimah adalah nihayatu az-zain fi irsyadi al-mubtadi di (نهاية الزين في إرشاد المبaru). Lafaz Nihayah Bermakna Puncak/Ujung Sesuatu. Zain Bermakna Hiasan.
IRSYAD Bermakna Membimbing. Mubtadi di Bermakna Para Pemula. Jadi, GANGGAN JUDUL INI SEOMAN-AKAN PENGARANG BERHARAP KITABNYA BISA BERGIMBING PARA PEMULA DALAM BENTUKNYA PALING INDAH. (I-2)

