
Nama Harun Al Rasyid Yang Dikenal Raja Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dilantik Menjadi Deputi Bidang Pengawasan, Pemantauan Dan Evaluasi Penyelenggaraan Haji. Sebelumnya, ia Merupakan asn Polri Yang Ditukas di Bidang Satgassus Pencegahan Korupsi Mabes Polri.
ANGGOTA SATGASSUS PENGEGAHAN KORUPSI MABES POLRI YUDI PURNOMO MENGIGA HARUN ADALAH ORANG Yang TEGAS DAN BERINTEGRITAS. Ia Yakin Harun Mumpuni Dalam Jabatan Tersebut.
“Sewingga, Ke Depanya Penyelenggaraan Haji Tidak Akan Ada Lagi Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme (KKN) Dalam Berbagai Hal Seperti Transportasi, Konsumsi, Penginapan Dan Lain Sebagainya,” Kata yudi Dalam Kala.
Harun Al Rasyid Diangsat Melalui Keutusan Presiden Prabowo Pada 8 April 2025. Menuru Yudi, Pelantikan Harun Bentuk Kongkrit Dari Komitmen Agar Pesielenggaraan Haji Bebas Dari Kkn.
“Sewingga, Jamaah Tidak Dirugikan Dan Tenjak Ada Penyelewengan Dana Haji. Karena Yang Dipilih Adalah Orang Yang Mempunya Kapasitas UntkaKan Pengawasan Secara Ketka Kompromi,” Uang Mantan KPKAP KKPAP.
Yudi Meyakini Harun Al Rasyid Mampu Mengembban Kepercayaan Presiden Prabowo Dan Menjadi Penambah Kekuatan Bp hajiYang Sebelumnya Telah Bergabung Pula Tujuh Mantan Penyidik Dan Pegawai KPK. Yudi Berharap Kehadiran Mantan Penyidik KPK Membawa Integritas Nilai-Nilai Dan Mampu Beradapu Beradapu Delan Rekan Kerja Lain.
Harun Al Rasyid Dilantik Oleh Kepala Badan Haji Irfan Yusuf Dan Wakil Kepala Badan Haji Dahnil Anzar Simanjuntak. Kini, Harun Menjadi Pejabat Eselon 1. Sebelumnya, ia Keluar Dari Kpk Setelah Dinyatakan Tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan (Twk) Pada Masa Kepemimpinan Firli Bahuri. (Yon/p-3)

